Advertisements

Asbabun Nuzul / Sebab Turunnya Surat ‘Abasa

Dari penjelasan guru2 saya, sebetulnya kemarahan Nabi saat diinterupsi adalah hal yang wajar. Saat itu Nabi sedang menjelaskan Islam dihadapan para pembesar Quraisy. Namun tiba2 diinterupsi oleh Abdullah bin Ummi Maktum yg ingin mendapat pelajaran ttg Islam. Kita pun jika diinterupsi saat berbincang2 dgn orang lain akan marah. Namun bagi seorang Nabi hal itu tetap dianggap tidak patut.

Turunnya surat ‘Abasa yang menegur Nabi, namun tetap disampaikan oleh Nabi, justru menunjukkan Nabi Muhammad adalah seorang yang mulia. Beliau tetap menyampaikan surat Al Qur’an kepada ummatnya meski itu mengkritik beliau.

Ini ada tulisan yg mengkonfirmasi penjelasan guru saya:

Asbabun Nuzul Surah ‘Abasa

1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
2. karena telah datang seorang buta kepadanya*.
3. tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),
4. atau Dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup*,
6. Maka kamu melayaninya.
7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau Dia tidak membersihkan diri (beriman).
8. dan Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
9. sedang ia takut kepada (Allah),
10. Maka kamu mengabaikannya.
(‘Abasa: 1-10)
* Orang buta itu bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Dia datang kepada Rasulullah s.a.w. meminta ajaran-ajaran tentang Islam; lalu Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan berpaling daripadanya, karena beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan pengharapan agar pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Maka turunlah surat ini sebagi teguran kepada Rasulullah s.a.w.
** Yaitu pembesar-pembesar Quraisy yang sedang dihadapi Rasulullah s.a.w. yang diharapkannya dapat masuk Islam.
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim, yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Abu Ya’la yang bersumber dari Anas bahwa Firman Allah. ‘Abasa wa tawallaa (Dia [Muhammad] bermuka masam dan berpaling turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum, seorang buta yang datang kepada Nabi Muhammad saw seraya berkata: “Berilah aku petunjuk yang Rasulullah. Pada waktu itu Rasulullah saw sedang menghadapi para embesar kaum musyrikin Quraisy. Beliau berpaling dari Ibnu Ummi Maktum dan tetap menghadapi pembesar-pembesar Quraisy.
Ibnu Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan ? Rasulullah saw menjawab: “Tidak. Ayat-ayat ini (‘Abasa: 1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw itu.

Referensi:

http://alquranmulia.wordpress.com/2013/01/05/asbabun-nuzul-surah-abasa/

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: