Advertisements

Hati-hati: MLM Haji dan Umrah Serta Dana Talangan Haji

Haji dan Umrah saja sekarang pakai di-MLM-MLM-in segala.
Jangan-jangan saat peserta mencapai 1 juta pada gagal berangkat semua karena jumlah pegawai untuk mengatur keberangkatan dan juga saat ibadah tidak mencukupi…:)

MLM itu cenderung memperbanyak downline/member agar bisa jadi tempat mencari nafkah. Jadi 1 MLM itu bisa merekrut ratusan ribu hingga jutaan member.

Nah mampukah mereka mengatur jutaan member berumrah/berhaji?
Sebab biro haji ternama saja paling banter cuma mampu mengelola 1000 jemaah untuk setiap keberangkatan. Lebih dari itu, jema’ah bisa terlantar karena pengelola kekurangan tenaga ahli yg berpengalaman untuk membimbing jema’ah.
Jika nanti mudharat/menelantarkan jemaah, itu sudah tidak benar.

Pak Harry Sufehmi di milis Isnet pernah menulis bagaimana satu Biro Haji besar dan terkenal mungkin karena jema’ahnya terlalu banyak, akhirnya tidak mampu mengurus mereka (akomodasi, transportasi, dsb). Sulit sekali mengatur kendaraan untuk ribuan jema’ah dari satu tempat ke tempat lain pada waktu tertentu. Akibatnya Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun haji terlewat. Walhasil haji jema’ahnya tidak sah.

Apalagi ternyata Biro Haji/Umrah MLM yang baru berdiri tahun 2009 tersebut ternyata belum punya izin! Jumlah Quota ONH Plus hanya 17 ribu. Jika pun ditambah, paling banter 30 ribu. Jadi jika MLM Haji tsb mampu merekrut 1 juta calon Jema’ah, akan banyak yang terlantar. Tapi bagaimana bisa naik haji cuma dengan uang Rp 5 juta? Untuk ongkos pesawat saja tidak cukup! Belum lagi setoran ONH ke Pemerintah sebesar US$ 4.000 (sekitar Rp 35 juta) untuk mendapat kursi haji. Jadi masyarakat harus hati-hati.

Ada pun mengenai Dana Talangan Haji, ada baiknya kita kaji ayat di bawah:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi)
orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah…” [Ali ‘Imrah 97]

Sesungguhnya Haji itu wajib bagi yang mampu.Jadi jika belum mampu, untuk apa memaksakan diri berhutang segala?

Jika dia berhutang untuk sesuatu yg tidak perlu (misalnya Rp 35 juta untuk berhaji) dan ternyata sudah meningggal sebelum lunas hutangnya, berdasarkan hadits di bawah terhalang masuk surga:

Muhammad bin Abdullah bin Jahsyi mengutarakan, Rasulullah duduk ditempat jenazah akan diletakkan. Lalu beliau menengadahkan wajah kelangit, kemudian menundukkan kepalanya. Setelah itu meletakkan tangannya diatas kening dan bersabda: Subhanallah..Subhanallahh..tiada sesuatu yang diturunkan yang sangat berat sampai besok pagi.”

Apakah yang dimaksudkan dengan sesuatu yang berat itu?

“Hutang” sabda beliau. Demi Tuhan yang memegang diriku, sekiranya seseorang terbunuh di jalan Allah(fiisabiilillah), kemudian dia dapat hidup kembali, kemudian dia terbunuh, tetapi ia mempunyai hutang, maka ia tidak dapat masuk surga sampai hutangnya itu dibayar lunas.”(H.R Thabrani, Annasaai, dan Hakim).

Kemudian jika yang menghutangi untuk haji itu minta tambahan (entah itu biaya administrasi, dsb), maka itu adalah riba. Dosa riba adalah:

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” [Al Baqarah 275]

Abu Hurairah memberitakan bahwa Nabi SAW bersabda,”Sungguh akan datang suatu zaman atas manusia, dimana tak seorang pun yang hidup saat itu, kecuali makan riba. Barang siapa yang tidak memakannya, akan terkena debunya”.(H.R.abu Daud dan ibnu Majah)

Jangan sampai kita beribadah Haji yang sebetulnya hanya wajib bagi yang mampu dan tidak wajib bagi yang tidak mampu, akhirnya tidak bisa masuk surga karena terbelenggu hutang dan riba.

 

Masyarakat Agar Tidak Terpikat Haji atau Umrah MLM

Ahmad Dani – Okezone

Jum’at, 1 April 2011 16:57 wib

JAKARTA – Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama Ahmad Kartono mengingatkan masyarakat agar tidak terpikat oleh penyelenggara ibadah haji atau umrah dengan sistem multi level marketing (MLM) atau sistem berantai. Karena sistem yang banyak berkembang belakangan ini memiliki potensi penipuan yang sering dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Ada pihak yang bisa berangkatkan umrah Rp2,5 juta, haji Rp5 juta dengan cara berantai. Ini sama-sama kita berantas,” kata Ahmad Kartono di depan peserta pembekalan dan sosialisasi penyelenggara ibadah haji khusus di Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Acara ini diikuti 250 peserta mewakili PIHK (penyelenggara ibadah haji khusus) dan pejabat bidang haji Kemenag.
Menurut Ahmad Kartono, minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah atau haji melalui MLM karena mereka terpikat oleh biaya yang murah dibanding dengan biaya haji atau umrah secara resmi. Padahal dengan cara berantai atau arisan ini lebih banyak orang yang kecewa.
Sementara itu, Ketua Umum HIMPUH (Himpunan Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji) Baluki Ahmad menambahkan, saat ini ada pola atau modus baru sebuah biro perjalanan menggaet calon jamaah haji melalui cara MLM.
“Mereka mengumpulkan masyarakat dengan iming-iming biaya murah bisa pergi haji. Padahal travel ini tidak ada izinnya, ini yang harus kita waspadai,” tandasnya.
Baluki juga berharap agar masyarakat untuk tidak terbujuk travel yang menawarkan paket perjalanan haji dan umroh dengan biaya semurah mungkin. Sebab, saat ini sudah tidak masuk akal dengan melihat kondisi eksternal, seperti naiknya biaya penginapan, transportasi dan juga harga minyak mentah dunia.
“MLM seperti money game. Ini masukan kita ke Kementerian Agama. Karena kami diayomi undang-undang, harus dapat perlindungan, jadi MLM janagan dibiarkan,” tandas Baluki.
Ahmad Kartono yang mewakili Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Slamet Riyanto juga menyampaikan, kuota jemaah haji khusus sebagaimana tahun lalu sebanyak 17.000 orang. “Namun apabila ada tambahan, pemerintah akan mengalokasikan bagi jemaah haji khusus,” katanya.
Ia juga mengingatkan PIHK dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji khusus harus memiliki komitmen, antara lain memberikan akomodasi hotel berbintang 4, katering prasmanan standar hotel, transportasi menggunakan bus syarikah, penerbangan diperbolehkan transit maksimal hanya satu kali, masa tinggal di Arab Saudi maksimal 25 hari, menyediakan pembimbing ibadah dan petugas kesehatan.
“Ini agar jemaah bisa menunaikan haji dengan nikmat bukan malah sengsara,” kata Ahmad Kartono.
Terkait dengan adanya perubahan struktur Ditjen PHU dalam penanganan jemaah haji khusus, Kartonio menjelaskan lingkup koordinasi yang baru yaitu dengan Direktorat Pelayanan Haji menangani urusan pendaftaran dan pembatalan jemaah khusus, Direktorat Pembinaan dan Umrah menangani perizinan, akreditasi, pengawasan dan pengelolaan BPIH. (ahm)

http://news.okezone.com/read/2011/04/01/337/441428/masyarakat-agar-tidak-terpikat-haji-atau-umrah-mlm

Berita lainnya:

http://www.jpnn.com/read/2011/04/02/88468/Waspadai-MLM-Haji-dan-Umrah-

 

Waspadai MLM Haji-Umrah Ilegal

Jumat, 01 April 2011 16:44 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,

JAKARTA-Sistem Multi level marketing (MLM) ilegal dengan produk berangkat haji atau umrah menjamur.  Karenanya masyarakat diminta waspada.
“Banyak laporan kasus meski tidak tertulis,” kata Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama Ahmad Kartono.
Kartono mengemukakan bentuk selain MLM ada pula sistem arisan haji atau umrah. Padahal, para penyelenggara baik MLM ataupun arisan tersebut tidak terdaftar secara resmi sebagai biro penyelenggara haji atau umrah. Bahkan, seringkali para oknum itu menawarkan harga jauh lebih murah. Di antaranya, ada yang memasang harga Rp 2,5 juta   bisa memberangkatkan umrah dan Rp 5 juta  untuk haji. “Ini illegal, mengatasnamakan biro padahal bukan,” kata dia.
Banyak ketentuan yang mesti dipenuhi oleh biro penyelenggara haji dan umrah. Bagi penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) misalnya, nilai pendaftaran sebesar 4.000 dolar  AS guna memperoleh porsi. Bahkan, standar pelayanan yang lazim dipenuhi PIHK sangat ketat antara lai akomodasi hotel berbintang 4, katering prasmanan standar hotel, transportasi menggunakan bus syarikah, dan kesiapan menyediakan pembimbing ibadah dan petugas kesehatan.
Redaktur: Siwi Tri Puji BReporter: Nashih Nashrullah

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/umroh-haji/11/04/01/liywe7-waspadai-mlm-hajiumrah-ilegal

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: