Alhamdulillah ada juga tokoh bagus yang bisa diberitakan…:)
Agar Indonesia makmur, butuh pemimpin yang amanah dan peduli pada rakyatnya. Mudah-mudahan para tokoh, parpol, dan pejabat bisa mendukungnya juga. Ada pun kita bisa mendukungnya dengan mempromosikan di milis-milis dan blog yang kita miliki jika perlu membuat dan memasang spanduk agar rakyat tidak salah pilih dan didapat pemimpin yang amanah.
Jarang-jarang ada pemimpin di Indonesia yang bagus dan humanis. Oleh karena itu saya tampilkan Jokowi yang mampu memindahkan pedagang kaki lima di Solo tanpa harus menggusur mereka. Jokowi dengan cerdas mengatasi masalah dengan Win-Win Solution.
Hebatnya lagi, tidak seperti pemimpin lain yang mengeluh soal gaji atau minta naik gaji, dia tidak pernah mengambil gajinya (Kompas). Usaha Mebelnya yang sudah ada sebelum jadi walikota sudah cukup untuk menghidupinya.
Contohnya agar mau dipindahkan, Jokowi mengajak para pedagang itu makan-makan setiap minggu. Pada acara makan ke 54, baru dia berani menyatakan bahwa dia akan memindahkan para pedagang (Tempo).
Apa Jokowi mampu menjamin bahwa di tempat baru tidak akan sepi? Kata para pedagang. Jokowi tidak berani menjamin. Tapi dia mempromosikan pasar baru itu di TV Lokal Solo selama berbulan-bulan.
Para pedagang ingin toko baru mereka gratis. Namun DPRD keberatan. Jokowi mengatasinya dengan memberi gratis, tapi para pedagang membayar biaya retribusi Rp 2.600/hari di mana dalam waktu 8,5 tahun biaya Rp 9,8 milyar untuk relokasi akan kembali. Bandingkan dengan Mal yang sewanya Rp 5 juta/bulan di emperan dan Rp 20 juta/bulan yang berupa kios.
RAILBUS SOLO Kapasitasnya 2-3 x lipat bis biasa
Saat pengelola Railbus minta tarif Rp 30.000, dia menolak dan minta agar tarif cuma Rp 3.000 (Solo Pos). Siapa yg mau naik jika tarifnya Rp 3000? Katanya. Jarang ada pemimpin yg berani melawan pengusaha untuk membela rakyat.
Saat ada sekolah dasar negeri yang memungut uang masuk sampai Rp 1,5 juta, begitu dapat laporan dari orang tua murid, Jokowi langsung datang seorang diri naik motor dengan pakaian biasa ke sekolah itu. Setelah itu, tak ada lagi pungutan. Jokowi rupanya mengancam jika sampai ada pungutan, kepala sekolahnya akan diganti detik itu juga.
Jokowi juga berani menentang Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, yang ingin menggusur bangunan bersejarah Solo untuk dijadikan Mal. Saat Bibit marah dan memakinya sebagai bodoh, Jokowi dengan rendah hati berkata bahwa dia memang bodoh dan dia heran kenapa warga Solo memilih dia yang bodoh sebagai walikota selama 2 periode.
Sebagai pengusaha, beda dengan para bos/pimpinan lain yang suka menindas anak buahnya secara semena-mena, Jokowi memperlakukannya dengan manusiawi. Ini satu komentar anak buahnya di milis LISI:
Re: [LISI] Jokowi: Walikota Solo yang Humanis dan Berprestasi
Dari: “nurhadi purwata”
saya pernah lama tinggal di solo; pernah mengerjakan pekerjaan kecil untuk perusahaan pak jokowi. walaupun saya jauh lebih muda, pak jokowi memperlakukan saya seperti seorang teman; saya jadi tidak merasa sedang berhadapan dengan seorang walikota & juga pemilik perusahaan tersebut, sehingga merasa nyaman saat menemui beliau. demikian juga waktu mengerjakan pekerjaan kecil di salah satu dinas di pemkot surakarta, beliau sendiri mengikuti perkembangannya dengan saya memberi report langsung ke beliau. saya kira ini salah satu kontributor keberhasilan pak jokowi, beliau tidak menganggap kecil proyek apapun di lingkungan pemkot, sehingga laporan tidak hanya dari pejabat terkait yang mungkin bisa abs.
