Media Islam, Islam, Allah, Muhammad

Kategori

Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap

Tuntunan Shalat

Inilah buku cara shalat yang berjudul “Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap”. Buku ini disusun oleh Drs Moh. Rifa’i dan diterbitkan oleh PT Karya Toha Putra Semarang. Insya Allah sesuai dengan mazhab Syafi’ie.

Buku ini mengupas lengkap cara-cara sholat mulai dari bersuci (Mandi, Wudhu, dan Tayamum), cara sholat wajib dan sunnat seperti sholat Dhuha, Tahajjud, dsb. Begitu pula doa-doa sesudah sholat.

Baca selanjutnya…

Larangan Berbisik dengan Meninggalkan Seorang yang Lain

Berbisik

Dari Ibnu Umar ra bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau mereka -yakni yang sedang berada dalam majelis- itu bertiga orang, maka janganlah yang dua orang berbisik-bisik, meninggalkan orang yang ketiga -diajak pula-.” (Muttafaq ‘alaih) 

Baca selanjutnya…

Bergantung Kepada Allah

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً, فَقَالَ: يَا غُلاَمُ, إِنّي أُعَلّمُكَ كِلمَاتٍ: إِحْفَظِ الله يَحْفَظْكَ, إِحْفَظِ الله تجِدْهُ تجَاهَكَ, إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ الله, وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بالله, وَاعْلَمْ أَنّ الأُمّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ الله لَكَ, ولو اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرّوكَ إِلاّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ الله عَلَيْكَ, رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفّتِ الصّحُف». قال: هَذَا حَديثٌ حسنٌ صحيحٌ.

Dari Ibn ‘Abbas RA., dia berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi SAW., lalu beliau bersabda, ‘Wahai Ghulam, sesungguhnya ku ingin mengajarkanmu beberapa kalimat (nasehat-nasehat), ‘Jagalah Allah, pasti Allah menjagamu, jagalah Allah, pasti kamu mendapatinya di hadapanmu, bila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu minta tolong, maka minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, bahwa jikalau ada seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfa’at bagimu, maka mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu, dan jikalau mereka berkumpul untuk merugikanmu (membahayakanmu) dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa melakukan itu kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. at-Turmudzy, dia berkata, ‘Hadits Hasan Shahih’. Hadits ini juga diriwayatkan Imam Ahmad)

Hadits ini mengingatkan kita agar kita senantiasa bergantung kepada Allah. Meminta dan berdoa kepada Allah. Bukan kepada makhluknya. Ada pun dengan makhluk, kita sekedar bekerjasama dan tolong menolong. Agar dekat kepada Allah tentu kita harus mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Baca selanjutnya…

Pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Al Washiyyah

Tahfidz 1

Peletakkan batu pertama Pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an (PPTA) Al Washiyyah dilakukan pada hari Jum’at, 25 Muharram 1435 H (29 November 2013) di belakang Yayasan Majelis Al Washiyyah, Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Sebelumnya dibacakan doa oleh Habib Husein bin Abdurrahman Al Habsyi yang datang langsung dari Hadramaut, Yaman. Peletakkan batu pertama dilakukan oleh KH Ali Yafie. Hadir pula pengurus PPTA Al Hafidz Habib Ahmad Al Munawar.

Baca selanjutnya…

Jembatan Sirothol Mustaqim

Jembatan Shirothol Mustaqim

Di akhirat, setelah hisab dan mizan, setiap manusia harus melewati Jembatan Sirothol Mustaqim yang membentang di atas neraka. Jembatan ini seperti rambut yang dibelah tujuh. Setajam silet. Sehingga seorang pemain sirkus yang amat ahli pun akan terjatuh jika amalannya buruk. Hanya orang2 yang beriman dan beramal saleh saja yang bisa melewatinya.

 

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorangpun dari golongan kaum Muslimin yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya, yang akan disentuh oleh api neraka , melainkan sekedar menebus persumpahan -tahillatul qasam-.” (Muttafaq ‘alaih) Tahillatul qasam ialah firman Allah Ta’ala: “Dan tiada seorangpun dari engkau semua, melainkan pasti akan mendatangi neraka itu.” (Maryam: 71). Maksudnya mendatangi neraka itu ialah menyeberang di atas jembatan -ashshirath- yakni sebuah jembatan yang diletakkan di atas punggung neraka Jahanam.

Baca selanjutnya…

Kalendar Islam Hijriyah

Hijrah
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” [At Taubah 36]

Sesungguhnya di zaman Nabi sudah dikenal Bulan, Hari, dan Tanggal. Cuma tahunnya saja yang belum ditetapkan. Karena itu tahun lahirnya Nabi disebut Tahun Gajah karena tidak ada penanggalan Tahun saat itu. Pada zaman Khalifah Umar ra, baru ditetapkan tahun penanggalan Islam Hijriyah.

Baca selanjutnya…