• Uncategorized
  • 1

Lembaga Penyalur Bantuan untuk Korban Bencana dan Fakir Miskin dengan Dakwah Islam

Bagi yang ingin membantu korban bencana seperti Banjir Wasior, Letusan Gunung Merapi, Tsunami di Mentawai, atau pun kaum fakir miskin yang memerlukan bisa menyalurkan bantuan mereka melalui BMH (Baitul Maal Hidayatullah). Selain BMH, lembaga lain yang punya visi Dakwah Islam adalah PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an) Daarul Quran (http://pppa.or.id)
Meski banyak lembaga-lembaga Amil Zakat dan juga penyalur bantuan Muslim/Islam, namun saya lihat tidak semuanya menyertai dakwah Islam untuk memantapkan aqidah dan ilmu para dhu’afa. Hanya memberi materi saja. Akibatnya ummat Islam tetap rentan terhadap upaya pemurtadan. Apalagi jika lembaga bantuan Non Muslim ternyata bisa memberi materi lebih banyak lagi. Padahal lembaga bantuan  Non Muslim saja selain membawa bantuan materi lebih besar, mereka juga mencoba menanamkan aqidah agama mereka kepada ummat Islam seperti yang dilakukan mereka saat gempa Padang. Silahkan lihat videonya di sini:

https://media-islam.or.id/mi-tv
Oleh karena itulah di sini saya lampirkan daftar Lembaga Amil Zakat dan Penyalur Bantuan Islam dengan Dakwah Islam. Mereka bukan cuma memberi materi. Tapi juga memberi dakwah Islam dan bimbingan konseling Islami pada para korban bencana/dhu’afa. Sehingga bukan cuma materi yang cukup, insya Allah iman dan ilmu juga bisa bertambah. Mereka juga menanamkan ilmu Tauhid, Fiqih, dan juga Ihsan.  Ini sesuai dengan sunnah Nabi yang mengutamakan dakwah dulu sehingga ummat bisa bersaksi dengan dua kalimah syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, Sholat, dan puasa. Setelah itu baru berzakat dengan harta untuk membantu sesama.
Sebagai informasi, Hidayatullah sudah sejak lama mendirikan pesantren untuk mencetak kader ulama/da’I dan mengirim mereka ke berbagai pelosok tanah air seperti Kalimantan dan Papua untuk menyampaikan ajaran Islam kepada penduduk yang masih belum memeluk agama Islam. Ada pun yang sudah Muslim, mereka membina mereka sehingga bisa melakukan ibadah shalat, puasa, zakat, dan juga haji secara benar. Setelah berpuluh-puluh tahun melakukan aktivitas dakwah Islam, barulah mereka membentuk BMH (Baitul Maal Hidayatullah) untuk menggalang dana baik untuk kaderisasi dan pengiriman para dai mau pun untuk membantu fakir miskin yang membutuhkan.
Sesungguhnya menyeru manusia agar menyembah Allah secara lurus itulah yang diperintahkan Allah dan juga sunnah para Nabi. Inilah prioritas utama meski penyaluran zakat dan sedekah untuk membantu fakir miskin juga harus dilakukan:
“Ketika para rasul datang kepada mereka dari depan dan belakang mereka (dengan menyerukan): “Janganlah kamu menyembah selain Allah…” [Fushshilat 14]
“Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan.” Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya).” [Al A’raaf 29]
“Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” [Al ‘Ankabuut 16]
Hadis riwayat Muaz ra., ia berkata:
Rasulullah saw. mengutusku, beliau bersabda: Engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab. Karena itu, ajaklah mereka kepada persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Jika mereka taat, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka salat lima waktu dalam sehari semalam. Kalau mereka taat, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka membayar zakat, yang diambil dari orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang miskin di antara mereka. Jika mereka taat, maka waspadalah terhadap harta pilihan mereka. Dan takutlah engkau dari doa orang yang dizalimi, karena doa itu tidak ada sekat dengan Allah Taala. (Shahih Muslim No.27)
Insya Allah lewat BMH, bantuan anda sampai kepada pihak yang memerlukan.

BMH

Telp.021-797 5770
WEB : www.bmh.or.id
BCA Otista 553.0212.205
BNI 000.8924.923 An . Yayasan Baitul Maal Hidayatullah

PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an) Daarul Quran
http://pppa.or.id
Berikut Foto-foto posko BMH dan tim medis  di Wasior, dan berita di Gunung Merapi serta pulau Mentawai
BMH Buka Posko Bencana Merapi
Bekerjasama dengan Muslimat Hidayatullah (MUSHIDA) BMH mendirikan posko bencana yang berlokasi di Desa Kepuh Harjo, Kec. Cangkringan, Kab. Sleman, Yogyakarta.
Kegiatan yang dilakukan antara lain memberikan dampingan mental-spiritual berupa pengajian kepada ibu-ibu, pemberian alat tulis dan mainan anak sampai dengan pemutaran film. Dari kegiatan ini diharapkan dapat menghibur para pengungsi dari beratnya beban psikologis yang mendera mereka. Kegiatan ini pun sangat didukung oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman karena BMH telah berpengalaman dalam hal recovery khususnya dalam hal recovery mental-spiritual.
Tim Rescue BMH-SAR Hidayatullah Turun ke Mentawai

Gempa dahsyat berkekuatan 7,9 Scala Ritcher (SR) telah meluluhlantahkan kabupaten Mentawai Kec. Pagai Selatan pada Senin malam (25/10). Dampak gempa ini kemudian disusul dengan tsunami setinggi 4 – 6 meter yang memporak-porandakan segala infrastruktur yang ada, termasuk timbulnya korban jiwa. Informasi terakhir korban yang tewas adalah sebanyak 112 orang dan 509 orang dinyatakan hilang yang diperkirakan tersapu oleh ombak (Sumber:BNPB). Jumlah pengungsi sampai tadi malam (26/10) tercatat 4.000 orang.
Saat ini BMH dan SAR Hidayatullah akan tiba di lokasi bencana untuk melakukan evakuasi korban sampai batas masa tanggap darurat dinyatakan selesai. Diperkirakan masa tanggap darurat akan memakan waktu sampai 2 minggu. Posko Bencana yang didirikan oleh BMH berlokasi di Desa Malakopa, Kec. Pagai Utara Kabupaten Mentawai, sedangkan Posko Induk berada di Pondok Pesantren Hidayatullah Mentawai Kec. Sipora Utara yang jaraknya relatif tidak jauh dari lokasi bencana.
Dalam masa tanggap darurat ini yang sangat dibutuhkan adalah logistik berupa makanan, kantong mayat, pakaian, selimut, tenda kelengkapan kesehatan dan obat-obatan. Daerah yang menjadi sasaran distribusi kurban-pun akan dilakukan di lokasi bencana tersebut. Disamping itu BMH pun telah memiliki  beberapa program di antaranya adalah dampingan spiritual bagi para pengungs melaui dai Hidayatullah di Mnetawaii.

Sidak Sehat Lakukan Di Empat Wilayah Pengungsi Wasior
Wasior. (20/10) Aksi kesehatan yang dilakukan oleh tim medis BMH-IMS dan kolaborasi dengan tim kesehtan BSMI masih terus berjalan. Sampai dengan hari ini, pengobatan sudah diilakukan di 4 (empat) titik pengungsian.

Pertama, lokasi pengungsian di Masjid Agung Alfalah, Wasior dengan jumlah pasien 18 (delapan belas) orang. Kedua, kampung Rado, kab. Teluk Wondama, total melayani pasien 21 orang Ketiga Kampung Maimari-Rado, Kab. Teluk Wondama, jumlah pasien terlayani 16 orang. Keempat. Kampung Kabuow, distrik Wondiboi, Wasior dengan jumlah pasien terlayani sebanyak 14 orang.
Aksi Sedak Sehat akan terus berlanjut untuk memberikan bantuan dan pengobatan bagi korban dan pengungsi. Aksi hari ini masih terus berkordinasi untuk lanjutan dengan posko Induk Wasior dan Kesdam.

Tegar Amrullah
Bagian Layanan BMH Pusat
Jl. H. Samali No.79B Pejaten Barat, Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12510
Telp.021-797 5770
Fax.021-797 5614
WEB : www.bmh.or.id
SMS CENTER : 0815 11337750
BCA Otista 553.0212.205
BNI 000.8924.923 An . Yayasan Baitul Maal Hidayatullah

Doa Bersama Korban Erupsi Merapi di Kamp Pengungsi Bawukan

Tidak ada seorang pun yang menghendaki datangnya bencana. Namun, ketika takdir menghendaki bencana itu datang, bukan berarti keluh kesah dan penderitaan menjadi respon untuk menghadapinya. Allah tidak pernah salah berkehendak dan selalu ada hikmah diatas setiap kejadian. Mendekatkan diri kepada sang pemilik bencana dan bermunajat sambil berpikiran positif bisa membawa ketenangan tersendiri dalam menyikapi bencana.

Oleh karena itu, PPPA Peduli merapi menggelar doa bersama dan aksi kemanusiaan di lokasi pengungsian korban erupsi Merapi yang berlokasi di kamp pengungsi bawukan di kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten yang di tempati oleh sekitar 1400 pengungsi pada tanggal 31 Oktober 2010.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur lembaga serta komunitas antara lain : PPPA cab. Semarang, PPPA Perwakilan Jogjakarta, Team Laskar Qur’an & Aduhai Qur’an Jogjakarta, UMY, Team RSU PKU Purworejo, Rumah Tahfidz di sekitar Jogjakarta dan Team Wisaha Hati Jogjakarta, Jamaah & Donatur PPPA yang antusias ingin ikut langsung dalam acara Doa bersama serta pendistribusian bantuan untuk korban Merapi.

Acara ini berlangsung dalam kondisi hujan yang sangat lebat yang menyebabkan tumpukan genangan air di lokasi pengungsian. Namun demikian, semangat yang tinggi dari para pengungsi untuk tetap mengikuti kegiatan tersebut seolah membuat suasana yang diselimuti dingin dan hujan ini tidak menjadi hambatan.

Dalam ceramahnya yang dimulai sekitar pukul 04.00 sore, Ust.Hendy Irawan Saleh (Asaatidz Daarul Qur’an) memotivasi para pengungsi untuk senantiasa bersabar menghadapi ujian bencana letusan merapi ini. Lanjutnya, ujian ini adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah supaya para pengungsi terus bersyukur atas segala karunia yang telah Allah berikan.

Selain menggelar doa bersama dan ceramah keagamaan, PPPA Peduli merapi juga menurunkan tim Mobil Quran untuk menghibur dan menyemati anak-anak di pengungsian. Hujan gerimis tidak menyurutkan antusias anak-anak korban merapi dalam mengikuti berbagai sajian dari mobil Qur’an yang di isi dengan bermacam games serta motivasi agar anak-anak cinta Al Qur’an, bahkan para orang tua pun ikut serta larut dalam aksi mobil Qur’an yang dipandu oleh kang Toyib sebagai trainer . Bantuan kemanusiaan berupa sarana ibadah seperti sarung, mukena & Al Qur’an serta beberapa kebutuhan lainnya yang berasal dari Donatur PPPA serta masyarakat diberikan

Di akhir acara, Tim PPPA menyampaikan pengumuman kepada seluruh pengungsi bahwa Rumah Tahfidz di Jogjakarta & sekitarnya siap menampung anak-anak korban merapi untuk diberikan beasiswa pendidikan secara penuh,

Hal ini disambut baik oleh sebagian besar pengungsi. Salah seorang pengungsi pun bertanya “ Program niki kangge jangka panjang nopo selama tanggap darurat mawon nggih  pak..?”(program ini untuk jangka panjang atau hanya selama tanggap darurat bencana ya pak ?) ustad Tanto sebagai salah satu pendiri Rumah Tahfidz sekaligus Koordinator Rumah Rahfidz Jogjakarta mengatakan “ wess tenang wae pak… anake sampean titipke wae neng pondok nganti hafal Al Qur’an 30 juzz, ra usah di pikiri biayane, mesakke neng pengungsian ngene tempate sesak akeh wong ra iso belajar”(udah tenang saja, anak bapak di titipkan saja di pondok smpe hafal Al Qur’an 30juz, tidak usah memikirkan biaya, kasian di pengungsian tempatnya penuh jadi tidak bisa belajar).

Langkah selanjutnya akan dilakukan pendataan serta perekrutan agar anak-anak korban bencana bisa segera di alokasikan ke Rumah Tahfidz untuk mendapatkan perlindungan serta pendidikan Al Qur’an sebagai bekal hidup mereka untuk menyongsong masa depan.(awn)

PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an) Daarul Quran

Dwi Purnomo <dwiepur@gmail.com>

PPPA DAARUL QUR’AN
Graha Daarul Qur’an
Kawasan Bisnis CBD Ciledug Blok A3 No.21
Jl. HOS Cokroaminoto, Karang Tengah
Tangerang – Banten 15157
Telp : +62 21 7345 3000 (hunting) ; Fax  : +62 21 7344 4858
http://pppa.or.id

http://www.wisatahati.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.