salamnur (mendukung jokowi untuk ri-1)
Meski tidak sebagaimana pemimpin Muslim lainnya yang saat pidato kerap mengutip kitab suci meski prakteknya “biasa-biasa saja”, Jokowi dalam ibadah rutin pun seperti shalat menurut pak Andrinof yang sempat bertemu beliau selama 10 hari justru lebih disiplin daripada kebanyakan politisi muslim. Ini komentarnya di milis LISI:
— In LISI@yahoogroups.com, Andrinof A Chaniago wrote:
Dan, dalam ibadah rutin pun, saya lihat Jokowi lebih disiplin dari kebanyakan politisi muslim.
Selain itu, saat banyak pejabat di Indonesia berpangku-tangan, Jokowi dengan gigih membantu pengembangan Mobil Esemka dengan menjadikannya sebagai Mobil Dinas AD 1 A di Solo. Jokowi bahkan membantu melakukan berbagai uji nasional.
Lihat pembelaan Jokowi saat sebagian pemimpin Indonesia menyatakan mobil Esemka sebagai “Odong-odong”:
“Mobil Esemka bukan odong-odong, rancangannya telah dipikirkan baik-baik sejak lima tahun yang lalu,” kata Joko Widodo di Kantor Perum LKBN ANTARA di Jakarta, Sabtu (25/2).
Joko Widodo bahkan menantang mobil produksi lain berharga sama (Rp 95 juta) untuk adu kualitas.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/25/lzy9ym-jokowi-esemka-bukan-odongodong
Jokowi bahkan berusaha menyediakan perusahaan sehingga Mobil Esemka bisa diproduksi di Solo dan anak-anak lulusan Esemka bisa membuat mobil di situ.
Jokowi mengatakan jika dinyatakan lulus uji, maka mobil tersebut akan langsung diproduksi. Jokowi mengatakan, proses produksi akan dilakukan di Solo. Rencananya, setiap bulan akan diproduksi sebanyak 200 mobil. “Tidak banyak lah, tapi yang terpenting adalah merek Indonesia,” katanya.
Mobil Esemka mampu melaju dengan kecepatan 120 km/jam dan tetap stabil sebagaimana Roy Suryo mengendarainya:
http://oto.detik.com/read/2012/02/24/143255/1850839/1207/esemka-melaju-120-km-jam-di-tol
Bahkan perusahaan Otomotif AS, General Motors, saja berminat “membantu” pengembangan Mobil Esemka. Namun kalau dibiarkan, khawatirnya Esemka akan jadi mobil Amerika. Bukan Indonesia.
Mobil Esemka saat ini jauh lebih baik ketimbang mobil pertama yang dibuat oleh AS dan Jepang. Coba lihat foto mobil-mobil Jepang kuno:
Jadi harusnya kita semua membantunya. Meski Esemka belum sempurna, tapi tidak mungkin kita bisa berlari jika tidak mau merangkak dan berjalan.
Ada sekelompok orang yang berusaha mendiskreditkan seolah-olah Jokowi bukan Muslim. Padahal Jokowi adalah seorang Muslim yang masih sholat. Ini foto-fotonya:
Jokowi usai sholat Jum’at di Masjid Sunda Kelapa
http://jakarta.tribunnews.com/2012/04/17/jokowi-malu-tunjukkan-foto-saat-masih-gondrong
Jokowi Usai Sholat Jum’at di Tanah Abang
http://jakarta.tribunnews.com/2012/06/09/jokowi-nyate-di-tanah-abang
Terhadap orang-orang yang mengkafirkan Jokowi atau pun sekedar ghibah dan fitnah saya sekedar mengingatkan:
Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)
Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)
Jokowi orangnya juga sederhana. Sehingga bisa menghemat APBD. Contohnya di Tribun disebut Jokowi menolak anggaran pidato sebesar Rp 1,2 milyar/tahun. Lumayan mengirit anggaran Pidato Rp 1,2 milyar/tahun. Cuma 10% acara yang pakai sambutan. Itu pun sekedar bicara tanpa naskah. Jadi tidak perlu pakai penulis naskah pidato segala macam…
http://jakarta.tribunnews.com/2012/09/30/jokowi-tolak-naskah-pidato-seharga-rp-12-miliar
MetroTV: Jokowi: “Dilantik dimanapun saya bisa, yang murah meriah. Kalau perlu, nggak ada biaya pun nggak apa-apa. Mau di Taman Suropati atau di Bantaran Ciliwung, saya siap”
Jokowi mengeluhkan besarnya anggaran pelantikan gubernur yang akan digelar pada 7 Oktober mendatang. Pelantikan Gubernur DKI saat ini dianggarkan sebesar Rp400 juta.
====
Saat DPRD sudah setuju dgn anggaran pelantikan Gubernur yg lebih dari Rp 1 milyar, ternyata ketika Jokowi yg akan dilantik, biaya tsb bisa dipangkas hingga kurang dari separuhnya, yaitu Rp 400 juta. Bahkan Jokowi siap dilantik dibantaran kali Ciliwung secara gratis.
Saat ini pemborosan seperti “biaya pidato” Gubernur Rp 1,2 milyar/tahun, “Baju Dinas” Gubernur Rp 3 milyar/tahun dianggap “wajar” oleh gubernur dan anggota DPRD.
Padahal jika para pejabat bisa hemat separuh saja, maka dari APBD DKI yg Rp 140 trilyun, Rp 70 trilyun bisa dipakai mensejahterakan rakyat. Dari APBN Rp 1500 trilyun/tahun, Rp 750 trilyun bisa dipakai untuk mensejahterakan rakyat.
Tapi kalau boros, tak ada yg tersisa untuk rakyat. Tak heran jika Allah menyebut pemboros sebagai “Saudara Setan”
”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]
”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur:1]
Ajaran Islam itu harus dilaksanakan. Bukan cuma untuk dibicarakan saja. Sebab orang yg tahu tapi tak mengamalkannya, dosanya 2x lipat lebih besar daripada orang yg tidak tahu. Jangan sampai kita tidak mau melaksanakan berbagai ajaran Islam seperti jujur, amanah, sederhana, dsb. Begitu mentok dan rakyat tidak mau memilih, baru menggunakan ayat Al Qur’an yang dipakai sesuai dengan selera kita.
http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/09/29/160547/Jokowi-Siap-Dilantik-di-Bantaran-Sungai-Ciliwung
http://jakarta.tribunnews.com/2012/09/27/anggaran-pelantikan-gubernur-dihemat-karena-jokowi
http://media-islam.or.id/2007/12/10/kemewahan-keserakahan-kesederhanaan-dan-kemiskinan/
Dari berbagai kelebihannya itu, adakah kelemahan Jokowi? Tentu ada. Jokowi didukung oleh PDIP di mana kaum Kristen dan Sekuler amat dominan. Wakil Jokowi di Solo mau pun Wagub sekarang adalah Kristen. Jika Jokowi jadi presiden, tentu amat mengkhawatirkan meski sejauh yang saya lihat mereka jujur.
Tapi partai Islam juga harus introspeksi. Kenapa tidak merekrut orang2 yang jujur, adil, sederhana, dan amanah untuk jadi pemimpin? Harusnya Partai Islam lebih jeli untuk merekrut pemimpin yang baik seperti Jokowi meski tidak mendapat uang sepeser pun dari komisi Politik. Ketimbang menerima uang sebesar Rp 20-30 milyar yang bisa jadi haram karena mendukung pemimpin yang zalim dan korup, kenapa tidak menyelamatkan dana APBD dan APBN yang trilyunan rupiah untuk rakyat?
Sebagai contoh, lebih baik menyelamatkan dana APBD sebesar Rp 200 trilyun (selama 5 tahun) untuk rakyat ketimbang cuma dapat komisi politik Rp 20-30 milyar. Jika dari Rp 100 trilyun bisa “direbut” oleh pengusaha jujur yang cuma untung tipis 10-20%, sudah didapat keuntungan sebesar Rp 10-20 trilyun rupiah. Ini nilainya 500x lipat lebih besar dan insya Allah lebih halal ketimbang menjadi broker politik yang mendukung pemimpin zalim dan korup.
Bahkan jika kita bisa menyelamatkan dana APBN sebesar Rp 10 ribu trilyun (selama 5 tahun), jika Rp 5000 Trilyun bisa “direbut” pengusaha jujur maka keuntungannya mencapai Rp 500-1000 Trilyun! Jadi lebih besar dan halal ketimbang menerima Rp 1-2 trilyun dari suap yang diberi pemimpin yang zalim dan korup. Ingat, pengusaha hitam biasanya memark-up hingga 400% bahkan lebih!
Referensi:
http://media-islam.or.id/2011/10/26/jangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim/
http://capresindonesia.wordpress.com/2011/08/04/jokowi-walikota-solo-yang-humanis-dan-berprestasi/
Memimpin Solo ala Jokowi
http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/08/110804_tokohjokowidodo.shtml
Ir. Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961; umur 50 tahun)[1], lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi, adalah walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bhakti 2005-2015.
Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985.[1]. Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008″
http://id.wikipedia.org/wiki/Joko_Widodo
Andai Joko Wi, Gubernur DKI Jakarta
“Kita merindukan para pemimpin Jakarta itu seperti Joko Widodo. Bayangkan, untuk merelokasi pasar saja dia berdialog dengan warganya 57 kali, bahkan mengajak makan bersama,” ujar Lieus Sungkharisma, pengusaha di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, kepada Kompas.com, Selasa (28/6/2011).
http://regional.kompas.com/read/2011/06/28/18090251/Andai.Joko.Wi.Gubernur.DKI.Jakarta
Wah! Wali Kota Solo Tak Pernah Ambil Gaji
http://regional.kompas.com/read/2011/05/26/16505322/Wah.Wali.Kota.Solo.Tak.Pernah.Ambil.Gaji
JOKO WIDODO, WALI KOTA SURAKARTA
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/12/22/LU/mbm.20081222.LU129061.id.html
Warga Solo makin marah dengan Gubernur Bibit Waluyo
http://www.solopos.com/2011/solo/warga-solo-makin-marah-dengan-gubernur-bibit-waluyo-104730
Revolusi dari Kota Solo…
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/22/07593339/Revolusi.dari.Kota.Solo
http://www.solopos.com/2011/solo/railbus-batara-kresna-kembali-dikandangkan-108825
http://kompas.realviewusa.com/default.aspx?iid=38123&startpage=page0000001









subhanallah..semoga Allah memperbanyak pemimpin dg karakter spt pak jokowi untuk negeri tercinta kita,.maju terus pak jokowi,
sukses terus pak, semoga jangan cuma di jabatan walikota atau gubernur aja pak… untuk kepala negara juga kayaknya butuh sosok seperti bapak. untuk bisa membangun ekonomi rayat di seluruh negeri dan mengatasi perpecahan dalam negeri. buat rakyat makmur dan sejahtera… sukses selalu untuk bapak.
Jokowi plus Dahlan Iskan…, untuk RI masa depan…
assalamualaikum wr wb.
selamat dan sukses selalu buat Pak Jokowi…. tetap fokus Pak… Kami perlu pemimpin yang seperti Bapak.
g bisa berkata apa apa lagi pak..bapak sudah memuaskan masyarakat di indonesi khususnya kota solo..saya akan berdoa mudah-mudahan masih banyak pemimpin diluar sana terinspirator sama bapak…sukses pak buat DKI 1 dan RI 1 nya…
Iya.
Saat ini Jokowi jadi Calon Gubernur DKI
Mudah-mudahan kelak bisa jadi Presiden RI
Rakyat butuh pemimpin yang cerdas, jujur, dan amanah yang berusaha kuat mensejahterakan rakyatnya dan mandiri.
Tidak ada lagi kata-kata yang perlu disamapaikan untuk kempemimpinan Pak Jokowi, Seluruh masyarakat Indonesia merindukan Pemimpin seperti ini. Mari kita semua mendukung beliau untuk DKI-1 kemudian dilanjutkan ke RI-1.
Benar-benar sosok pemimpin yang sudah jarang ditemui di negeri ini…
Jokowi selalu memilih wakilnya dari orang kafir….
Sebetulnya Jokowi tidak memilih orang kafir sebagai wakilnya. Itu PDIP yg mencalonkannya yg memilih wakilnya.
Coba kalau partai Islam yg mencalonkan Jokowi sbg Cagub, insya Allah orang Islam yg jadi wakilnya. Tapi kenapa Partai Islam/Berbau Islam tidak mencalonkan pemimpin baik seperti itu? Kenapa mencalonkan seseorang yg kemudian istrinya jadi buronan polisi karena kasus suap?
Tindakan Jokowi yg menyediakan tempat dagang bagi kaki 5 yg mayoritas Muslim itu membuat ummat Islam jadi kuat. Saat Jokowi menegur Kepala Sekolah hingga masuk sekolah gratis itu membuat ummat Islam jadi cerdas. Saat Jokowi memakai mobil Esemka jadi mobil dinas, itu yg dia pakai mobil buatan anak SMK yg mayoritas Muslim.
Sebaliknya banyak pemimpin Islam yg justru tidak memakmurkan ummat Islam. Mereka memakmurkan orang2 kafir. Contohnya ada yg beli mobil Ford Escape buatan AS. Padahal AS itu membantai ummat Islam.
Coba lihat bagaimana Gubernur Sumbar yg berasal dari Partai Dakwah tapi kok justru mencari investor dari AS dan Bavaria yg didominasi Zionis Yahudi?
===
Investor asal Bavaria Jerman, Markel Gehral tertarik berivestasi untuk pengembangan kawasan Mandeh, Pesisir Selatan.
http://irwanprayitno.info/berita/aktual/1319419467-investor-jerman-tertarik-kembangkan-mandeh.htm
Ekonomi AS itu didominasi Zionis dari keluarga Rockefeller dan Rothschilds.Sementara Bavaria adalah kampung halaman dari Keluarga Zionis Yahudi Rothschild. Rockefeller dan Rothschilds adalah keluarga Zionis yg mengontrol pemerintahan AS yg saat ini membantai jutaan Muslim dan menghalangi tegaknya syariat Islam.
Nah jika gubernur Sumbar itu mencari Investor dari Bavaria dan AS, apa ekonomi dan juga akhirnya Sumbar akan dikuasai oleh Zionis Yahudi?
Ironis bukan? Kalau pariwisata di Sumbar dipegang oleh pengusaha Jerman, apalagi dari Bavaria, akan banyak bermunculan turis2 bule yg boleh jadi melakukan zina dan minum2 bir. Orang Padang itu suka berbisnis. Kenapa harus cari investor dari Jerman dan AS?
Ini beda jauh dengan Jokowi yang bersemangat dalam memberdayakan ummat Islam bahkan memakai mobil Esemka yg dibuat oleh murid2 yang mayoritasnya Islam.