Infaq Dakwah

PayPal: agusnizami@yahoo.com.sg Rekening BCA 0061947069 a/n Agus Nizami

Twitter

Inilah Ciri-ciri Muslim Sejati : Ummat Islam berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir: mediaislamraya.blogspot.com/2…

Kesalahan Umum Saat Haji dan Umrah

Saya pernah pergi Haji dan Umrah. Selama Haji dan Umrah, saya temukan kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para jema’ah haji atau umrah. Saya khawatir ibadah Haji dan Umrah mereka ditolak oleh Allah karena dosa yang mereka lakukan. Kesalahan umum saat Haji dan Umrah adalah sebagai berikut.

Lewat Di Depan Orang Shalat

Ada orang yang dengan enteng lewat di depan orang yang sedang shalat. Padahal dosanya amat besar:

Rasulllah SAW bersabda, “Seandainya orang yang lewat di depan orang shalat mengetahui tentang dosanya, maka pastilah menunggu selama 40 lebih baik baginya daripada lewat di depannya. (HR Bukhari dan Muslim) Salah seorang perawi hadits, Abu An-Nadhr, berkata, “Aku tidak tahu apakah maksudnya 40 hari, 40 bulan atau 40 tahun.

“Janganlah kamu shalat kecuali menghadap sutrah dan jangan biarkan seorang pun lewat di hadapanmu. Jika ada yang ngotot ingin lewat, perangilah ia. Karena sesungguhnya ada setan bersamanya. ” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 800)

Lebih baik kita lewat di belakangnya atau 1-2 saf di depannya. Jika tak bisa, lebih baik diam menunggu hingga dia selesai shalat.

Tergesa-gesa (Terburu-buru) dan Mengganggu Jema’ah Lain

Banyak orang yang terburu-buru dan mengganggu jema’ah lain. Tak jarang akibat sikap seperti itu, banyak musibah dengan korban jiwa terjadi. Bukan sekedar berebut mencium Hajarul Aswad, namun juga saat lewat terowongan Mina dan melontar jumrah.


Tahun 1990, 1426 jema’ah haji tewas di Terowongan Mina akibat terinjak-injak. Tahun 2006, 345 jema’ah tewas saat berdesakan melontar jumrah. Jadi tenang dan bersabarlah agar mendapat pahala.

Jangan terburu-buru karena itu adalah perbuatan setan:

“Tergesa-gesa adalah termasuk perbuatan setan,” begitu kata Nabi (HR Tirmidzi)

Pamer atau Bermewah-mewahan

Kadang ada juga yang pamer atau bermewah-mewahan. Mulai dari tinggal di hotel termahal, hingga memasang gelar Haji atau Hajjah untuk dibanggakan.

Suka kemewahan sebetulnya adalah satu penyakit yang harus kita hilangkan. Di Al Qur’an banyak disebut bagaimana orang yang suka bermewah-mewah itu menghuni neraka. Adakah kita ingin seperti itu?

“…orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.” [Hud 116]

“Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.” [Al Mu’minuun 64]

Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.” [Al Waqi’ah 45]

Nabi Muhammad meski beliau mampu hidup mewah karena 2 negara Super Power dunia saat itu (Romawi dan Persia) hampir jatuh di tangannya, namun tetap hidup sederhana. Tak ada perabotan berarti di rumahnya. Rumahnya pun tidak begitu besar. Kira-kira seluas tempat yang sekarang jadi makam Nabi di dalam Masjid Nabawi. Sempat Abu Bakar melihat bekas pelepah kurma di punggung Nabi. Beliau juga sering mengganjal perutnya dengan batu karena lapar. Itulah kesederhanaan belau.

Silahkan baca juga artikel lainnya di:

http://media-islam.or.id/category/islam/haji/

http://media-islam.or.id/category/usaha-muslim/biro-haji-umrah/

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Haji

Rekaman tragedi ibadah haji

  • Desember 1975: 200 jamaah tewas di dekat kota Makkah setelah sebuah pipa gas meledak dan membakar sepuluh tenda.
  • 4 Desember 1979: 153 jamaah tewas dan 560 lainnya terluka setelah petugas keamanan Arab Saudi yang dibantu tentara Perancis mencoba membebaskan Masjidil Haram yang disandera sekelompok militan selama dua minggu.
  • 31 Juli 1987: 402 jamaah tewas, 275 di antaranya dari Iran, setelah ribuan jamaah Iran yang melakukan demonstrasi mendapat perlawanan fisik dari keamanan Arab Saudi. Akibat dari insiden itu Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, yang akhirnya tidak mengirimkan jamaahnya ke Makkah hingga tahun 1991.
  • 10 Juli 1989: satu jamaah tewas dan 16 terluka akibat penembakan di dalam Masjidil Haram. Akibatnya 16 orang Kuwait yang melakukan penyerangan dihukum tembak mati.
  • 15 Juli 1989: lima jamaah asal Pakistan tewas dan 34 lainnya terluka akibat insiden penembakan oleh sekelompok orang bersenjata di perumahan mereka di Makkah.
  • 2 Juli 1990: 1.426 jamaah tewas kebanyakan dari Asia akibat terperangkap di dalam terowongan Mina.
  • 24 Mei 1994: 270 jamaah tewas akibat saling dorong dan injak di Mina.
  • 7 Mei 1995: tiga jamaah tewas akibat kebakaran di Mina.
  • 15 April 1997: 343 jamaah tewas dan 1.500 lainnya terluka karena kehabisan napas karena terjebak di dalam kebakaran tenda di Mina.
  • 9 April 1998: 118 jamaah tewas karena berdesak–desakkan saat pelaksanaan lontar jumroh.
  • 5 Maret 2001: 35 jamaah tewas serta puluhan lainnya luka – luka karena berdesak – desakan di Jammarat.
  • 11 Februari 2003: 14 jamaah tewas di Jumrotul Mina – enam di antaranya wanita.
  • 1 Februari 2004: Sebanyak 251 jamaah tewas selama pelaksanaan lontar jumrah.
  • 23 Januari 2005: 29 jamaah tewas akibat banjir terburuk dalam 20 tahun terakhir di Madinah.
  • 5 Januari 2006: Sebanyak 76 tewas akibat runtuhnya sebuah penginapan al-Rayahin di jalan Gaza, sekitar 200 meter sebelah barat Masjidil Haram.
  • 12 Jan 2006: Sedikitnya 345 jamaah tewas di Jammarat selama pelaksanaan lontar jumrah. Insiden ini terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat usai salat Zuhur, setelah jutaan jamaah saling berdesak–desakkan di pintu masuk sebelah utara lantai dua Jammarat.

Tinggalkan Balasan