Media Islam, Islam, Allah, Muhammad

Kategori

Bahaya Adu Domba Zionis Yahudi

Ali Sibro3

Majelis Taklim Malam Rabu 9 Desember 2014 oleh KH Dr Ali Sibromalisi di M Al ‘Ubudiyyah Kebon Nanas Jaktim membahas Tafsir Al Munir.
Membahas kaum Yahudi yang gemar mengadu-domba bangsa lain sehingga mereka bisa menguasai ekonomi di negara tsb. Contohnya di Madinah, mereka mengadu domba 2 kaum yaitu Bani ‘Aus dan Suku Khazraj sehingga saling perang. Saling bunuh.

Perang terjadi bertahun-tahun. Banyak yang tewas. Banyak harta terbuang. Namun tidak ada yang menang. Justru keduanya berkurang jumlah penduduknya dan juga hartanya sehingga jadi lemah.

Dengan taktik adu domba tsb, maka 2 kaum tsb sibuk berperang sama lain sehingga kaum Yahudi aman dan menguasai negeri itu. Pasar2 seperti toko emas didominasi oleh kaum Yahudi.

Namun saat Nabi datang ke Madinah, kedua suku tersebut jadi akur dan rukun. Sehingga kaum Yahudi jadi sebel. Apalagi ternyata akhirnya ummat Islam lewat Piagam Madinah akhirnya mendominasi Madinah. Di mana Nabi Muhammad SAW jadi pemimpin Madinah.

Akhirnya kaum Yahudi mencari cara agar mereka bisa mengadu-domba Bani ‘Aus dgn Suku Khazraj. Diungkitlah peperangan mereka zaman dulu sehingga masing2 kaum jadi marah dan mengambil golok masing2 siap saling bunuh.

Namun Nabi muncul dan memarahi mereka serta mendamaikan mereka. Dengan bersatu, ummat Islam jadi kuat dan mampu mengusir kaum Yahudi yang berniat makar keluar dari Madinah.

Ali Sibro2

Kaum Yahudi yang jumlahnya hanya 40 juta orang bisa menguasai dunia yang penduduknya 7 milyar lewat politik adu domba. Ummat Islam yang jumlahnya 1,3 milyar pun tidak berdaya karena diadu-domba zionis Yahudi.

Tahun 1948, 1967, dan 1973 ummat Islam seperti Mesir, Suriah, Libya, bahkan Saudi Arabia bersatu melawan Israel. Raja Faisal dari Arab Saudi bahkan mengembargo minyak terhadap AS dan sekutunya dan menasionalisasi perusahaan minyak AS: Aramco. Namun kemudian tahun 1975 Raja Faisal dibunuh oleh agen AS. Sejak itu, Arab Saudi kembali jadi sekutu dekat AS. Kedubes AS yang besar dan megah bahkan sekarang pangkalan Militer AS berdiri di Riyadh (Najd)

Sejak itu boleh dikata ummat Islam diadu saling bunuh sesama oleh Zionis Yahudi. Dimulai dari perang Afghanistan di mana bughot dilakukan sehingga Uni Soviet dan AS kemudian masuk. Kemudian perang Iran-Iraq tahun 1980-1988, Perang Iraq, Perang Libya, Suriah, dsb. Israel jadi aman karena ummat Islam sibuk saling bunuh satu sama lain dgn dalih “JIHAD”. Jutaan Muslim tewas dan puluhan bahkan ratusan ribu trilyun harta terbuang. Ummat Islam jadi lemah dan miskin.

Saddam Hussein dibujuk oleh negara2 Arab yang merupakan sekutu Zionis AS untuk menyerang Iran yang saat itu sedang lemah karena Revolusi di tahun 1980. Dana dan senjata diberikan oleh negara2 Arab dan NATO. Meski pertama2 Irak menang, namun akhirnya keteteran juga sehingga akhirnya minta berdamai dgn Iran. Perang tsb menewaskan 1 juta orang dan harta sebesar Rp 12.000 Trilyun (1 M Dollar). Meski pasukan Irak yang tewas kurang dari 400 ribu orang, namun sebagian besar dari Rp 12.000 Trilyun tsb ditanggung oleh Iraq untuk membeli berbagai senjata canggih dan mahal dari NATO. Iraq bangkrut.

Saddam pun marah kepada negara2 Arab seperti Kuwait yang menagih “Hutang” untuk biaya perang tsb. Saddam akhirnya menyerang Kuwait dan Saudi. Namun Saudi mengundang pasukan AS untuk menyerang Irak. Akhirnya Irak dijajah AS dan Saddam dibunuh oleh AS. Itulah akibat adu domba zionis Yahudi sekarang.

PM Malaysia berkata: “Jews rule the world by proxy. They get others to fight and die for them” Yahudi menguasai dunia lewat agen2 Yahudi. Mereka membuat orang lain saling perang dan bunuh untuk mereka.

Ali Sibro1

Nabi Muhammad selain mempersatukan ummat Islam juga menyiapkan senjata ummat Islam dengan baik seperti baju besi, pedang, panah, pasukan berkuda, dsb. Saat perang Uhud, selain ada pasukan tempur, Nabi juga menempatkan 60 pemanah di gunung Uhud. Para pemanah memanah bergantian. Satu kelompok memanah, kelompok lain memasang alat panah. Begitu yang memanah sudah selesai, yang sudah memasang alat panah kembali memanah. Jadi anak panah belum mencapai musuh, panah sudah dilontarkan lagi. Hujan panah tanpa henti. Jika sekarang, tentu diganti dengan roket atau rudal.

Dengan kelembutan dan kekuatannya, Nabi bersama sahabat bisa menundukkan kaum kafir Quraisy, Yahudi, Romawi, dan Persia. Tak heran dalam 100 tahun negara Islam membentang dari Portugis dan Spanyol hingga India. Mengalahkan luas negara AS dan Cina.

Luas Islam

Berikut Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya) surat Ali ‘Imran:103:

Sejarah para sahabat Rasulullah SAW. di kota Madinah, bahkan masih di masa Baginda Rasulullah SAW masih hidup mengajarkan hal itu. Ketika masyarakat dan negara Islam baru tumbuh di kota Madinah. Dan kedudukan politik dan kekuatan ekonomi mereka menggeser kepentingan dan posisi kaum Yahudi, maka Yahudi membuat makar. Salah seorang tokoh Yahudi yang bernama Syas bin Qais yang sangat benci dengan bersatunya dua suku besar penghuni kota Madinah Aus dan Khazraj dalam ikatan Islam, membuat makar dengan mengirim seorang penyair agar mem-bacakan syair-syair Arab Jahiliyah yang biasa mereka pakai dalam perang Buats. Perang Buats adalah perang yang terjadi selama 120 tahun (Ibnu Ishaq dalam Tafsir Al Mawardi) antara kaum Aus dan Khazraj. Dan selama musim perang tersebut, pihak Yahudilah yang meng-ambil keuntungan politik maupun ekonominya.

Penyair suruhan Syas berhasil mempengaruhi jiwa sekumpulan kaum Anshar dari kalangan Aus dan Khazraj di suatu tempat di kota Madinah. Syair jahiliyah tersebut mengantarkan mereka kepada perasaan kebanggaan dan kepahlawanan mereka di masa jahiliyah dalam medan perang Buats. Perasaan kebangsaan dan kepahlawanan kaum Aus maupun Khaz-raj itu memuncak hingga mereka lupa bahwa mereka sesama muslim. Yang Aus merasa Aus dan yang Khazraj merasa Khazraj. Dalam puncak emosi perang itu mereka akhirnya berteriak-teriak histeris : ”Senjata-senjata!”.

Dalam situasi kritis itulah, Rasulullah datang bersama pasukan kaum muslimin untuk melerai mereka. Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai kaum muslimin, apakah karena seruan jahiliyah ini (kalian hendak berperang) padahal aku ada di tengah-tengah kalian. Setelah Allah memberikan hidayah Islam kepada kalian. Dan dengan Islam itu Allah muliakan kalian dan dengan Islam Allah putuskan urusan kalian pada masa jahiliyyah. Dan dengan Islam itu Allah selamatkan kalian dari kekufuran. Dan dengan Islam itu Allah pertautkan hati-hati kalian. Maka kaum Anshar itu segera menyadari bahwa perpecahan mereka itu adalah dari syaithan dan tipuan kaum kafir sehingga mereka menangis dan berpelukan satu sama lain. Lalu mereka berpaling kepada Rasulullah SAW. dengan senantiasa siap mendengar dan taat…” (Sirah Ibnu Hisyam Juz 1/555).

http://suara-islam.com/index.php/Ibrah/Menjaga-Kesatuan-Umat.html

Karena itulah Allah menurunkan surat Ali ‘Imran ayat 103:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu masa Jahiliyah bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya…” [Ali ‘Imran:103]

Ada pun surat Ali ‘Imran ayat 99 turun berkenaan dengan tokoh Yahudi, Qais, yang gemar mengadu-domba ummat Islam:

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?.” Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 99]

Rasulullah SAW juga melarang keras sikap ashabiyah (Nasionalisme dan tribalisme) seperti itu. Sebagaimana yang tercermin dalam sabdanya:

“Bukan termasuk Ummatku orang yang mengajak pada Ashabiyah, dan bukan termasuk ummatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah, dan bukan termasuk ummatku orang yang mati atas dasar Ashabiyah” (HR Abu Dawud).

Allah Ta’ala berfirman: “Jangan pula engkau mematuhi orang yang suka mencela, berjalan membuat adu domba.” (al-Qalam: 11)

Allah Ta’ala berfirman pula: “Tiada seseorang itu mengucapkan sesuatu perkataan, melainkan di sisinya ada malaikat Raqib -pencatat kebaikan- dan ‘Atid -pencatat keburukan-.” (Qaf: 18)

Dari Hudzaifah r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak dapat masuk syurga seorang yang gemar mengadu domba.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. berjalan melalui dua buah kubur, lalu bersabda: “Sesungguhnya kedua orang yang mati ini disiksa, tetapi tidaklah mereka disiksa karena kesalahan besar. Ya, tetapi sebenarnya besar juga -bila dilakukan secara terus menerus-. Adapun yang seorang diantara keduanya itu dahulunya -ketika di dunia- suka berjalan dengan melakukan adu domba, sedang yang lainnya, maka ia tidak suka menghabiskan sama sekali dari kencingnya -yakni di waktu kencing kurang memperdulikan kebersihan serta kesucian dari najis-.” Muttafaq ‘alaih. Ini adalah lafaz dari salah satu riwayat Imam Bukhari.

Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Tahukah engkau semua, apakah kedustaan besar itu? Yaitu Namimah atau banyak bicara adu domba antara para manusia.” (Riwayat Muslim)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2009/09/07/mewaspadai-berita-orang-fasik-dan-adu-domba/

Advertisements

Tinggalkan Balasan