|
|
غُلِبَتِ ٱلرُّومُ
Telah dikalahkan bangsa Rumawi
فِىٓ أَدْنَى ٱلْأَرْضِ وَهُم مِّنۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
di negeri yang terdekat (Suriah dan Palestina) dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang
فِى بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ ٱلْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِنۢ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍۢ يَفْرَحُ ٱلْمُؤْمِنُونَ
dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,
بِنَصْرِ ٱللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. ” [Ar Ruum 2-5]
Baca selanjutnya…
Saat ini kadang dalam hal khilafiyyah/furu’iyah, meski masing-masing pihak punya pegangan Al Qur’an dan Hadits, pihak yang lain mencaci yang lainnya. Dari membid’ahkan pihak yang lain, hingga mengkafirkan. Berbagai caci-maki bahkan fitnah dan kebohongan pun dilontarkan. Sungguh jauh dari ajaran Islam.
Sesungguhnya perbedaan pendapat itu hal yang biasa. Di antara Suami-Istri, Kakak-Adik, para Ulama Mazhab seperti Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’ie, dan Imam Hambali saja biasa terjadi perbedaan pendapat. Bahkan para Nabi pun seperti Nabi Daud dan Nabi Sulayman dijelaskan Allah dalam Surat Al Anbiyaa’ ayat 78 dan 79 berbeda pendapat. Jika kita saling menghormati, niscaya perbedaan pendapat itu jadi rahmat. Kita bisa hidup rukun dan damai. Tapi jika tidak bisa menerima bahkan mencaci-maki pihak lain, yang jadi adalah pertengkaran, perceraian, bahkan peperangan.
Bagaimana cara Nabi menghadapi perbedaan?
Kecuali menyangkut masalah prinsip akidah dan hal-hal yang sudah qoth’i, Islam dikenal sangat menghargai perbedaan. Nabi Muhammad mencontohkan dengan dengan sangat indah kepada kita semua.
Baca selanjutnya…
Tulisan Terkait
Saat ini ada sebagian kecil Muslim yang “berjihad” membunuh sesama Muslim lainnya. Sekedar mengingatkan:
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim itu bersaudara terhadap muslim lainnya, ia tidak boleh menganiaya dan menghinanya. Seseorang cukup dianggap berlaku jahat karena ia menghina saudaranya sesama muslim.”(HR.Muslim)
Termasuk perbuatan mencaci muslim di antaranya adalah menyakiti, mencela, mengadu domba serta senang menyebarkan gosip yang tidak benar, mencemarkan nama baik sehingga bisa merusak keluhuran martabat saudaranya, dan membuka rahasia pribadi yang tidak patut diketahui orang lain.
Baca selanjutnya…
Tulisan Terkait Ciri Khawarij: Tak Mengamalkan Al Qur’an dan Membunuh Muslim
Haram Berteman dengan Kafir Harbi dan Membunuh Sesama Muslim
Jangan Mudah Mengkafirkan Sesama Muslim
Inilah buku Ensiklopedia Anak Pintar (Serial Jelajah Dunia dengan AL Qur’an dan Hadits) yang terdiri dari 12 Jilid + 1 Buku Panduan Orang Tua.
Buku ini membahas secara lengkap namun gamblang ilmu Biologi, Fisika, Seni, Sastra Dunia, Teknologi, Matematika, dan sebagainya.
Dr. Seto Mulyadi dalam kata pengantarnya menyatakan Buku Ensiklopedia Anak Pintar yang menggunakan pendekatan IQ, EQ, dan SQ bisa meningkatkan kemampuan anak baik secara intelektual, emosiolan, dan spiritual
Baca selanjutnya…

Inilah Buku Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis. Buku ini mengungkap kebenaran Mukjizat Alquran dan Hadis melalui Ilmu Pengetahuan.
Buku ini ditulis oleh: Prof. Dr. Musthafa Abdul Mun’im, Prof. Dr. Abd Al Basith Muhammad Sayyid, Prof. Dr. Belkheir Hammouti, Ir. Abdu Daim Kaheel, Harun Yahya, Dr. dr. Muhammad Nizar Al Daqr, Dr. dr. Mahmud Nazhim Al Nasimi, Prof. Dr. Musthafa Ibrahim Hasan, Prof. Dr. Fudhail Bakar, dkk.
Baca selanjutnya…
Tulisan Terkait 10 Surat Terakhir dari Juz ‘Amma Al Qur’an
Utamakan Al Qur’an dan Hadits daripada Hikayat dalam Berdakwah
Keajaiban Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Modern
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Allah memberi ganjaran sekecil apa pun amal yang kita perbuat. Meski hanya sebesar dzarrah atau debu:
“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar” [An Nisaa' 40]
Baca selanjutnya…
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)
Satu dari ciri kaum Khawarij menurut Nabi Muhammad adalah mereka membaca Al Qur’an dan Hadits, namun tidak diamalkan. Ucapannya tidak melampaui kerongkongan mereka. Hanya di mulut saja.
Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)
Baca selanjutnya…
Tulisan Terkait Larangan Mencaci dan Membunuh Sesama Muslim
Haram Berteman dengan Kafir Harbi dan Membunuh Sesama Muslim
Jangan Mudah Mengkafirkan Sesama Muslim
|
|
Recent Comments