Media Islam, Islam, Allah, Muhammad

Kategori

Fatwa Din Syamsuddin Air Kemasan Haram dan Wudlu 3x Haram???

Din

Saya mendengar berita (entah benar/tidak) bahwa KH Din Syamsuddin berfatwa bahwa air kemasan itu haram. Begitu pula wudlu dengan air keran 3x. Idealnya kita tabayyun dulu dgn beliau sebab belum tentu beliau berfatwa begitu. Apalagi beritanya tak ada di Media Nasional seperti Republika, Tempo, atau Kompas. Apalagi ternyata Din masih minum air kemasan.

Cuma saya sekedar membahas ISI fatwa tsb terlepas benar/tidak diucapkan oleh KH Din Syamsuddin.

Mengenai air kemasan seperti Aqua itu haram, sebetulnya dalilnya ada:

Rasulullah Saw melarang orang menjual air. (Mutafaq’alaih)

Sistem Ekonomi Kapitalis Neoliberalisme memperdagangkan semua barang termasuk air yang merupakan kebutuhan vital manusia dengan harga setinggi-tingginya.

Contoh Neoliberalis kuno adalah Orang Yahudi yang menjual air kepada penduduk Madinah. Kalau tidak punya uang, silahkan mati kehausan. Islam tidak begitu!

Islam melarang jual-beli air. Jikaada yang memprosesnya dari kotor hingga bisa diminum, hanya boleh menjual sekedar mengganti ongkos produksi dan keuntungan ala kadarnya.

Nabi Muhammad untuk hal-hal yang jadi kebutuhan rakyat seperti air, tidak mengikuti pasar. Tapi justru menggratiskannya kepada rakyat.

Ketika seorang Yahudi menjual air dengan harga tinggi ke pada rakyat Madinah, Nabi meminta sahabat untuk membeli sumur air milik Yahudi tersebut. Sumur air tersebut dibeli, kemudian airnya dibagikan gratis untuk rakyat

Faktor Produksi Penting seperti air, padang rumput, dan api (energi) menurut Islam adalah milik ummat Islam bersama. Bukan justru diserahkan untuk dimonopoli oleh orang-orang kafir harbi atau dimonopoli segelintir pengusaha.

Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam tiga hal, yaitu air, rerumputan (di padang rumput yang tidak bertuan), dan api (migas/energi). (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2009/03/31/sistem-ekonomi-islam-yang-pro-rakyat/

Fatwa Din tsb timbul untuk mencegah monopoli penguasa yang berlebihan thd air. Guna memenuhi kebutuhan air minum nasional, bahkan dunia karena sebagian diekspor, perusahaan air minum kemasan tsb menyedot air sebanyak2nya di daerah sekitar pabriknya. Akibatnya para penduduk setempat justru kekurangan air. Mereka harus menggali sumur 7 meter lebih dalam agar dapat air. Dan itu pun air terus menyusut.

Jika air dimonopoli dan dijual mahal, bagaimana rakyat miskin? Misal segelas air kemasan rp 1000. 8x minum = rp 8000. Keluarga dgn 4 orang tentu perlu rp 32 ribu setiap hari atau rp 960 ribu/bulan. Itu buat minum saja. Belum untuk mandi, cuci, dan masak. Jika air dimonopoli perusahaan2 besar, mereka sulit untuk hidup. Itu latar belakang fatwa tsb.

Ada pun wudlu 3x dengan air keran haram (JIKA BENAR), sebetulnya 3x itu adalah Sunnah. Di Indonesia dgn air berlimpah begini, maka itu sangat dianjurkan. Jika Indonesia kekurangan air, berarti ada salah urus. Nah salah urus inilah yang harus diperbaiki. Jika tak ada air sama sekali, baru boleh tayamum.

Dari Humran bahwa Utsman meminta air wudlu. Ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, lalu berkumur dan menghisap air dengan hidung dan menghembuskannya keluar, kemudian membasuh wajahnya tiga kali. Lalu membasuh tangan kanannya hingga siku-siku tiga kali dan tangan kirinya pun begitu pula. Kemudian mengusap kepalanya, lalu membasuh kaki kanannya hingga kedua mata kaki tiga kali dan kaki kirinya pun begitu pula. Kemudian ia berkata: Saya melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam berwudlu seperti wudlu-ku ini. Muttafaq Alaihi. 

Sekali lagi hati2. KH Din Syamsuddin belum tentu ngomong begitu. Bisa jadi ada Media yang salah menafsirkannya. Jadi harus tabayyun langsung. Tulisan ini sekedar menjelaskan pandangan Islam tentang penjualan air minum kemasan dan wudhu 3x.

Referensi:

Sebut haram, Din Syamsuddin masih minum air mineral kemasan

Din Syamsudin mendesak pemerintah segera mencabut izin perusahaan air kemasan. Sebab, air seharusnya dikuasai negara dan tidak boleh diprivatisasi.
Dikatakan, saat ini pihaknya tengah berjuang dalam menggugat Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

Menurut dia, UU tersebut membuka peluang privatisasi dan komersialisasi air. Apalagi pengelolaan air tersebut dilakukan oleh perusahaan swasta asing.

http://www.merdeka.com/peristiwa/sebut-haram-din-syamsuddin-masih-minum-air-mineral-kemasan.html

Advertisements

6 comments to Fatwa Din Syamsuddin Air Kemasan Haram dan Wudlu 3x Haram???

  • se7 banget, mmg shrsnya bgt sih….

  • ok siiip. ayo kita dukung dengan berbagai cara yang mampu kita lakukan. minimal kita panjatkan doa kepada Allah SWT untuk kemenangan KH Din S. dalam gugatannya, agar negara (pemerintah) kembali ke jalan yang benar.

  • Alkadisa prasetyo

    Air mineral kan air yang udah diproses sedemikian rupa dan buat kesehatan juga masa haram ?
    Kalo misal minum musti dari air kran ya mikir mikir lagi sama kandungannya juga kalo sekarang
    Trus juga air mineral menurut saya lebih efisien, gaperlu repot repot ngrebus air lagi
    Kayaknya jangan terburu buru juga memfatwakan sesuatu menjadi haram
    Karena kalo misal diharamkan terus pabrik air mineral ditutup terus para pekerjanya mau cari nafkah apa lagi ? Harus nganggur ? Musti dipikirkan lho
    Dari air mineral juga udah bisa menghidupi seseorang

    Dan menurut saya pabrik air mineral yg besar tentunya sudah memikirkan tentang pengembangan daerah sekitar pabrik dan pastinya gak mungkin sampe merugikan selitarmya, karena juga pasti sudah mensurvey sebelumnya

    Jujur saya sendiri adalah pengusaha yg jual air mineral dan saya uuga memiliki pegawai yg tidak sedikit dan dari usaha tersebut para pegawai saya yg sebelumnya bisa dikatakan kurang mampu selarang menjadi lebih sejahtera

  • PAk Din benar, memang Air di Indonesia ini di eksploitasi sama perusahaan-perusahaan asing yang (maaf) asal cari keuntungan semata..nanti kalau seperti itu orang indonesia di kasih apa..kok sumber daya alam indonesia di suruh beli punyanya sendiri..padahal ngambilnya dari alam kita..

  • Ketika Rosululloh SAW memberikan arahan kpd umatnya, pasti itu benar adanya sebab segalanya bersandar kpd hukum Alloh dan wahyu serta ilham dari Alloh swt, jadi kesimpulannya brpeganglah dari tali n hukum Alloh swt mk pasti selamat.

  • memang begitu lah seharusnya…

Tinggalkan Balasan