Media Islam, Islam, Allah, Muhammad

Kategori

Cara Belajar Agama Islam

Belajar Islam itu pertama Aqidah dulu dgn belajar Sifat 20. Kemudian Nahwu dan Shorof serta Fiqih agar bisa sholat dsb, dan kemudian Ihsan / Tasawwuf / Akhlaq.

Setelah itu kita belajar terus baik aqidah, fiqih, dan juga Ihsan hingga akhir hayat.

Pada Sifat 20, kita belajar sifat2 yang wajib ada pada Tuhan dan Mustahil. Misalnya Tuhan itu wajib Ada, Satu, Hidup, Kekal, Terdahulu, dsb. Mustahil tuhan itu tidak ada, banyak, mati, atau lahir belakangan. Nah Sifat2 Tuhan yang sejati ini kita harus paham dulu agar tidak murtad dan menyembah Tuhan yang lain.

Sumber Islam itu selain Al Qur’an dan Hadits juga Ijma’ Ulama. Kalau kita memahami Al Qur’an dan Hadits dgn pemikiran kita sendiri, bisa sesat. Harus mengikuti pemahaman Jumhur Ulama.

Ngapain ngikutin ulama? Mending langsung Al Qur’an dan Hadits.

Jika kita mengikuti Al Qur’an dan Hadits, niscaya kita paham Ulama itu adalah Pewaris Nabi. Yang paham Al Qur’an itu cuma Ulama. Ulama itu tinggi kedudukannya di sisi Allah dan tidak sama dgn orang awam. Jika kita baca dan paham Al Qur’an, niscaya kita tahu ini. Allah menyuruh kita tanya ulama: Fas’alu Ahli Zikri [An Nahl 43]

Al Qur’an dan Hadits harus dipahami menyeluruh. Tidak sepotong2. Jangan cuma baca hadits Kullu Bid’ah dlolalah. Baca juga hadits Umar bin Khoththob ra bilang di depan sahabat “Ni’mal bid’ah hadzihi” (sebaik2 bid’ah ini) dsb. Jangan cuma baca hadits Siti ‘Aisyah bahwa Nabi tak pernah sholat malam lebih dari 11 roka’at. Baca juga hadits lain bahwa Nabi sholat malam 13 roka’at dsb.

Harus paham beda ibadah Mahdloh seperti sholat yang gerakannya sudah diatur dgn ibadah ghoiru mahdloh seperti zikir yang bebas mau diri, duduk, atau tiduran dgn bacaan yang beda2.

Kalau tidak ada di Al Qur’an dan Hadits berarti bid’ah, sesat, masuk neraka! Padahal jika kita pelajari hadits, ada juga yang namanya Ijtihad. Saat ada masalah yg tak ada di Al Qur’an dan Hadits, Ulama bisa berijtihad. Orang yg berijtihad disebut Mujtahid. Ini juga harus paham.

Harus paham juga Ushul Fiqih seperti mencegah keburukan lebih utama dari mengharap kebaikan, darurat, dsb.

Jangan pula kita menuduh Muslim sbg Musyrik atau su’u zon / buruk sangka. Dosa Bisa2 kitalah yg musyrik. Jauh muslim itu dari kemusyrikan, kata Nabi. Yang bahaya itu cinta dunia dan takut mati serta Syirik kecil, yaitu riya’ / pamer.

Pelajari juga tafsir ulama salaf yg lurus seperti Tafsir Jalalain dan Ibnu Katsir agar tidak sesat.
Belajarlah langsung dgn guru yang sanad ilmunya sampai ke Nabi. Jangan belajar agama cuma dari internet. Bahaya. Bisa sesat. Guru di mana anda berguru langsung itu harus jadi landasan. Ada pun internet, TV, dan Radio itu cuma pelengkap / tambahan.

Jangan juga sombong karena tidak akan masuk surga orang yang punya sifat sombong meski cuma sebesar debu. Merasa bangga akan kelompoknya sendiri dan paling benar juga tidak dibenarkan.

Advertisements

Tinggalkan Balasan