Advertisements

Cara Mencegah Pencurian dan Maling di Pesantren

Kalau di pesantren para santri sering kehilangan barang / kemalingan misalnya dari jam tangan, sepatu, hingga uang sangu rp 400 ribu, hendaknya semua orang yang terlibat baik santri, ustad, pengurus, dan orang tua berusaha agar kemungkaran berupa maling ini bisa dihentikan. Kan nggak lucu kalau kemalingan / pencurian dianggap umum atau wajar di pesantren.

Caranya?

Sebetulnya Allah menjelaskan ke kita dgn sifat2nya Allah Maha Melihat dan Allah Maha Mendengar. Bisa melihat semut hitam yg berjalan di atas batu hitam pada malam yg gelap. Bisa melihat meski cuma sebesar atom.

Ada Malaikat Pengawas Roqib dan ‘Atid yg mengawasi perbuatan kita. Seluruh amal kita diperlihatkan kepada kita.

Nah itu semua bisa dilakukan dgn alat yang namanya CCTV (meski kualitasnya tentu jauh di bawah Allah). Dengan CCTV ini kita bisa melihat semua kejadian yang ditangkap oleh kamera CCTV tsb. Jika ada maling masuk kamar bisa terlihat orangnya jika kamera diarahkan ke pintu. Jika maling itu membuka lemari santri bisa terlihat jika kamera tsb ada yg mengarah ke lemari santri. Jadi jika ada yg kehilangan, misalnya hilangnya barang di kamar 1 hari senin antara jam 2 sore hingga jam 5 sore. Itu rekamannya bisa dilihat. Siapa yg masuk kamar tsb pada saat tsb. Siapa yg membongkar lemari pada saat tsb.

Dengan cara itu, kemungkaran bisa dihentikan. Jika ada kemungkaran, jangan dibiarkan jalan terus. Hentikan kemungkaran tsb.

Apa mahal harganya? CCTV dgn 4 kamera dan alat perekam (bisa 1 bulan) harganya cuma rp 4 juta. Ini cukup terjangkau bagi sebagian pesantren dan sekolah2 Islam. Para orang tua harusnya bisa saweran bersama2 jika pesantrennya tidak mampu.

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman 17]

Jika kita tidak mau melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, maka Allah akan menyiksa kita dengan pemimpin yang zhalim dan menindas kita dan tidak mengabulkan segala doa kita:

Hendaklah kamu beramar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo’a dan tidak dikabulkan (do’a mereka). (HR. Abu Zar)

Allah mengutuk para pendeta Yahudi dan Nasrani karena mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar dan menyiksa mereka dengan bencana dan malapetaka.

Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma’ruf dan cegahlah dari yang mungkar sebelum kamu berdo’a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma’ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka. (HR. Ath-Thabrani)

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: