Media Islam, Islam, Allah, Muhammad

Kategori

Tawuran itu Haram dan Dosa

Jangan tawuran sebab tawuran itu haram dan dosa. Banyak orang yang tahu, tapi tetap melakukan itu. Tawuran sering terjadi baik antara pelajar SMA atau SMP, tawuran antar warga, tawuran antar preman, bahkan tawuran antara polisi dengan tentara pun ada.

Komnas Perlindungan Anak mencatat pada 2011 tawuran pelajar mencapai 339 kasus dan korban tewas 82 orang (Tempo). Jumlah anak-anak yang terluka/cacat bisa mencapai ribuan. Jumlahnya melebihi jumlah korban yang dibunuh teroris. Jadi tidak bisa tawuran pelajar ini dipandang enteng sebagai kenakalan anak biasa.

Tawuran itu menyakiti pihak lawan baik dengan lisan dan tangan. Padahal Allah melarang itu:

Allah Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min, lelaki atau perempuan, tanpa adanya sesuatu yang mereka lakukan, maka orang-orang yang menyakiti itu menanggung kebohongan dan dosa yang nyata.” (al-Ahzab: 58)


Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Mencaci-maki seorang Muslim adalah suatu kefasikan, sedang memeranginya -membunuhnya- adalah kekufuran.” (Muttafaq ‘alaih)

Allah Ta’ala berfirman pula: “Orang-orang yang menganiaya itu tidak mempunyai penolong.” (al-Haj: 71)

Saat kita memukul orang, maka Allah akan menyiksa kita di neraka. Untuk membayangkan sakitnya neraka, coba bakar tangan anda dengan api lilin 1 menit saja. Api neraka jutaan kali lipat lebih panas dan lebih lama dari itu:

Dari Abu Mas’ud al-Badri r.a., katanya: “Saya pernah memukul bujang -pembantu yang berupa hamba sahaya- saya dengan cemeti, lalu saya mendengar suara dari belakang saya berkata: “Ketahuilah hai Abu Mas’ud.” Saya tidak memahami benar-benar isi suara yang diucapkan karena kemarahan. Setelah mendekat kepada saya, tiba-tiba yang bersuara itu adalah Rasulullah s.a.w. dan selanjutnya bersabda: “Ketahuilah hai Abu Mas’ud bahwasanya Allah itu lebih kuasa untuk berbuat semacam itu padamu daripada engkau berbuat sedemikian tadi pada bujang ini.” Saya lalu berkata: “Saya tidak akan memukul seorang hamba sahayapun sehabis peristiwa ini untuk selama-lamanya.” [HR Muslim]

Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)

Dari Ibnu Umar Ra bahwa Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling durhaka kepada Allah ada tiga: Orang yang membunuh di tanah haram, orang yang membunuh orang yang tidak membunuh, dan orang yang membunuh karena balas dendam jahiliyyah.” Hadits shahih riwayat Ibnu Hibban. 

Pepatah kita dulu menyatakan: “Menang jadi arang, kalah jadi abu”. Artinya dalam perkelahian, tidak ada yang untung. Sama-sama sakit.

Terhadap masalah tawuran atau penganiayaan bahkan pembunuhan, Hukum Islam sangat tegas:

Dari Samurah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membunuh hambanya kami akan membunuhnya dan barangsiapa memotong hidung hambanya kami akan memotong hidungnya.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat.

Cara Mencegah Tawuran

Dari sejak seleksi masuk, harusnya pihak sekolah menyeleksi calon siswanya. Terutama akhlaknya. Jika memang nakal, harusnya ada sekolah khusus untuk anak nakal di mana pembinaan akhlak dan agama lebih intensif. Dulu ada sekolah khusus untuk anak nakal di Tangerang. Jadi sekarang bisa saja diadakan Sekolah Khusus untuk Anak Nakal atau Pesantren untuk Biang Tawuran.

Saat tawuran, harusnya begitu mendapat laporan, polisi langsung bergerak ke TKP meski tawuran belum terjadi. Berdasarkan pengalaman saya yang melaporkan peristiwa tawuran sebanyak 2x, polisi tidak mau datang sebelum tawuran benar-benar terjadi. “Kalau pas kita ke sana kemudian tidak ada tawuran bagaimana?”, begitu kata seorang polisi penerima laporan.

Apa susahnya sih mengirim 1 anggota ke TKP pakai motor untuk memantau terlebih dulu? Polisi itu kan tugasnya untuk menjaga keamanan. Mereka digaji, diberi motor dan mobil dinas, serta bensinnya dibayar rakyat untuk menjaga keamanan. Jadi jangan menunggu jatuh korban dan memakan gaji buta. Saat para pelajar sudah mulai bergerombol dengan jumlah lebih dari 10 orang, harusnya polisi sudah mulai tanggap. Adakan patroli di lingkungan sekolah saat masuk  dan pulang sekolah.

Pada Tawuran, di setiap sekolah paling cuma ada 2-3 pentolan yang memang benar2 nakal/kriminal/penjahat. Sebab kalau sudah melukai apalagi membunuh, biar pun statusnya Pelajar tetap PEMBUNUH. Harusnya dihukum mati.

Jika sudah tawuran/berkelahi, harusnya 2-3 pentolan ini langsung dikeluarkan dari sekolah. Jika perlu dimasukkan ke sekolah khusus negara di satu tempat yg terpencil, agar tidak menghasud siswa2 lain untuk tawuran….

Saat siswa sudah bergerombol misalnya lebih dari 10 orang dan ternyata mereka ketahuan membuang senjata tajam saat ditangkap, harusnya polisi menanyai siapa pentolan/penggeraknya. Jadi meski yang lain dilepas, penggerak/biang tawuran tersebut harus ditaruh di Sekolah Khusus untuk anak nakal karena terbukti sekolah dan orang tua mereka sudah tidak mampu mendidik mereka. Jika dilepas semua, maka korban jiwa akan jatuh. Jangankan tawuran dengan senjata tajam, dengan tangan kosong/benda tumpul saja bisa mematikan kalau sudah main keroyokan.

Polisi harusnya aktif melakukan investigasi untuk mencari 2-3 pentolan biang tawuran ke sekolah2 yg sering tawuran dengan cara mewawancarai guru2, kepala sekolah, dan juga murid2 yang ada di sekolah tsb (terutama kelas 2 dan 3).
Pendidikan akhlaq, Budi Pekerti, dan agama harusnya ditingkatkan di sekolah-sekolah. Dulu pendidikan agama 2 x seminggu masing-masing 2 jam. Sekarang hanya 1x saja. Jelas tidak cukup. Pendidikan akhlaq/budi pekerti juga kurang. Padahal itu amat penting. Sebab tanpa akhlak, sepintar apa pun malah akan merugikan orang lain.
Selain itu Diknas harus tegas. Jika dalam 1 tahun 1 sekolah terlibat tawuran hingga 3x atau lebih, seharusnya Kepala Sekolahnya langsung dipecat. Karena gagal memimpin sekolahnya.
Kepala Sekolah, Kapolsek, Kapolres, dan Walikota setempat harusnya aktif mendamaikan pihak yang bertikai. Jika perlu biang tawuran dikeluarkan. Kasus pemukulan/penganiayaan yang mengakibatkan luka atau tewas harusnya dipidana seberat-beratnya. Bagaimana pun saat seseorang sudah balligh pada usia 13 tahun, harusnya sudah cukup dewasa dan bertanggung-jawab atas perbuatan kriminalnya.
Jika tidak tegas, maka anak-anak yang tak bersalah yang jadi korban. Sudah banyak pelajar yang tewas karena tawuran.

Jika kita lihat peta di atas, jarak antara kantor Mabes Polri dengan SMA 70 dan SMA 6 hanya 450 meter. Jika berbelok-belok cuma 700 meter. Artinya dengan naik motor, harusnya dalam 3 menit saja sudah sampai. Toh di situ tawuran terjadi setiap minggu dan baru-baru ini 1 korban tewas.

Harusnya dengan jumlah anggota Polda Metro Jaya yang mencapai lebih dari 30 ribu orang, apa susahnya sih menempatkan 1 anggota polisi yang siaga di setiap sekolah yang rawan tawuran?

“Kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” [Al Hujuraat 9]

Kemudian jika sekolahnya berdampingan seperti SMA 70 dan SMA 6 dan memang keduanya di bawah manajemen yang sama (sekolah negeri), ada baiknya SMA 70 dijadikan sekolah khusus untuk putra dan SMA 6 sekolah khusus untuk putri. Selain lebih Islami, tentu tidak mungkin sekolah putra tawuran dengan sekolah putri.

Harusnya juga ada ekskul yang menghabiskan energi siswa tersebut seperti olahraga berenang (kalau bola dan basket kemungkinan tawuran cukup besar juga karena rebutan lapangan, dsb).

Saat ada tawuran yang menewaskan siswa, harusnya Kepala Sekolah dari Siswa Penyerang dicopot dari jabatannya. Karena gagal mengatur guru2 dan siswa yg jadi tanggung-jawabnya.
Kepala Sekolah SMK 29 (STM Penerbangan) yg dulu sekolahnya dikenal sbg biang tawuran berhasil meredam tawuran dgn cara:

1. Siswa yg membawa senjata tajam, narkoba, berkelahi, dan melakukan bullying, saat ketahuan, hari itu juga dikeluarkan dari sekolah. Tidak ada toleransi

2. Sebagian besar siswa dan orang tua ingin baik. Ini semua dikumpulkan. Hanya sedikit yg ingin tawuran/onar. Ini tak diberi tempat. Di upacara, yg diumumkan yg baik2. Sedang yg buruk2, dibicarakan di ruang tertutup

3. Sebagian siswa menitip senjata tajam di warung2 sekitarnya. Kepala Sekolah ini memberi nomor HPnya dan minta di SMS jika ada siswa yg menitipkan senjata tajam. Senjata disita, dan jika ketahuan, siswa dikeluarkan. Tidak ada toleransi.

4. Diadakan berbagai ekstra kurikuler serta pelatihan disiplin dgn bekerjasama dgn AURI

5. Satpam diperintahkan patroli di sekitar sekolah sebelum masuk sekolah dan setelah pulang sekolah

Dalam Islam, “anak” umur 17 tahun itu sudah bukan anak2. Tapi sudah dewasa. Sudah balligh. Suara sudah berubah, sudah mimpi basah, dan sudah memiliki kemampuan membunuh. Zaman dulu saja ada sahabat Nabi yg umur 15 tahun, namun sudah memimpin satu pasukan perang. Jadi kriteria anak2 harusnya berdasarkan apakah anak sudah balligh/puber atau tidak. Dan jika sudah kriminal seperti membawa senjata tajam seperti celurit/membunuh, harusnya langsung dipidana.

Video Tawuran Pelajar:

Video Tawuran Massal:

Video Korban Tawuran:

Referensi:

Pelajar SMK Tawuran, Siswa Baik-baik Ini Tewas

DEPOK, KOMPAS.com – Untuk keenam kalinya setelah Lebaran, kekerasan terjadi antara siswa Sekolah Menengah Kejuruan Baskara dan SMK Pancoran Mas, Kota Depok. Kedua siswa sekolah ini dikenal bermusuhan. Saat bertemu di mana pun dan kapan pun, kedua pihak saling menyerang dan melukai sehingga meresahkan warga setempat.Rabu (12/9/2012) pukul 14.30, permusuhan kedua sekolah ini memakan korban. Abu alias Dedi Triyuda (17), yang dikenal sebagai siswa baik-baik, tewas ketika puluhan siswa SMK Pancoran Mas menyerang di Jalan Raya Sawangan. Ketika itu Abu bersama 11 rekannya dari SMK Baskara naik truk pengangkut semen.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/09/13/07121318/Pelajar.SMK.Tawuran.Siswa.Baik-baik.Ini.Tewas

Tawuran, Siswa SMK Tewas

BEKASI (Pos Kota)- Tawuran antarpelajar di Bekasi menelan korban. Seorang siswa kelas I SMK Mercusuar tewas dikeroyok sekelompok pelajar lain di Jalan A Yani, depan GOR Bekasi, Sabtu(5/2) siang. Korban Andri Kuncoro,15, tewas dengan luka robek di belakang kepala diduga akibat hantaman gir serta bibir atas pecah.

http://poskota.co.id/berita-terkini/2011/02/05/tawuran-siswa-smk-tewas

Lihat bagaimana lambannya polisi. Tawuran bisa berlangsung hampir 1 jam. Dan bubar 15 menit sebelum polisi datang. Harusnya di kota kecil seperti Serang, dalam 30 menit saja polisi sudah tiba di TKP. Dan jika memang setiap jum’at/sabtu tawuran, polisi harusnya menempat 1 anggotanya di situ setiap hari tsb untuk antisipasi. Jelas Walikota dan Kapolresnya (maaf) kurang cerdas atau peduli:

Waktunya Solat Jumat,Ratusan Pelajar SMK di Kota Serang Tawuran

Serang,FESBUK BANTEN News (1/9) – Tepat,disaat umat Islam menjalankan kewajiban solat Jumat,ratusan pelajar yang berasal dari SMKN 2 Kota Serang dan SMK 2 PGRI Kota Serang melakukan aksi tawuran,Jumat (31/8) kemarin di jalan KH. A. Fatah Hasan tepatnya di depan SMKN 1 Kota Serang.Kedua kelompok pelajar ini saling menyerang menggunakan batu, bambu, dan gir sepeda motor.Aksi tawuran bubar kira-kira 15 menit sebelum polisi datang.

