<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Islam &#187; Penyakit Hati</title>
	<atom:link href="http://media-islam.or.id/category/penyakit-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-islam.or.id</link>
	<description>Belajar Islam sesuai Al Qur&#039;an dan Hadits</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 20:23:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Penyakit Riya, Bakhil dan Kikir</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Bakhil]]></category>
		<category><![CDATA[Kikir]]></category>
		<category><![CDATA[Riya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=632</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Riya</p> <p style="text-align: justify;"> <p style="text-align: justify;">Riya adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.</p> <p style="text-align: justify;"> <p style="text-align: justify;">Ciri-ciri riya:</p> <p style="text-align: justify;">Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Riya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Riya adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ciri-ciri riya:</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. (HR. Ibnu Babawih).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-632"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang riya’, maka amal perbuatannya sia-sia belaka.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” [Al Maa’uun 4-6]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Riya membuat amal sia-sia sebagaimana syirik. (HR. Ar-Rabii&#8217;)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil. (HR. Ahmad dan Al Hakim)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Imam Al Ghazali mengumpamakan orang yang riya itu sebagai orang yang malas ketika dia hanya berdua saja dengan rajanya. Namun ketika ada budak sang raja hadir, baru dia bekerja dan berbuat baik untuk mendapat pujian dari budak-budak tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Nah orang yang riya juga begitu. Ketika hanya berdua dengan Allah Sang Raja Segala Raja, dia malas dan enggan beribadah. Tapi ketika ada manusia yang tak lebih dari hamba/budak Allah, maka dia jadi rajin shalat, bersedekah, dan sebagainya untuk mendapat pujian para budak. Adakah hal itu tidak menggelikan?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Agar terhindar dari riya, kita harus meniatkan segala amal kita untuk Allah ta’ala (Lillahi ta’ala).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Bakhil atau Kikir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bakhil alias Kikir alias Pelit alias Medit adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 180]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Padahal segala harta kita termasuk diri kita adalah milik Allah. Saat kita lahir kita tidak punya apa-apa. Telanjang tanpa busana. Saat mati pun kita tidak membawa apa-apa kecuali beberapa helai kain yang segera membusuk bersama kita.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya harta yang kita simpan itu bukan harta kita yang sejati. Saat kita mati tidak akan ada gunanya bagi kita. Begitu pula dengan harta yang kita pakai untuk hidup bermegah-megahan seperti beli mobil dan rumah mewah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” [Al Lail 8-11]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Yang justru jadi harta yang bermanfaat bagi kita di akhirat nanti adalah harta yang kita belanjakan di jalan Allah atau disedekahkan. Harta tersebut akan jadi pahala yang balasannya adalah istana surga yang luasnya seluas langit dan bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al Hadiid 21]</p>
<p style="text-align: justify;">Insya Allah bersambung&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Baca juga:</p>
<h2><a href="http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/">Penyakit Hati Sombong, Iri, dan Dengki dan Cara Mengobatinya</a></h2>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/&amp;t=Penyakit+Riya%2C+Bakhil+dan+Kikir" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Penyakit+Riya%2C+Bakhil+dan+Kikir+-+File: /data/app/webapp/functions.php<br />Line: 7<br />Message: Too many connections&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Penyakit%20Riya%2C%20Bakhil%20dan%20Kikir%22&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Riya%0D%0A%0D%0ARiya%20adalah%20berbuat%20kebaikan%2Fibadah%20dengan%20maksud%20pamer%20kepada%20manusia%20agar%20orang%20mengira%20dan%20memujinya%20sebagai%20orang%20yang%20baik%20atau%20gemar%20beribadah%20seperti%20shalat%2C%20puasa%2C%20sedekah%2C%20dan%20sebagainya.%0D%0A%0D%0ACiri-ciri%20riya%3A%0D%0AOrang%20yang%20riya%20berciri%20tiga%2C%20yakni%20apabila%20di%20hadapan%20orang%20dia%20giat%20tapi%20" rel="nofollow" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Penyakit+Riya%2C+Bakhil+dan+Kikir&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Riya%0D%0A%0D%0ARiya%20adalah%20berbuat%20kebaikan%2Fibadah%20dengan%20maksud%20pamer%20kepada%20manusia%20agar%20orang%20mengira%20dan%20memujinya%20sebagai%20orang%20yang%20baik%20atau%20gemar%20beribadah%20seperti%20shalat%2C%20puasa%2C%20sedekah%2C%20dan%20sebagainya.%0D%0A%0D%0ACiri-ciri%20riya%3A%0D%0AOrang%20yang%20riya%20berciri%20tiga%2C%20yakni%20apabila%20di%20hadapan%20orang%20dia%20giat%20tapi%20" rel="nofollow" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Penyakit+Riya%2C+Bakhil+dan+Kikir&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Riya%0D%0A%0D%0ARiya%20adalah%20berbuat%20kebaikan%2Fibadah%20dengan%20maksud%20pamer%20kepada%20manusia%20agar%20orang%20mengira%20dan%20memujinya%20sebagai%20orang%20yang%20baik%20atau%20gemar%20beribadah%20seperti%20shalat%2C%20puasa%2C%20sedekah%2C%20dan%20sebagainya.%0D%0A%0D%0ACiri-ciri%20riya%3A%0D%0AOrang%20yang%20riya%20berciri%20tiga%2C%20yakni%20apabila%20di%20hadapan%20orang%20dia%20giat%20tapi%20" rel="nofollow" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Hati Sombong, Iri, dan Dengki dan Cara Mengobatinya</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 01:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Dengki]]></category>
		<category><![CDATA[Iri]]></category>
		<category><![CDATA[Sombong]]></category>
		<category><![CDATA[Ujub]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-islam.or.id/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:</p> <p style="text-align: justify;"> <p style="text-align: justify;">Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-602"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kita perlu mengenal beberapa penyakit hati yang berbahaya serta bagaimana cara menyembuhkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Sombong</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sering orang karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Allah melarang kita untuk menjadi sombong:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’ 37]</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Allah menyediakan neraka jahannam bagi orang yang sombong:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .&#8221; [Al Mu’min 76]</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ “Uluumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang sama dengan tempat keluarnya kotoran.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bukankah Allah mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” [Al Mursalaat 20]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Saat hidup pun kita membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita masih bersikap sombong?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>‘Ujub (Kagum akan diri sendiri)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jika kita mendapat keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan “Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Iri dan Dengki</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari) [HR Bukhari]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya&#8217;la)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dengki lebih parah dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang. Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.&#8221; [Al Falaq 5]</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kedengkian bisa menghancurkan pahala-pahala kita.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu Dawud)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bersambung ke:</strong></p>
<h2><a href="http://media-islam.or.id/2009/10/18/penyakit-riya-bakhil-dan-kikir/">Penyakit Riya, Bakhil dan Kikir</a></h2>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/&amp;t=Penyakit+Hati+Sombong%2C+Iri%2C+dan+Dengki+dan+Cara+Mengobatinya" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Penyakit+Hati+Sombong%2C+Iri%2C+dan+Dengki+dan+Cara+Mengobatinya+-+File: /data/app/webapp/functions.php<br />Line: 7<br />Message: Too many connections&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Penyakit%20Hati%20Sombong%2C%20Iri%2C%20dan%20Dengki%20dan%20Cara%20Mengobatinya%22&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Hati%20%28bahasa%20Arab%20Qalbu%29%20adalah%20bagian%20yang%20sangat%20penting%20daripada%20manusia.%20Jika%20hati%20kita%20baik%2C%20maka%20baik%20pula%20seluruh%20amal%20kita%3A%0D%0A%0D%0ARasulullah%20saw.%20bersabda%2C%20%E2%80%9C%E2%80%A6.Bahwa%20dalam%20diri%20setiap%20manusia%20terdapat%20segumpal%20daging%2C%20apabila%20ia%20baik%20maka%20baik%20pula%20seluruh%20amalnya%2C%20dan%20apabila%20ia%20itu%20rusak%20m" rel="nofollow" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Penyakit+Hati+Sombong%2C+Iri%2C+dan+Dengki+dan+Cara+Mengobatinya&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Hati%20%28bahasa%20Arab%20Qalbu%29%20adalah%20bagian%20yang%20sangat%20penting%20daripada%20manusia.%20Jika%20hati%20kita%20baik%2C%20maka%20baik%20pula%20seluruh%20amal%20kita%3A%0D%0A%0D%0ARasulullah%20saw.%20bersabda%2C%20%E2%80%9C%E2%80%A6.Bahwa%20dalam%20diri%20setiap%20manusia%20terdapat%20segumpal%20daging%2C%20apabila%20ia%20baik%20maka%20baik%20pula%20seluruh%20amalnya%2C%20dan%20apabila%20ia%20itu%20rusak%20m" rel="nofollow" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Penyakit+Hati+Sombong%2C+Iri%2C+dan+Dengki+dan+Cara+Mengobatinya&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Hati%20%28bahasa%20Arab%20Qalbu%29%20adalah%20bagian%20yang%20sangat%20penting%20daripada%20manusia.%20Jika%20hati%20kita%20baik%2C%20maka%20baik%20pula%20seluruh%20amal%20kita%3A%0D%0A%0D%0ARasulullah%20saw.%20bersabda%2C%20%E2%80%9C%E2%80%A6.Bahwa%20dalam%20diri%20setiap%20manusia%20terdapat%20segumpal%20daging%2C%20apabila%20ia%20baik%20maka%20baik%20pula%20seluruh%20amalnya%2C%20dan%20apabila%20ia%20itu%20rusak%20m" rel="nofollow" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2009/10/08/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Islam terhadap Harta, Kaya dan Kesederhanaan</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2008/02/29/pandangan-islam-terhadap-harta-kaya-dan-kesederhanaan/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2008/02/29/pandangan-islam-terhadap-harta-kaya-dan-kesederhanaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 01:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ihsan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2008/02/29/pandangan-islam-terhadap-harta-kaya-dan-kesederhanaan/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Saya membaca satu tulisan dari seorang ustad yang cukup terkenal tentang “Pandangan Islam terhadap Harta.” Isinya cukup bagus, di antaranya mengajarkan pembaca untuk jadi kaya sehingga bisa menggunakannya untuk kebaikan.</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify"> </p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Meski demikian ada beberapa hal yang sepertinya kurang pas dan mengganjal di hati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Saya membaca satu tulisan dari seorang ustad yang cukup terkenal tentang “Pandangan Islam terhadap Harta.” Isinya cukup bagus, di antaranya mengajarkan pembaca untuk jadi kaya sehingga bisa menggunakannya untuk kebaikan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Meski demikian ada beberapa hal yang sepertinya kurang pas dan mengganjal di hati saya. Misalnya karena ingin kaya akhirnya begitu melihat rumah dan mobil bagus lalu mengelus-elus rumah dan mobil bagus milik orang lain yang diinginkannya (syukur-syukur kalau pagar rumah itu tidak dialiri listrik atau dipanggil satpam oleh yang punya) atau <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">gaya</st1:city></st1:place> hidup mewah seperti punya pesawat jet pribadi, naik pesawat first class, mobil mewah, dan makan makanan enak. Begitu pula dengan beberapa bacaan penulis Barat seperti Robert Kiyosaki yang meski sempat saya baca cukup bagus, namun tidak semuanya bisa jadi pegangan karena akhirnya mengarah pada spekulasi saham dan MLM (Buku-buku seperti itu memang jadi pegangan aktivis MLM).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span><span id="more-82"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Beberapa panutan yang ditonjolkan juga merupakan orang-orang kaya yang bermasalah di mana ada yang merupakan penghutang BLBI trilyunan rupiah dan juga keluarganya melakukan penundaan pembayaran hutang ganti rugi rumah dan tanah kepada warga Porong yang mereka rugikan, serta menjual media TV yang mereka miliki kepada konglomerat media Yahudi, Rupert Murdoch. Padahal ini tidak sesuai ajaran Islam:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Orang kaya yang menunda-nunda (mengulur-ulurkan waktu) pembayaran hutangnya adalah kezaliman. (HR. Bukhari)<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Seorang ulama harusnya mewarnai ummatnya dengan sibghatullah. Bukan justru diwarnai ummatnya terutama dengan hal-hal yang kurang sesuai dengan ajaran Islam.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Sebagai orang Islam, pedoman kita adalah Kitabullah Al Qur’an dan Sunnah Nabi. Insya Allah, Al Qur’an itu Haq dan Nabi itu maksum terjaga dari dosa dan kesalahan. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Ada pun manusia biasa termasuk ulama tidak lepas dari salah dan lupa.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Dari berbagai ayat Al Qur’an dan Hadits yang saya baca, saya mengambil kesimpulan bahwa Islam itu menganjurkan ummatnya untuk memberi. Bukan untuk menjadi kaya. Contohnya kita disuruh membayar zakat dan juga bersedekah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Mungkin ada yang bertanya, ”Apa bedanya ”Memberi” dengan ”Menjadi Kaya”? Bukankah untuk memberi kita harus kaya?”<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Meski sekilas ”Memberi” sama dengan ”Menjadi Kaya”, tapi tidak serupa. Betapa banyak orang yang kaya tapi tidak mau bayar zakat atau bersedekah? Sebaliknya berapa banyak orang miskin atau yang hidupnya biasa saja tapi justru rajin berzakat dan sedekah? Banyak orang yang kaya tapi tidak berhaji. Sebaliknya banyak orang yang pas-pasan seperti TKI dan TKW malah bisa naik haji.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Mungkin ada yang bertanya, ”Apa iya orang miskin atau pas-pasan bisa sedekah/bayar zakat?” Jawabnya bisa:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya: Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: &#8220;Sedekah orang yang tak punya, dan mulailah memberi sedekah atas orang yang banyak tanggungannya. Dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Dawud. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim.<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Bukan cuma dari hadits, ini pengalaman saya sendiri. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Sebagai Ketua sebuah organisasi, beberapa orang menyumbang melalui saya. Ternyata penyumbang terbesar itu bukanlah orang yang kaya menurut pandangan ustad tersebut. Luas rumahnya paling tidak lebih dari 30 m2, mobil dan motor dia tidak punya. Namun dia menyumbang laptop dan palmtop (paling tidak nilainya Rp 3 juta) untuk ummat sambil memberi uang cash Rp 200 ribu. Dia jamu saya dengan makanan dan teh botol. Anggota-anggota lain yang punya mobil dan rumah bagus belum tentu bisa begitu. Ustad yang menerima laptop tersebut rumahnya dan sofanya jauh lebih bagus daripada rumah teman saya yang menyumbang. Teman saya bahkan tak punya sofa/kursi dan meja di ruang tamunya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Sebalik ketika saya bersama teman-teman berkunjung ke rumah orang kaya di bilangan Jakarta Selatan, masya Allah. Meski lewat waktu makan malam cuma dihidangi minum saja sehingga perut kelaparan. Sampai di rumah sekitar jam 23:30 malam saya makan malam sambil gemetaran&#8230;Padahal orang kaya ini (Direktur Utama berbagai perusahaan besar di Indonesia) rumahnya sangat besar, mobilnya mewah dan banyak.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Kalau disuruh memilih harus bertamu ke siapa, saya tidak akan ragu untuk memilih bertamu ke rumah teman saya yang biasa saja tapi gemar memberi ketimbang ke rumah orang kaya namun ”hematnya” minta ampun&#8230;<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Dalam Islam, yang diperintahkan adalah membelanjakan harta untuk kebaikan. Bukan menjadi kaya. Misalnya dalam rukun Islam tidak ada perintah jadi orang kaya. Yang ada adalah membayar zakat dan pergi berhaji JIKA mampu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Saat ini saya melihat sebagian orang menganggap bahwa Islam mengharuskan ummat Islam harus kaya dengan alasan Nabi d</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">ulu kaya dan banyak perintah Islam seperti Zakat, Haji, Sedekah mensyaratkan adanya kekayaan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Meski sekilas kelihatan benar, namun kiranya hal itu kurang tepat. Apalagi jika akhirnya untuk menjadi kaya semua cara dihalalkan dan membelanjakannya pun dengan bermewah-mewah serta memandang hina orang miskin.