Saat ini tidak terasa banyak orang Islam yang tidak sadar/tidak ragu lagi memakan makanan dari sumber yang haram. Tak heran jika Indonesia sering dinobatkan sebagai negara paling korup di dunia.
Pencurian, perampokan, korupsi, suap, pungutan liar, atau pun uang pelicin adalah hal yang biasa di negeri ini. Bahkan tak jarang “UUD” diplesetkan artinya jadi “Ujung-Ujungnya Duit.” Orang yang berusaha jujur, sering diisolasi dan dimusuhi.
Baca selanjutnya…

Kecanduan/ketagihan adalah perbuatan yang berulang-kali dilakukan dan sulit untuk dihentikan meski bisa menimbulkan bahaya.
Kecanduan/ketagihan sangat berbahaya. Terutama jika itu merugikan tubuh kita, diri kita, dan menimbulkan dosa.
Karena Kecanduan/Ketagihan sangat sulit dihentikan, maka cara termudah adalah menghindarinya dengan cara mengetahui hal-hal yang bisa menyebabkan kita kecanduan.
Baca selanjutnya…
Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah (Al Qur’an), dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad (Hadits), sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan tiap bid’ah adalah sesat, dan tiap kesesatan menjurus ke neraka. (HR. Muslim)
Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, “Siapa ‘mereka’ yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani.” (HR. Bukhari)
Baca selanjutnya…
Saat ini, terutama di masa Kampanye Pemilu, saya melihat banyak orang yang tidak sungkan-sungkan untuk berdusta/berbohong hanya untuk membela capres/cawapresnya atau menjatuhkan lawannya. Padahal berdusta itu besar dosanya di mata Allah. Contohnya ada yang berkata hutang berkurang padahal kenyataannya bertambah atau sebaliknya. Maka ramai disebut orang angin/janji surga, jual kecap, dan sebagainya untuk kata-kata dusta yang ditebar di kala kampanye atau waktu lainnya.
Memang di dalam keadaan tertentu, berbohong itu diizinkan.
Rasulullah Saw membolehkan dusta dalam tiga perkara, yaitu dalam peperangan, dalam rangka mendamaikan antara orang-orang yang bersengketa dan pembicaraan suami kepada isterinya. (HR. Ahmad)
Baca selanjutnya…
Recent Comments