Advertisements

Mencari Aliran Islam yang Lurus

Agama yang dirihoi Allah adalah Islam. Saat seseorang sudah masuk Islam, dia cari lagi aliran Islam manakah yang lurus? Sebab banyak juga aliran Islam yang sesat. Nah bagaimana caranya agar kita menganut aliran Islam yang benar? Bukan yang sesat?

Dalam satu hadits disebut bahwa Islam akan terpecah jadi 73 aliran. 72 aliran masuk ke neraka, yang masuk surga cuma 1 yaitu: Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Celakanya banyak yang ngaku-ngaku sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah, padahal dia sesat. Tidak lurus.

Ahlus Sunnah itu artinya mengikuti Sunnah Nabi. Siapakah yang paling sempurna dalam mengikuti Sunnah Nabi? Tentu mereka adalah sahabat Nabi. Kemudian siapa lagi? Sesudah itu adalah anak-anak dari sahabat Nabi. Mereka disebut sebagai Tabi’in. Setelah itu adalah cucu dari sahabat Nabi yang disebut sebagai Tabi’it Tabi’in.

Nah dari generasi sahabat, anak sahabat (tabi’in), dan cucu sahabat (tabi’it tabi’in) ini muncul orang yang paling alim yang biasanya disebut sebagai Imam Mazhab. Di antaranya adalah Imam Malik, Imam Abu Hanifah (Mazhab Hanafi), Imam Syafi’ie, dan Imam Hanbali. Mereka semua Imam Mazhab dari kelompok Sunni. Ada lagi Imam Ja’far Ash Shadiq yang meski oleh Sunni disebut Imam, namun mazhabnya tidak dipakai. Yang memakai mazhabnya kaum Syi’ah. Tapi kita cukupkan pembahasan sampai di sini. Ini sekedar agar wawasan kita tidak cupet cupet amat.

Di Indonesia Mazhab yang terbanyak adalah Mazhab Syafi’ie. Jadi lebih enak kita mengikuti mazhab ini. Gurunya banyak. Yang mengamalkan juga banyak. Kalau imam dan ma’mum sholat dengan tangan bersedekap di perut, tapi kita tangan lurus sendiri karena menganut mazhab Maliki atau Ja’fari, kurang elok jadinya. Sebab baiknya makmum itu mengikuti Imam.

Meski kita mengikuti mazhab Syafi’ie, tidak boleh kita mengklaim mazhab Syafi’ie ini paling lurus. Paling baik. Apalagi sampai bilang mazhab lain sesat. Apalagi kafir. Jangan. Nanti label sesat atau kafir bisa balik ke kita. Ikuti Ijma Ulama Risalah Amman di www.ammanmessage.com di mana ada 8 mazhab / aliran yang diakui sah / lurus dalam Islam.

Ciri lain dari aliran Islam yang lurus adalah Jama’ah. Senantiasa berkumpul dengan jama’ah muslim. Tidak menyempal. Bukan firqoh atau pecahan yang memisahkan diri dari mayoritas muslim. Mengklaim paling benar sendiri.

Secara aqidah harus sesuai dengan 6 rukun Iman:

1. beriman bahwa tidak ada tuhan selain Allah

2. Beriman kepada malaikat Allah

3. Beriman kepada kitab suci dan meyakini Al Qur’an adalah kitab suci yang terakhir yang terjaga kesuciannya. Barang siapa menganggap Al Qur’an sudah berubah atau ada kitab suci lainnya, kafirlah dia

4. Beriman kepada Nabi-nabi. Meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul terakhir. Tidak ada lagi Nabi / Rasul sesudah Nabi Muhammad. Barang siapa meyakini ada Nabi / Rasul setelah Nabi Muhammad, misalnya Ahmadiyah Qadiyani yg meyakini Ghulam Mirza Ahmad sebagai Rasul atau Nabi, maka mereka ini kafir. Keluar dari Islam.

5. Beriman kepada Hari Akhir

6. Beriman kepada Qadha dan Qadar dari Allah yang baik atau pun yang buruk.

Itu adalah pokok Iman yang harus diyakini.

Selain itu ada 5 Rukun Islam yang harus dijalankan

  1. Mengucapkan 2 kalimat syahadah: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah
  2. Sholat 5 waktu. Kalau sengaja tidak sholat, ini sesat / kafir
  3. Membayar zakat
  4. Puasa di bulan Ramadhan
  5. Berhaji jika mampu

Nah kalau itu semua sudah dilakukan, jangan mudah menganggap muslim lain sebagai sesat apalagi kafir. Bahaya. Label sesat / kafir bisa balik kepada diri kita

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: