Media Islam, Islam, Allah, Muhammad

Kategori

Kepada Siapa Harta Kita Harus Kita Infaq-kan?

Kepada siapa harta kita harus kita infaq-kan?

Jawab:

Dari orang tua dulu, keluarga dekat, baru yang jauh-jauh. Jangan langsung ke dompet dhu’afa..  Jangan sampai yang nun jauh di sana dibantu, tapi orang tua/keluarga dekat sendiri terlantar.

Ini dalilnya:

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya” [Al Baqarah 215]

  Baca selanjutnya…

Website Media-Islam.or.id Dihancurkan Wahabi?

Beberapa bulan setelah seorang Netter menginformasikan kepada saya bahwa situs Media-Islam akan dimatikan oleh satu kelompok, ternyata benar. Pengunjung Website Media Islam turun dari 165 ribu/bulan jadi 19.000/bulan:

Statistik Turun

Ah masak sih website Islam disabotase?

Saya yakin disabotase, karena website Media Islam dgn keyword di google.com: bukti tuhan itu ada saja sudah menempati urutan pertama. Sekarang dengan kalimat yang hanya ada di artikel Bukti Tuhan itu ada seperti: ”Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama”, menempati halaman 5 pun tidak. Sebaliknya yang muncul adalah blog yang mencopy-paste tulian Media Islam:

Baca selanjutnya…

Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap

Tuntunan Shalat

Inilah buku cara shalat yang berjudul “Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap”. Buku ini disusun oleh Drs Moh. Rifa’i dan diterbitkan oleh PT Karya Toha Putra Semarang. Insya Allah sesuai dengan mazhab Syafi’ie.

Buku ini mengupas lengkap cara-cara sholat mulai dari bersuci (Mandi, Wudhu, dan Tayamum), cara sholat wajib dan sunnat seperti sholat Dhuha, Tahajjud, dsb. Begitu pula doa-doa sesudah sholat.

Baca selanjutnya…

Larangan Berbisik dengan Meninggalkan Seorang yang Lain

Berbisik

Dari Ibnu Umar ra bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau mereka -yakni yang sedang berada dalam majelis- itu bertiga orang, maka janganlah yang dua orang berbisik-bisik, meninggalkan orang yang ketiga -diajak pula-.” (Muttafaq ‘alaih) 

Baca selanjutnya…

Bergantung Kepada Allah

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً, فَقَالَ: يَا غُلاَمُ, إِنّي أُعَلّمُكَ كِلمَاتٍ: إِحْفَظِ الله يَحْفَظْكَ, إِحْفَظِ الله تجِدْهُ تجَاهَكَ, إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ الله, وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بالله, وَاعْلَمْ أَنّ الأُمّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ الله لَكَ, ولو اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرّوكَ إِلاّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ الله عَلَيْكَ, رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفّتِ الصّحُف». قال: هَذَا حَديثٌ حسنٌ صحيحٌ.

Dari Ibn ‘Abbas RA., dia berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi SAW., lalu beliau bersabda, ‘Wahai Ghulam, sesungguhnya ku ingin mengajarkanmu beberapa kalimat (nasehat-nasehat), ‘Jagalah Allah, pasti Allah menjagamu, jagalah Allah, pasti kamu mendapatinya di hadapanmu, bila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu minta tolong, maka minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, bahwa jikalau ada seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfa’at bagimu, maka mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu, dan jikalau mereka berkumpul untuk merugikanmu (membahayakanmu) dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa melakukan itu kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. at-Turmudzy, dia berkata, ‘Hadits Hasan Shahih’. Hadits ini juga diriwayatkan Imam Ahmad)

Hadits ini mengingatkan kita agar kita senantiasa bergantung kepada Allah. Meminta dan berdoa kepada Allah. Bukan kepada makhluknya. Ada pun dengan makhluk, kita sekedar bekerjasama dan tolong menolong. Agar dekat kepada Allah tentu kita harus mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Baca selanjutnya…

Pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Al Washiyyah

Tahfidz 1

Peletakkan batu pertama Pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an (PPTA) Al Washiyyah dilakukan pada hari Jum’at, 25 Muharram 1435 H (29 November 2013) di belakang Yayasan Majelis Al Washiyyah, Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Sebelumnya dibacakan doa oleh Habib Husein bin Abdurrahman Al Habsyi yang datang langsung dari Hadramaut, Yaman. Peletakkan batu pertama dilakukan oleh KH Ali Yafie. Hadir pula pengurus PPTA Al Hafidz Habib Ahmad Al Munawar.

Baca selanjutnya…