Didapatkan dari sejumlah saksi-saksi di lokasi tawuran, tawuran terjadi sekitar pukul 12.15 WIB tepat waktu solat Jumat. Menurut tukang becak, Jumadi (51), tawuran berlangsung hampir satu jam,sejak masuknya waktu solat Jumat,sekitar jam 12.00 WIB,hingga hamper jam 13.00 WIB.Dan ini adalah aksi yang terbesar yang pernah dia lihat di depan SMKN 1 Kota Serang.

“Saya tidak berani mendekat karena takut kena lemparan batu. Tapi jumlahnya sekitar seratusan orang, pakai baju pramuka. Pokoknya hujan batu, banyak yang berlari-lari membawa bambu dan gir motor. Saya tidak tahu ada yang luka atau tidak, tapi tadi ada kaca angkot yang pecah. Tawuran ini mah rutin hampir setiap Jumat atau Sabtu,” ungkap Jumadi, ditemui pasca tawuran.

http://www.fesbukbantennews.com/2012/09/waktunya-solat-jumatratusan-pelajar-smk-di-kota-serang-tawuran/

Tawuran di Bogor Menjalar ke Pelajar SD

“Kita di lapangan menemukan anak SD sudah belajar menggunakan gir. Di timur, utara, dan selatan, ada anak SD yang kami temukan bawa stik golf. Tawuran secara terbuka memang belum, tapi mereka sudah mulai ikut bergabung,” katanya.

Adapun titik-titik yang saat ini rawan jadi tempat tawuran di antaranya Tajur, Bondongan, Jalan Sholeh Iskandar, kawasan Taman Kencana, sekitar rumah sakit, sekitar jalur Bogor Outer Ring Road (BORR), hingga ke arah Cimanggu sampai Cempalang, dan Yasmin.

http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2011/05/13/225720/38/5/Tawuran_di_Bogor_Menjalar_ke_Pelajar_SD_

Wakil Rektor III UMI : Pelaku Tawuran & Pembunuhan Ditindak Tegas

Dalam tawuran tersebut seorang mahasiswa teknik elektro bernama Muh Ibrahim meninggal setelah terkena tikaman bagian perut. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Ibnu Sina, namun nyawanya tak tertolong lagi. [KM02]

http://www.kabarmakassar.com/?p=14416

Tawuran pelajar di Jakarta semakin mencemaskan, seorang pelajar tewas setelah kehabisan darah akibat kepalanya terkena bacokan.

http://tv.detik.com/readvideo/2012/08/31/174057/120831046/120416002/061009681/pelajar-smk-tewas-akibat-tawuran

VIDEO: Aksi Tawuran SMA 70 dan SMA 6

Bambu, batu dan senjata tajam jadi amunisi untuk melukai lawan.

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/336831-video–aksi-tawuran-sma-70-dan-sma-6

Saat Tawuran SMA 6 vs SMA 70 Pecah, Alawy Sedang Makan Gultik

Saat pecah tawuran, Alawy bersama rekannya, Faruk, yang sedang makan gultik mencoba menyelamatkan diri. Namun Alawy terjatuh di depan KFC Bulungan. Setelah terjatuh beberapa orang siswa menghujamkan celurit ke arah dada Alwy. Alawy kemudian tewas dan dibawa ke RS Muhammadiyah.

http://news.detik.com/read/2012/09/24/160023/2033049/10/saat-tawuran-sma-6-vs-sma-70-pecah-alawy-sedang-makan-gultik?9922032

Komnas Perlindungan Anak juga mencatat pada 2011 tawuran pelajar mencapai 339 kasus dan korban tewas 82 orang
http://www.tempo.co/read/news/2012/09/26/064432023/Dua-Bulan-5-Siswa-Tewas-Karena-Tawuran

Tinggalkan Balasan