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">”Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku&#8217;lah beserta orang-orang yang ruku&#8217;” [Al Baqarah:43]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">”Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” [Al Baqarah:83]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">”Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” [Al Baqarah:110]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Ayat-ayat Al Qur’an di atas cukup jelas bahwa Islam memerintahkan ummatnya untuk membayar zakat dan bersedekah kepada kerabat dan fakir miskin. Bukan menjadi kaya karena berapa banyak orang yang kaya tapi tidak bayar zakat dan bersedekah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Hadits Nabi ”Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah” adalah himbauan untuk memberi. Artinya orang yang memberi lebih mulia daripada orang yang meminta. Bukan orang kaya lebih mulia dari pada orang miskin.</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"> Berapa banyak orang yang kaya tapi dari hasil minta-minta suap atau komisi dan enggan bersedekah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Menjadi kaya bukanlah tujuan dalam Islam. Berapa banyak orang yang kaya, tapi dilaknat Allah dalam Al Qur’an. Contohnya Karun. Kekayaannya sangat besar, namun karena sombong dan enggan menolong, dia mati dibenamkan ke dalam bumi oleh Allah SWT.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Saking kayanya Karun, kunci-kunci gudang hartanya saja sangat berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat macam Ade Rai&#8230;:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">”Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: &#8220;Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri&#8221; [Al Qashash:76]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Bukan hanya Karun orang kaya yang disiksa Allah. Sebelumnya banyak orang-orang yang lebih kaya juga dibinasakan oleh Allah SWT:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Karun berkata: &#8220;Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku&#8221;. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” QS 28.78<span>  </span><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Mengharap kaya seperti Karun bukanlah ajaran Islam:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #990000" lang="SV">”Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: &#8220;Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar&#8221;.<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: &#8220;Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar&#8221;.[Al Qashash:79-80]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Allah membenamkan Karun beserta hartanya ke dalam bumi dan orang yang ingin kaya seperti Karun menyesal:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu. berkata:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">&#8220;Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)&#8221;. [Al Qashash:81-82]<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Ayat di atas jelas bahwa menjadi kaya bukanlah tujuan dalam Islam. Untuk memperjelas saya tampilkan lagi ayat yang lain:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #990000" lang="FI">”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takatsuur:1]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Harta/kekayaan tidak ada manfaatnya jika dari yang haram atau tidak digunakan di jalan Allah:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #990000" lang="FI">”Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” [Al Lahab:2]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Dalam hal mencari kekayaan, orang sering lupa sehingga yang haram menjadi halal. Indonesia adalah merupakan satu negara terkorup di dunia padahal mayoritasnya ummat Islam. Karena ingin kaya, banyak ummat Islam memilih jalan pintas dengan korupsi, mendapat komisi, dan sebagainya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Banyak pejabat yang tidak mau kerja kecuali jika diberi uang padahal sebetulnya itu memang pekerjaan yang harus dia kerjakan. Sebagai contoh baru-baru ini ada berita Gubernur BI memberikan uang milyaran rupiah kepada DPR agar DPR membuat UU tentang BLBI. Untuk apa DPR diberi uang padahal membuat UU memang tugas mereka? Anggota DPR yang sebagian berasal dari Parpol Islam kan sudah digaji besar untuk membuat UU, mengapa harus diberi uang lagi? Inilah akibatnya jika kekayaan jadi tujuan utama seorang Muslim.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Rasulullah SAW berkata: ”Demi Allah, bukan kefakiran yang aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah jika kekayaan dunia dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah dilimpahkan kepada orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba dan akhirnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana ia telah membinasakan mereka.” </span></strong><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">(Shahih Muslim No.5261)<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Dalam surat Al Maa’uun disebut bahwa orang yang enggan menolong anak yatim dan fakir miskin dengan barang berguna sebagai pendusta agama meski dia sholat:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #990000" lang="FI">”Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?<span>  </span><o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #990000" lang="FI">Itulah orang yang menghardik anak yatim, <o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #990000" lang="SV">dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, <o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">(yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, <o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">orang-orang yang berbuat ria.<span>  </span><o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” [Al Maa’uun:1-7]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Allah tidak memandang apakah orang itu kaya atau banyak harta:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Dan orang-orang yang di atas A&#8217;raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: &#8220;Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.&#8221;<span>  </span>[Al A’raaf:48]<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan:<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan <strong>janganlah kamu berlebih-lebihan. </strong></span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">.” [Al An’aam:141]<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Orang yang hidup mewah secara berlebih sulit untuk bersedekah. Sebagai contoh, orang yang hartanya Rp 10 milyar, jika dia hemat dia hanya memakai Rp 1 milyar untuk kebutuhan hidupnya dan Rp 9 milyar dibelanjakan di jalan Allah. Tapi orang yang hidup boros, misalnya ada orang yang barang-barang melekat di badannya (pakaian, sepatu, jam tangan) saja sudah Rp 2 milyar, bisa menghabiskan Rp 10 milyar untuk bermewah-mewahan sehingga tidak ada lagi uang tersisa untuk zakat dan sedekah. Bahkan bisa jadi pengeluarannya berlebih hingga terbelenggu hutang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Mengenai pandangan hidup mewah untuk ”meningkatkan kualitas hidup”, adakah itu sesuai Al Qur’an dan Sunnah Nabi? Allah melarang kita menghambur-hamburkan harta secara boros. Sebaliknya memerintahkan kita untuk bersedekah:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan <span style="color: #990000">janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.<span>  </span><o:p></o:p></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #990000" lang="FI">Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara seta</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">n dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Nabi Muhammad sendiri selaku Nabi dan pimpinan negara di mana kerajaan Romawi dan Persia sudah hampir jatuh di tangannya meski kaya menolak hidup mewah. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Pada zaman Sahabat kedua kerajaan besar itu takluk di tangan Islam. Tidak seperti Raja Romawi dan Persia yang hidup mewah bergelimang harta, beliau hidup sederhana. Nabi tidur hanya beralaskan pelepah kurma sementara perabot rumahnya sedikit sekali sehingga membuat Umar ra menangis terharu:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Kisah Umar ra: Aku (Umar) lalu segera masuk menemui Rasulullah saw. yang sedang berbaring di atas sebuah tikar. Aku duduk di dekatnya lalu beliau menurunkan kain sarungnya dan tidak ada sesuatu lain yang menutupi beliau selain kain itu. Terlihatlah tikar telah meninggalkan bekas di tubuh beliau. Kemudian aku melayangkan pandangan ke sekitar kamar beliau. Tiba-tiba aku melihat segenggam gandum kira-kira seberat satu sha‘ dan daun penyamak kulit di salah satu sudut kamar serta sehelai kulit binatang yang belum sempurna disamak. Seketika kedua mataku meneteskan air mata tanpa dapat kutahan. Rasulullah bertanya: Apakah yang membuatmu menangis, wahai putra Khathab? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, bagaimana aku tidak menangis, tikar itu telah membekas di pinggangmu dan tempat ini aku tidak melihat yang lain dari apa yang telah aku lihat. Sementara kaisar (raja Romawi) dan kisra (raja Persia) bergelimang buah-buahan dan sungai-sungai sedangkan engkau adalah utusan Allah dan hamba pilihan-Nya hanya berada dalam sebuah kamar pengasingan seperti ini. Rasulullah saw. lalu bersabda: Wahai putra Khathab, apakah kamu tidak rela, jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian mereka? [Muslim]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Keluarga Nabi tidak pernah 3 hari berturut-turut makan dengan kenyang. Selalu ada saat kelaparan setiap 3 hari. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">‘Aisyah melaporkan: Tidak pernah keluarga Muhammad (SAW) makan sampai kenyang dengan roti gandum untuk tiga malam berturut-turut sejak kedatangan mereka di Medina hingga wafatnya” [Muslim]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Inilah sunnah Nabi kita. <strong><span style="color: #990000">Kaya, tapi memilih menyumbangkan kekayaannya untuk kejayaan Islam. Bukan menumpuk-numpuk kekayaannya untuk bermegah-megahan seperti dalam surat At Takatsuur. <o:p></o:p></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Para sahabat seperti <strong>Usman bin Affan menyumbang sepertiga hartanya untuk jihad di jalan Allah. Umar bin Khothob menyumbang separuh hartanya. Dan Abu Bakar menyumbang seluruh hartanya. </strong>Mereka menggunakan hartanya untuk memperkuat Islam sehingga persenjataan ummat Islam kuat dan lengkap dan bisa membiayai tentara yang tidak mampu secara finansial. Bukan untuk kepentingan pribadi secara berlebihan. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Nah, semangat memberi, semangat berinfak inilah yang harus kita tiru.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Sempat para sahabat dalam 7 peperangan sampai makan belalang karena lapar. Pernah juga mereka makan seekor kambing yang dimakan beramai-ramai. Meski hidup prihatin, namun Nabi dan para sahabat dalam berjihad justru luar biasa hebatnya sehingga dua super power dunia waktu itu, Romawi dan Persia tidak dapat menaklukkan pasukan Islam. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Justru merekalah yang tunduk. Harta yang ada digunakan bukan untuk kepentingan pribadi atau hidup mewah, tapi digunakan untuk melengkapi kendaraan, senjata, dan juga logistik untuk jihad.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Coba bayangkan pasukan mana yang akan menang? Jenderal yang memilih dana yang ada untuk membeli mobil mercy dan jaguar sementara panser amfibinya dibiarkan tua (buatan tahun 1962) dan bisa tenggelam dilaut dengan sendirinya atau jenderal yang memilih mobil yang sederhana dan membeli mobil tank yang canggih untuk anak buahnya?<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Mana yang lebih baik? Jenderal yang memakai uang yang ada untuk beli pesawat pribadi yang mewah sementara anak buahnya naik pesawat tua Hercules yang umurnya hampir setengah abad sehingga belum kena peluru lawan sudah jatuh dengan sendirinya atau jenderal yang sederhana dan naik pesawat terbang dinas yang dipakai bersama-sama rekannya kemudian menggunakan sisa uangnya untuk pesawat tempur yang canggih?<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Banyak orang-orang Arab yang kaya, tapi mereka tidak mampu mengalahkan Israel karena mereka lebih memilih menggunakan kekayaannya untuk hidup mewah. Bukan untuk membeli persenjataan yang bagus dan lengkap guna berjihad di jalan Allah. Orang-orang Arab yang jumlahnya 200 juta orang tak mampu mengalahkan orang Israel yang hanya 4 juta orang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #990000" lang="SV">Satu penyebab mundurnya ummat Islam adalah Wahn: Cinta Dunia dan Takut Mati:<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Tsaubah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakah karena jumlah kami sedikit waktu itu? Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di lautan. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah wahn itu? Beliau bersabda: Cinta dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Di Indonesia banyak orang miskin dan senjatanya sedikit serta antik-antik. Apakah kita kekurangan uang? Tidak juga. Para pejabat kita umumnya tidak mempergunakan uang yang ada untuk mensejahterakan rakyatnya. Tapi untuk memperkaya pribadi. Tak heran jika hartanya puluhan milyar rupiah dan sering tidak sesuai dengan gaji yang mereka terima. Banyak yang menghabiskan Rp 2-3 milyar rupiah untuk satu pernikahan anaknya. Jumlah ini sebenarnya cukup untuk memberi rumah tempat berteduh 80 orang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Tentu saja ini bukan berarti ummat Islam harus malas mencari rezeki dan hidup miskin. Sebagaimana Sunnah Nabi dan contoh para sahabat, Nabi bisa kaya dan hidup mewah jika mau. Tapi beliau lebih memilih untuk bersedekah dan membelanjakan hartanya di jalan Allah:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Istri Nabi, ’Aisyah berkata bahwa pernah Nabi pagi-pagi mendapat hadiah yang banyak. Namun sebelum petang tiba harta tersebut sudah habis dibagikan untuk fakir miskin. Itulah akhlak Nabi sesuai ayat Al Qur’an di bawah:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Allah SWT berkata, ”Engkau tak akan mendapatkan kebaikan apa pun hingga kalian menyedekahkan sebagian harta yang paling kalian cintai.Ketahuilah, apa pun yang kalian infakkan, Allah pasti mengetahuinya.” (Ali ‘Imran: 92).<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al Baqarah:195]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Nabi memiliki rumah untuk berteduh, kendaraan untuk dakwah dan jihad, baju zirah dan pedang untuk berperang. Idealnya para Muslim memiliki hal itu. Nabi memilih yang terbaik manfaatnya, tapi bukan yang termewah/mahal. Sebagai contoh Nabi memilih cincin perak untuk stempel ketimbang cincin emas. Nabi juga memilih baju zirah dan pedang dari baja yang kuat ketimbang emas 24 karat yang lunak.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Bukankah ketika kita mencari rezeki, akan terlihat perbedaannya antara orang yang niatnya hanya untuk kaya sehingga bisa punya rumah dan mobil mewah serta makan enak dengan orang yang ingin membelanjakan hartanya di jalan Allah lillahi ta’ala?<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Jadi luruskan niat kita lillahi ta’ala. Masih banyak orang miskin di sekitar kita, bahkan banyak yang bunuh diri karena kemiskinan. Bantu mereka. Jangan habiskan harta kita karena gaya hidup kita yang boros.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Dari Umar bin Khottob ra dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh SAW bersabda: <strong>’Sesungguhnya seluruh amal tergantung kepada niat,</strong> dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah untuk mendapatkan dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’” (Bukhari-Muslim)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Jadi niatkan semua untuk Lillahi ta’ala. Bukan yang lainnya seperti dunia atau harta.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Saat ini bermunculan motivator Islam. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Ini bagus. Tapi jangan sampai kita mengikuti motivator Barat sehingga akhirnya tenggelam pada materialisme/duniawi. Meski Islam MELARANG kita melupakan dunia, namun Islam mengajarkan kita mengutamakan akhirat:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi” [Al Qashash:77]<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #990000" lang="SV">”Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia, maka Kami segerakan baginya di dunia dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir” [Al Israa’:18]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Allah mengingatkan kita bahwa akhirat lebih baik dan kekal dari dunia karena manusia memang cenderung pada dunia hingga banyak yang lupa akan akhirat:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: green" lang="SV">”Sungguh hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada dunia” [Adh Dhuhaa:4]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: green" lang="SV">”Akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” [Al A’laa:17]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Di Indonesia banyak orang miskin. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">Menurut media VHR, 50.000 rakyat Indonesia </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">bunuh diri karena kemiskinan dalam 3 tahun terakhir. Bahkan di media Surya Online diberitakan ada anak SD usia 11 tahun yang bunuh diri karena tidak kuat menahan lapar dan sakit maag yang diderita karena dia hanya sanggup makan sekali sehari. Tidak sepantasnya ummat Islam hidup bermewah-mewah sementara mayoritas rakyat hidup miskin karena ini tanda dari kurangnya iman:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="FI">”Tidak beriman kepadaku orang yang tidur dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu.” (HR. Al Bazzaar)<o:p></o:p></span></strong></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://media-islam.or.id/2008/02/29/pandangan-islam-terhadap-harta-kaya-dan-kesederhanaan/&amp;t=Pandangan+Islam+terhadap+Harta%2C+Kaya+dan+Kesederhanaan" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Pandangan+Islam+terhadap+Harta%2C+Kaya+dan+Kesederhanaan+-+File: /data/app/webapp/functions.php<br />Line: 7<br />Message: Too many connections&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Pandangan%20Islam%20terhadap%20Harta%2C%20Kaya%20dan%20Kesederhanaan%22&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2008/02/29/pandangan-islam-terhadap-harta-kaya-dan-kesederhanaan/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Saya%20membaca%20satu%20tulisan%20dari%20seorang%20ustad%20yang%20cukup%20terkenal%20tentang%20%E2%80%9CPandangan%20Islam%20terhadap%20Harta.%E2%80%9D%20Isinya%20cukup%20bagus%2C%20di%20antaranya%20mengajarkan%20pembaca%20untuk%20jadi%20kaya%20sehingga%20bisa%20menggunakannya%20untuk%20kebaikan.%0A%20%0AMeski%20demikian%20ada%20beberapa%20hal%20yang%20sepertinya%20kurang%20pas%20dan%20mengganjal" rel="nofollow" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Pandangan+Islam+terhadap+Harta%2C+Kaya+dan+Kesederhanaan&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2008/02/29/pandangan-islam-terhadap-harta-kaya-dan-kesederhanaan/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Saya%20membaca%20satu%20tulisan%20dari%20seorang%20ustad%20yang%20cukup%20terkenal%20tentang%20%E2%80%9CPandangan%20Islam%20terhadap%20Harta.%E2%80%9D%20Isinya%20cukup%20bagus%2C%20di%20antaranya%20mengajarkan%20pembaca%20untuk%20jadi%20kaya%20sehingga%20bisa%20menggunakannya%20untuk%20kebaikan.%0A%20%0AMeski%20demikian%20ada%20beberapa%20hal%20yang%20sepertinya%20kurang%20pas%20dan%20mengganjal" rel="nofollow" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Pandangan+Islam+terhadap+Harta%2C+Kaya+dan+Kesederhanaan&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2008/02/29/pandangan-islam-terhadap-harta-kaya-dan-kesederhanaan/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Saya%20membaca%20satu%20tulisan%20dari%20seorang%20ustad%20yang%20cukup%20terkenal%20tentang%20%E2%80%9CPandangan%20Islam%20terhadap%20Harta.%E2%80%9D%20Isinya%20cukup%20bagus%2C%20di%20antaranya%20mengajarkan%20pembaca%20untuk%20jadi%20kaya%20sehingga%20bisa%20menggunakannya%20untuk%20kebaikan.%0A%20%0AMeski%20demikian%20ada%20beberapa%20hal%20yang%20sepertinya%20kurang%20pas%20dan%20mengganjal" rel="nofollow" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2008/02/29/pandangan-islam-terhadap-harta-kaya-dan-kesederhanaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Janganlah Sombong!</title>
		<link>http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/</link>
		<comments>http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 06:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ihsan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Satu sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah sombong. Sombong adalah menganggap dirinya besar dan memandang orang lain hina/rendah.</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify"> </p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Allah melarang kita untuk sombong:</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify"> </p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify">”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Satu sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah sombong. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Sombong adalah menganggap dirinya besar dan memandang orang lain hina/rendah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Allah melarang kita untuk sombong:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’:37]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span><span id="more-54"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Allah benci dengan orang-orang yang sombong:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Nabi berkata bahwa orang yang sombong meski hanya sedikit saja niscaya tidak akan masuk surga:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Nabi juga berkata bahwa orang yang sombong niscaya akan disiksa oleh Allah di akhirat nanti:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Dari al-Aghar dari Abu Hurarirah dan Abu Sa’id, Rasulullah Saw bersabda: “Allah Swt berfirman; Kemuliaan adalah pakaian-Ku, sedangkan sombong adalah selendang-Ku. Barang siapa yang melepaskan keduanya dari-Ku, maka Aku akan menyiksanya”. [HR Muslim]<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">(Dikatakan kepada mereka): &#8220;Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .&#8221; [Al Mu’min:76]<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Abi Salamah meriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr bertemu dengan Ibn Umar di Marwah. Keduanya kemudian turun dan berbicara satu sama lain. Selanjutnya Abdullah bin Amr berlalu dan Ibn Umar duduk sambil menangis tersedu-sedu. Ketika ditanya tentang apa yang membuatnya menangis, beliau menjawab: “Laki-laki ini (yakni Abdullah bin Amr) telah mengaku bahwa dia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong, maka Allah Swt akan menimpakan api neraka ke arah wajahnya” Baihaqi<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Dari hadits di atas cukuplah bagi kita untuk menyadari bahwa sifat sombong sangat berbahaya bagi kita.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Imam Ghazali dalam kitabnya, ”Ihya’ ’Uluumuddiin” menulis bagaimana mungkin manusia bisa bersifat sombong sementara dalam dirinya terdapat 1-2 kilogram kotoran yang bau?<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Terkadang orang sombong karena kekayaannya. Siapa orang terkaya di dunia? Qarun dulu sangat kaya. Perlu 7 orang yang sangat kuat hanya untuk mengangkat ”KUNCI-KUNCI” gudang kekayaannya yang berisi emas permata. Orang terkaya di dunia saat ini (per 20 Agustus 2007), Carlos Slim (mengalahkan Bill Gates yang memiliki kekayaan US$ 56 milyar) memiliki kekayaan US$ 59 milyar atau rp 551 trilyun lebih (Fortune Magazine).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Namun yang patut diingat, ketika orang yang disebut kaya itu lahir mereka tidak memiliki apa-apa. Ketika mati juga tidak membawa apa-apa kecuali kain yang melekat di badan. Pada saat mati tidaklah berguna segala harta dan apa yang telah mereka kerjakan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” [Al Lahab:2]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Sebagaimana Qarun, harta yang kita miliki tak lain milik Allah yang dititipkan kepada kita. Ketika kita mati kita akan berpisah dengan ”harta” kita.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Al Maa-idah:120]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Sering orang sombong karena kekuasaan atau jabatan. Padahal kekuasaan dan jabatan juga tidak kekal. Ketika mati, maka kekuasaan pun hilang. Kita diganti dengan yang lain.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Katakanlah: &#8220;Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Ali ’Imran:26]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Fir’aun raja Mesir yang sombong saat ini telah menjadi mayat yang tidak berdaya. Alexander the Great atau Iskandar Agung yang kerajaannya meliputi sebagian Afrika, Eropa, dan Asia saat ini tinggal tulang-belulang belaka. Hitler yang dulu ditakuti juga telah tiada begitu pula dengan musuh-musuhnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Hanya Allah Maha Perkasa yang tetap kekal dan hidup abadi selama-lamanya. Lalu apa yang membuat manusia pantas untuk merasa sombong?<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Ada juga orang yang sombong karena wajahnya yang cantik dan rupawan. Padahal ketika tua, maka mukanya akan jelek dan keriput. Ketika sudah dikubur, maka wajahnya hanya akan tinggal tulang tengkorak belaka. Pantaskah manusia untuk bersikap sombong?<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Ada lagi yang sombong karena kekuatannya atau badannya yang kekar. Kita saksikan Samson yang dulu sanggup mengalahkan singa dengan tangan kosong kini sudah terbujur dalam tanah. Muhammad Ali yang dulu sering membanggakan diri sebagai yang terbesar (I am the Greatest) kini lemah terkena penyakit parkinson. Begitu tua orang sekuat apa pun akan jadi lemah. Begitu mati dia sama sekali tidak berdaya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Allah mengingatkan bahwa manusia diciptakan dari air mani yang tidak berharga. Pantaskah manusia bersikap sombong?<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">”Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air mani, maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!” [Yaa Siin:77]<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial" lang="SV">Dari tulisan di atas jelas bahwa tidak ada alasan bagi manusia untuk bersikap sombong. Ancaman neraka bagi orang yang sombong meski hanya sekecil atom hendaknya membuat kita jadi orang yang rendah hati.<o:p></o:p></span></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/&amp;t=Janganlah+Sombong%21" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Janganlah+Sombong%21+-+File: /data/app/webapp/functions.php<br />Line: 7<br />Message: Too many connections&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-mail">
			<a href="mailto:?subject=%22Janganlah%20Sombong%21%22&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Satu%20sifat%20yang%20paling%20dibenci%20oleh%20Allah%20SWT%20adalah%20sombong.%20Sombong%20adalah%20menganggap%20dirinya%20besar%20dan%20memandang%20orang%20lain%20hina%2Frendah.%0A%20%0AAllah%20melarang%20kita%20untuk%20sombong%3A%0A%20%0A%E2%80%9DDan%20janganlah%20kamu%20berjalan%20di%20muka%20bumi%20ini%20dengan%20sombong%2C%20karena%20sesungguhnya%20kamu%20sekali-kali%20tidak%20dapat%20menembus" rel="nofollow" title="Email this to a friend?">Email this to a friend?</a>
		</li>
		<li class="shr-gmail">
			<a href="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;view=cm&amp;fs=1&amp;tf=1&amp;su=Janganlah+Sombong%21&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Satu%20sifat%20yang%20paling%20dibenci%20oleh%20Allah%20SWT%20adalah%20sombong.%20Sombong%20adalah%20menganggap%20dirinya%20besar%20dan%20memandang%20orang%20lain%20hina%2Frendah.%0A%20%0AAllah%20melarang%20kita%20untuk%20sombong%3A%0A%20%0A%E2%80%9DDan%20janganlah%20kamu%20berjalan%20di%20muka%20bumi%20ini%20dengan%20sombong%2C%20karena%20sesungguhnya%20kamu%20sekali-kali%20tidak%20dapat%20menembus" rel="nofollow" title="Email this via Gmail">Email this via Gmail</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Janganlah+Sombong%21&amp;body=Link: http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Satu%20sifat%20yang%20paling%20dibenci%20oleh%20Allah%20SWT%20adalah%20sombong.%20Sombong%20adalah%20menganggap%20dirinya%20besar%20dan%20memandang%20orang%20lain%20hina%2Frendah.%0A%20%0AAllah%20melarang%20kita%20untuk%20sombong%3A%0A%20%0A%E2%80%9DDan%20janganlah%20kamu%20berjalan%20di%20muka%20bumi%20ini%20dengan%20sombong%2C%20karena%20sesungguhnya%20kamu%20sekali-kali%20tidak%20dapat%20menembus" rel="nofollow" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
