Advertisements

Siswa STM Tewas Dibacok – Kurangnya Pendidikan Akhlak

Siswa STM Tewas Dibacok – Kurangnya Pendidikan Akhlak
BY · DECEMBER 13, 2007

Saat ini pendidikan di Indonesia hanya menekankan hafalan (hafal tulisan/rumus) tanpa memikirkan pendidikan akhlak atau budi pekerti. Pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa menempati porsi terbesar, sementara pelajaran agama terutama yang berkaitan dengan akhlak begitu minim. Paling hanya sejam seminggu. Ini jelas tidak cukup.

Tak heran jika generasi yang muncul generasi yang akhlaknya kurang baik. Sesama teman bisa menyebut ”monyet” tanpa merasa itu salah. Pada saat opspek siswa yang senior sering menindas/menzhalimi siswa baru. Sering tawuran. Bahkan baru-baru ini di Detik.com ada siswa yang sampai membunuh.

Pendidikan kita hanya menekankan sisi akademis atau IQ (Intelligence Quotient meski hanya menghasilkan siswa penghapal. Bukan siswa kreatif). Tidak mementingkan akhlak / EQ (Emotional Quotient). Padahal menurut para pakar psikologi, ternyata EQ lebih berperan dalam menentukan kesuksesan ketimbang IQ.

Menurut Susan Dunn, MA:

EQ gets you through life vs. IQ gets you through school

Your EQ has more to do with your success and happiness in life than your IQ and emotional intelligence can be learned.

http://www.frugalmarketing.com/dtb/eq-iq.shtml

EQ membuat kita sukses menempuh hidup, IQ membuat kita mampu menyelesaikan sekolah.

Nabi berkata bahwa orang Muslim itu tidak mungkin akhlaknya jelek. Kalau jelek, berarti dia sebenarnya bukan Muslim:

Dari Abu Said al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Dua sifat jangan sampai berkumpul dalam diri seorang muslim yaitu kikir dan akhlak jelek.” Riwayat Tirmidzi.

Allah murka pada orang yang berakhlak buruk:

Dari Abu Darda’ Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah murka kepada orang yang berperangai jahat dan berlidah kotor.” Hadits shahih riwayat Tirmidzi

Akhlak yang baik adalah hal yang utama:

Dari Abu Darda’ Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada suatu amal perbuatan pun dalam timbangan yang lebih baik daripada akhlak yang baik.” Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Tirmidzi.

Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak:

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (HR. Al Bazzaar)

Kebanyakan sekolah dan universitas yang ada di Indonesia tidak mengajarkan akhlak/budi pekerti. Justru pada saat opspek, mereka mengajarkan siswa yang kuat menindas siswa yang lemah. Kasus kekerasan di IPDN hanyalah satu kasus yang mencuat ke permukaan. Tak heran jika para lulusannya ketika jadi pejabat lebih banyak yang jadi penindas ketimbang pengayom rakyat.

Sudah saatnya pendidikan Indonesia mulai mengutamakan pendidikan akhlak sebagaimana yang telah dirintis oleh pesantren-pesantren yang ada di Indonesia.

http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/13/time/144634/idnews/866585/idkanal/10

Kamis, 13/12/2007 14:46 WIB

Siswa STM Tewas Dibacok

Saat pulang sekolah, siswa STM Bangun Nusantara, Wahyu Syafrudin (16) dicegat 20 siswa STM. Siswa kelas 2 ini dikeroyok. Wahyu kena bacok di kepalanya.

Di Detik.com juga disebut 500 mahasiswa Unhas tawuran lempar-lemparan batu.

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: