Media Islam, Islam, Allah, Muhammad

Kategori

Bukti Isa atau Yesus Hanya Manusia. Bukan Tuhan/Allah

Sering orang-orang Kristen/Nasrani mengajak ummat Islam masuk ke agama mereka agar menyembah Yesus jadi Tuhan mereka. Brosur-brosur mereka bagikan. Bahkan ke website-website Islam pun mereka masuk dengan komentar yang meski memakai ayat-ayat Al Qur’an yang mereka rubah-rubah maknanya, akhirnya ujung-ujungnya mengajak ummat Islam untuk menyembah manusia Yesus yang mereka jadikan sebagai Tuhan.

Dalam Al Qur’an, Allah sudah menjelaskan bahwa Isa/Yesus bukan Tuhan. Hanya manusia biasa. Hamba Allah yang dijadikan Nabi. Lihatlah ayat di bawah:

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah yang diciptakan dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan dengan tiupan roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “Tuhan itu tiga”, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” [An Nisaa’ 171]

Allah sudah memerintahkan Ahli Kitab untuk berhenti jadi musyrik dengan menyembah 3 Tuhan di antaranya Isa sebagai Tuhan. Isa adalah anak dari Siti Maryam. Isa adalah rasul/utusan Allah sebagaimana Nabi Muhammad.

Sering kaum Nasrani berdalih dengan ditiupnya roh dari Allah, berarti Isa adalah Allah. Padahal semua manusia termasuk Adam dan kita mempunyai roh yang diciptakan Allah:

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh ciptaanKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” [Shaad 71-72]

Lihat ayat di bawah yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan semua manusia dengan tiupan roh dariNya:

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.  Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” [As Sajdah 7-9]

Itu bukan berarti semua manusia adalah Tuhan. Tapi semua mendapat roh yang merupakan ciptaan Allah. Milik Allah. Oleh karena itulah ummat Islam ketika terjadi bencana mengucapkan Inna Lillah. Sesungguhnya kita semua milik Allah.

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” [Al Baqarah 156]

Lihat bagaimana Nabi Isa mengajak manusia untuk bertakwa kepada Allah:

“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?.” Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman.” [Al Maa-idah 112]

Nabi Isa sekali-kali tidak pernah meminta/menyuruh manusia untuk menyembahnya sebagai Tuhan. Itu jalan yang sesat.

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” [Al Maa-idah 116]

Nabi Isa adalah utusan Allah yang membenarkan kitab Taurat dan mendapat kitab Injil:

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” [Al Maa-idah 46]

Di Matius 15:24 dan Matius 10:40 Yesus mengakui cuma sebagai utusan  Tuhan:

“Jawab Yesus : “aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel.” (Matius 15:24)

“Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus aku.” (Matius 10:40)

Yesus menyuruh hanya menyembah kepada Allah. Bukan dirinya:

“Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10).

Orang yang berkata bahwa Isa/Yesus adalah Allah, maka sesungguhnya dia kafir:

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Al Maa-idah 72]

Jika kita belajar Sifat 20 Allah, maka kita akan tahu sifat-sifat Allah yang tidak akan bisa dimiliki oleh manusia biasa. Yaitu Allah itu Qidam (Terdahulu). Allah itu Maha Awal. Telah ada sebelum bumi, matahari, dan langit ada. Tidak mungkin Allah itu kemudian seperti Nabi Isa yang dilahirkan oleh Siti Maryam pada tahun 0 Masehi. Tidak mungkin Tuhan yang Maha Pencipta didahului oleh ciptaannya seperti Siti Maryam yang jadi ibu Nabi Isa, Musa, Ibrahim, Adam, Bumi, Matahari, dan sebagainya.

Allah juga bersifat Baqa’ atau kekal. Tidak mungkin Allah itu mati sebagaimana Yesus yang mati disalib. Allah juga berbeda dengan makhluknya (Mukhollafatuhu lil Hawadits). Tidak mungkin Allah terlahir sebagai bayi yang menyusui, menangis, pipis, buang air besar, dan sebagainya. Bagi yang ingin mempelajari lebih jauh Sifat 20 Allah ini silahkan klik:

http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui

Sebetulnya ucapan Yesus saat disalib yang mengatakan “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? sudah merupakan bukti nyata bahwa Yesus bukan Tuhan/Allah:

“Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)?

Kalau kita berpikir dengan akal sehat, tidak mungkin Tuhan/Allah mengucapkan kalimat “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Dalam Al Qur’an dijelaskan Allah bukanlah orang yang hina yang perlu penolong:

Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. “ [Al Israa’:111]

Silsilah Yesus Kristus

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus …… (Matius 1 : 1 …… dst).

Tuhan tidak mungkin punya silsilah atau orang-tua dan nenek moyang. Silsilah di atas merupakan bukti kuat Yesus bukan Tuhan.

Kelahiran Yesus Kristus

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1 : 21).

“(Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhan-mu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs 19 Maryam 19).

Tuhan tidak mungkin dilahirkan oleh seorang manusia. Ayat di atas merupakan bukti Yesus bukan Tuhan.

Dalam Al Qur’an dijelaskan Allah itu tidak beranak dan tidak pula diperanakan/dilahirkan:

“Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan” [Al Ikhlas 3]

Yesus berpuasa dan merasa lapar

“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” (Matius 4:2).

Tuhan tidak mungkin merasa lapar/haus.

Yesus tidak tahu hari kiamat:
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun tahu , malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)

Tidak mungkin Tuhan tidak tahu hari kiamat. Jadi Yesus bukan Tuhan.

Yesus pergi berdoa di Getsmani:
“Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsmani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah disini sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (Matius 26:36)

Allah itu tempat kita berdoa. Jadi bukan Tuhan yang berdoa/meminta.

Anak Manusia, diolok-olok, diludahi dan dibunuh:

“Kata-Nya : “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, (34) dan Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari ia akan bangkit.” (Markus 10:33-34).

Menurut ajaran Islam, Tuhan adalah Maha Perkasa dan Maha Kuat. Tidak mungkin Tuhan bisa diludahi dan dibunuh oleh manusia.

“Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” [Faathir:16-17]

Yesus lapar, tidak tahu musim dan mengutuk pohon ara:

“Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu. Tetapi waktu Ia  tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu :”Jangan lagi seorang pun memakan buahmu selama-lamanya?” Dan murid-muridnya pun mendengarnya.” (Markus 11:1214).

Jika Yesus Tuhan, tentulah dia tidak akan merasa lapar. Dia juga tentu tahu bahwa pohon ara  tersebut belum berbuah karena belum musimnya. Dia bisa menciptakan makanan jika dia Tuhan. Tapi tidak. Karena dia bukan Tuhan, maka itulah yang terjadi: Lapar dan tak tahu kalau pohon tersebut belum berbuah.

Dalam Islam, disebut bahwa Allah itu Maha Tahu. Bahkan tak ada sehelai daun pun yang jatuh ke bumi tanpa diketahuiNya:

“Dan pada sisi Allah-lah kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam:59]

Nabi Isa itu tak lebih dari pada seorang rasul sebagaimana rasul-rasul terdahulu (Musa, Ibrahim, Daud, dan sebagainya). Nabi Isa dan ibunya makan makanan biasa sebagaimana manusia lainnya:

“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” [Al Maa-idah 75]

“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti kekuasaan Allah untuk Bani lsrail” [Az Zukhruf 59]

“Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi” [Maryam 30]

Terkadang kaum Nasrani memelintir makna ayat di bawah untuk meyakinkan ummat Islam bahwa Yesus itu Tuhan. Padahal ayat di bawah menegaskan Isa itu anak Maryam. Isa itu termasuk ORANG-ORANG yang dekat dengan Allah sebagaimana para Nabi-nabi lainnya:

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan dengan kalimat yang datang daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” [Ali ‘Imran 45]

Kadang orang Nasrani menganggap Isa sebagai Tuhan karena dia lahir tanpa ayah. Cuma punya ibu saja. Padahal Nabi Adam lebih hebat lagi. Lahir tanpa ayah dan ibu. Toh meski proses penciptaan Adam lebih sulit, bukan berarti Adam itu Tuhan:

“Sesungguhnya misal penciptaan Isa di sisi AllAh, adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” [Ali ‘Imran 59]

“Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” [Maryam 35]

Penciptaan Nabi Isa tidak beda jauh dengan penciptaan Nabi Adam.
Kaum Yahudi dan Nasrani menganggap Isa/Yesus mati disalib. Padahal Allah menyelamatkan Nabi Isa. Allah merubah murid Nabi Isa yang berkhianat Yahudza (Yudas Iskariot), menjadi seperti Nabi Isa rupanya. Sehingga akhirnya Yahudza yang dikira Isa itulah yang disalib dan dibunuh oleh tentara Romawi:

“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” [An Nisaa’ 157]

Zaman dulu mungkin orang-orang mengatakan tidak mungkin merubah wajah orang. Tapi dengan operasi plastik atau face off, hal itu sekarang bisa dilakukan. Bagi Allah yang Maha Kuasa, itu lebih mudah lagi dan cepat tidak terkira.

Lihat ayat Al Qur’an di bawah. Dijelaskan bahwa Isa ANAK Maryam berkata bahwa dia adalah utusan Allah dan memberi tahu bahwa akan ada rasul yang bernama Muhammad:

“Dan ingatlah ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” [Ash Shaff 6]

Jadi jika ummat Nasrani percaya kepada Yesus, harusnya mereka percaya kata-kata Nabi Isa di atas yang menjelaskan bahwa Nabi Isa hanya manusia biasa yang jadi rasul. Bukan Tuhan. Dan mereka harus percaya kepada Nabi Muhammad sebagai utusan Allah.

Sebetulnya dalam Alkitab keEsaan Tuhan juga dijelaskan dalam 10 Perintah Tuhan yang ada di Exodus 20:
Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. [Exodus 20:1-3]

Yesus berikan kesaksian bahwa Tuhan itu Esa

“Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal menjawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada mereka itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum apakah yang paling utama?” Jawab Yesus : “Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” (Markus 12:28-29).

Sebagai ummat Islam, kita wajib bersyahadah “Asyhadu al laa ilaaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah” Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Dalam Al Qur’an surat Al Ikhlas dijelaskan tentang keEsaan Tuhan:
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. [Al Ikhlas:1-4]

Silahkan baca juga:

http://media-islam.or.id/2007/09/06/tauhid-%E2%80%93-mengesakan-allah

Referensi:

Buku “101 Bukti Yesus bukan Tuhan”, H Insan L.S Mokoginta

INILAH FAKTA-FAKTA BAHWA YESUS BUKANLAH TUHAN, NAMUN SEORANG NABI …

1.Silsilah Yesus Kristus

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus …… (Matius 1 : 1 …… dst).

Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa as) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Maryam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari kalamullah maka lebih pantas disebut Yesus (Isa) bin Maryam, bukannya Isa (Yesus) bin Yusuf. Karena ia dilahirkan oleh manusia, maka Yesus adalah 100% manusia dan bukan Tuhan !

Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :

* Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan !
* Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan !!

Dalam Qs. 57 Al Hadiid ayat 3 dijelaskan sebagai berikut :

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. 57 Al Hadiid 3)

Ayat tersebut menjelaskan, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, sementara Yesus (Nabi Isa) berawal dan berakhir. Berawal dari kelahirannya dan berakhir dengan kematiannya.

1. Setiap yang berawal dan berakhir, pasti bukan Tuhan !

2. Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan !!

http://beritamuslimshohih.wordpress.com/2010/02/17/101-bukti-yesus-bukan-tuhan-bag-2

http://beritamuslimshohih.wordpress.com/2010/02/17/101-bukti-yesus-bukan-tuhan-bag-3

http://islamic.xtgem.com/update_juli2008/101bukti/101bukti_index.htm

http://ainuamri.wordpress.com/2007/10/06/yesus-bukan-tuhan-dan-tidak-sama-dengan-tuhan

Advertisements

13 comments to Bukti Isa atau Yesus Hanya Manusia. Bukan Tuhan/Allah

  • surya

    Tapi kenapa umat nabi Isa itu tertutup hatinya,padahal jelas jelas nabi Isa telah berkata seperti itu,di Al kitabnya juga tertulis seperti itu,kok ya gk nyadar ya?

  • Parnama

    Mungkin anda perlu merenungkan dahulu: Ketika TUHAN menjadikan Manusia apakah sama dengan menciptakan Binatang? Bukankah secara biologis banyak persamaan binatang dengan Manusia?? Akan tetapi Manusia (Adam) adalah mahluk yang tertinggi? Tapi Apa kelebihan Manusia dari binatang?
    Mengapa TUHAN tidak meminta biantang untuk menyembah, kecuali di “program” saja??, Mengapa banyak sifat-sifat TUHAN ada pada Manusia?? renungkan lah. Itu tandanya bahwa memang tubuh Manusia diciptakan TUHAN tidak jauh beda dari binatang, tetapi ROH Manusia itu dijadikan bagaimana?? bukankah itu sperti “ada ROH Induk yang membelah membentuk ROH baru dan sifat-sifat induknya turun kepada ROH yang baru tadi??. Bukankah Adam Rohani adalah ANAK TUHAN demikian juga Iblis adalah ANAK TUHAN yang memberontak (masakah TUHAN merencanakan ada mahluk jahat??, kecuali kalau bukan memang dia adalah mahluk yang mewarisi sifat-sifat INDUK?? ) Jadi apa suusahnya untuk mengerti bahwa Yesus (Yeshua) adalah ANAK SULUNG dari TUHAN??.
    Kuncinya adalah APA PERBEDAAN UTAMA MANUSIA dengan BINATANG?? APAkah manusia lebih senang disejajarklan dengan binatang atau disejajarkan dengan mahluk ILAHI?? yang dapat berkomunikasi dengan TUHAN?? renungka.

    • Ibrahim

      Sdr. Parnama coba anda buka kitab injil anda, Keluaran pasal 4 ayat 22, disitu tertulis :”Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian:”Inilah Firman Tuhan:Bahwa Israil itulah anakKu laki-laki, yaitu anakKu yang sulung”. Buka lagi di Yeremia pasal 31 ayat 9:”Akulah Bapak bagi Israil;dan Afraim itulah anak yang sulung”. Nah lo..? mana yang benar Yesus anak sulung atau Israil atau Afraim ….????? Ngga ada tuh disebutkan Yesus anak sulung Tuhan. Udah deh….kitab kalian sekarang ini sudah banyak “modif” nya,banyak “insert” nya atau malah banyak juga yang di “delete”. Kalau pengen tau selengkapnya anda bisa baca DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS, antara KH.Bahauddin Mudhory dengan Sdr.Antonius Widuri.
      Kasihan sekali anda ini, sampai tidak tau perbedaan Manusia dengan Hewan…? Waduh, ini sih masalah dasar sekali. Beda nya sudah jelas manusia diciptakan oleh Allah SWT mempunyai nafsu,akal dan budi pekerti. Sementara Hewan hanya mempunyai nafsu.Dan yang paling penting adalah manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah atau bersujud kepada Allah SWT, sesuai dengan FirmanNya : ” Tidaklah AKU ciptakan Jin dan Manusia semata-mata untuk beribadah kepadaKU.”

  • nizami

    Pak Parnama, semua makhluk hidup entah itu manusia, jin, malaikat, dan juga binatang diberi roh/nyawa oleh Allah. Seperti mainan yang diberi baterai, roh itulah yang membuat jasad/fisik jadi hidup. Jika roh dipisah, maka matilah makhluk tsb.

    Allah bisa menciptakan roh/jasad hanya dengan mengucapkan “Kun Fa Yakun”. Jadilah maka jadilah.

    Saya berikan bukti dari Alkitab anda sendiri:
    SELAIN MEMILIKI JIWA DAN TUBUH, BINATANG JUGA MEMILIKI ROH.
    (Lihat: Pengkhotbah 3:18-21)
    Yehezkiel:
    1:20 Barang ke manapun dikehendaki oleh roh, ke sanapun perginya; apabila roh itu hendak berjalan, lalu segala jentera itu terangkat sertanya, karena roh binatang itu adalah di dalam segala jentera itu.
    http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Yeh/L_Yeh1.htm

    Manusia dan Jin diberi nafsu dan akal, malaikat hanya akal, sementara binatang hanya nafsu. Itulah bedanya.

    Jika menganggap roh Iblis dan Manusia merupakan belahan/pecahan dari Allah, maaf, itu menghina kesucian Allah. Adakah roh Allah itu begitu bejat hingga masuk neraka?
    Jika manusia itu pembunuh, pemerkosa, perampok, koruptor, pencuri, penculik, dsb, adakah itu dari Roh Allah?

    Allah itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Benar, dsb…

    Maha Suci Allah dari segala yang kalian tuliskan…

  • Insan

    Ada 3 hal pokok yang umat nasrani tidak mau mengerti :

    1. Pengertian Tuhan.
    Isa atau Yesus saja didalam Injil melalui puluhan surat menyebutkan bahwa dia berdoa dan memohon pada Tuhannya. Lantas kenapa kaum nasrani malah menyebut Yesus sebagai Tuhan lalu berikutnya setelah terbantahkan berubah jadi anak Tuhan (lihat sejarah kristen).

    2. Kitab Suci.
    Sederhana…kitab suci adalah Kitab yg berisi firman Tuhan tanpa ada campur tangan manusia. Injil malah direvisi…bandingkan dengan Injil pertama dan hasil revisi Paulus. Apa berikutnya akan disebut quadnitas dengan Paulus sebagai anak bungsu Tuhan?

    3. Toleransi terhadap agama lain.
    Nasrani menganggap islam musuh karena islam menyatakan sebagai agama penutup agama2 sebelumnya yg belum sempurna dan banyak organisasi garis keras yg memakai islam sebagai tameng. Tapi kenapa nasrani adem ayem saja dengan Yahudi yg terbukti dari jaman ke jaman menyebabkan kerusakan di muka bumi termasuk kepada kaum nasrani. jelas2 yahudi menyatakan sebagai agama paling benar dan menganggap agama lain harus dihancurkan. Negara2 kristen diam saat negara yahudi membunuh warganya. Negara2 kristen diam saja saat Yahudi menggerogoti pemerintahannya.

    Sesungguhnya jaman internet sekarang ini sangatlah mudah mencari keterangan atau fakta sejarah. Tapi masih saja ada orang yg tidak mau mencari fakta karena takut akan kebenaran.

    Fakta bahwa pemeluk agama Islam bertambah pesat di eropa adalah bukti kesadaran mulai terbuka.

  • almahdi

    MUNGKIN UNTUK BAPAK PARNAMA SENDIRI TIDAK MEMAHAMI ISI KANDUNGAN AL-QUR’AN. INGAT…PAK !!! KEBANYAKAN MUALLAF DI BARAT ADALAH MANTAN PENDETA, BIARAWATI, DAN ORANG KRISTEN YANG KRITIS ! MEREKA INI MEMBANDINGKAN BUKTI PEMAHAMAN ANTARA AL-QUR’AN DAN ALKITAB !

    TAPI AKHIRNYA APA?

    JUSTRU MEREKA ( MANTAN PENDETA, BIARAWATI, DAN ORANG NASRANI/KRISTEN YANG KRITIS ) LAH YANG AKHIRNYA SANGGUP MENERIMA PETUNJUK DARI TUHAN YANG MAHA BERILMU LAGI MAHA BENAR, ALLAH AZZA WA JALLAH. SAYA SARANIN COBA LAH BAPAK BERSIKAP KRITIS ! TENTANG AGAMA BAPAK SENDIRI !

    UNTUK MEMULAI PENGKRITISAN ANDA, SAYA MAU TANYA APA SIH, KONSEP ” TRINITAS ” DALAM AJARAN NASRANI ?

    KARENA, KEBANYAKAN TEMAN-TEMAN NASRANI YANG SAYA AJAK DEBAT. DAN KEBETULAN SAYA TANYAIN SOAL ” KONSEP TRINITAS ” PADA AJARAN MEREKA, MEREKA JUSTRU TIDAK MAMPU MENJAWAB APA MAKSUD ” KONSEP TRINITAS “. ATAU DAPAT DI BILANG KALAU MEREKA ORANG NASRANI TIDAK TAU APA ITU ” KONSEP TRINITAS “.

    NAH,, ANEH NYA KALAU ” KONSEP TRINITAS ” YANG JELAS-JELAS MENJADI PONDASI DASAR AJARAN ” NASRANI ” TIDAK DI KETAHUI OLEH BANYAK ORANG, LALU BAGAIMANA MUNGKIN ORANG HARUS MENGIMANI SUATU AJARAN YANG KONSEP NYA SAJA TIDAK MASUK AKAL, ATAU TIDAK DAPAT DI FAHAMI OLEH KEBANYAKAN UMAT MANUSIA.

    MAAF SEBELUMNYA, APAKAH MUNGKIN AJARAN ” KRISTEN ” YANG KONON KATANYA DI GEMBAR-GEMBORKAN DI AJARKAN PERTAMA KALI OLEH ” PAULUS TARSUS ” ITU HANYA AJARAN NGAWUR DARI ” OM TARSUS ” ?

    KALAU BUKAN NGAWUR KENAPA HARUS SUSAH DI MENGERTI ?

    MOHON JAWAB !

  • […] Islam, Yesus adalah anak Maria / Maryam. Bukan anak Tuhan atau […]

  • billy

    sudah jelas jelas yesus hanya manusia biasa, masih tetap saja di tuhankan

  • jitran

    umat kristen tidak pernah membela kaum yahudi.musti diingat juga bahwa yang membunuh yesus sendiri itu bangsa yahudi juga.

  • hey . jitran . kalau lah tuhan anda sendiri dibunuh oleh bangsa yahudi. Kenapa ketika itu dan sampai sekarang anda tidak membenci agama yahudi? seharusnya anda memnce yahudi. bukan agama islam.

    sudah lah, baca baik2 kitab injil yang asli . karena kitab anda yang sekarang adalah buatan manusia yang direvisirevisi

  • […] Islam, Yesus adalah anak Maria / Maryam. Bukan anak Tuhan atau […]

  • Azroul Hamied Wann Abdullah

    Dari Moderator karena panjang, terpaksa dipotong. Namun disertakan linknya bagi yang ingin membaca selengkapnya.
    Menurut Islam, Isa/Yesus adalah Nabi. Manusia.
    Namun orang2 Kristen menganggap Isa/Yesus adalah Tuhan. Itulah kenapa Allah menyebutnya sebagai orang yang kafir:
    “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Al Maa-idah:72]

    http://media-islam.or.id/2007/09/06/tauhid-%E2%80%93-mengesakan-allah
    Wassalam

    MENGUNGKAP PERBEDAAN NABI ISA As VERSUS TUHAN YESUS KRISTUS YANG AKAN MUNCUL KEMBALI KE DUNIA

    Lantaran terdapat dua versi TOKOH dalam dunia ini, maka umat Islam perlulah mengetahui siapakah yang akan hadir pada akhir zaman ini, NABI ISA versi Islam atau TUHAN YESUS versi Kristian? marilah kita memulai pembahasan ini mungkin akan memakan banyak waktu anda lebih lama karena membaca Artikel ini,,,,sebelumnya Azroul mohon maaf kalau ada yang tersilaf dalam kata2 Artikel ini, bukan bermaksud mengguris perasaan atau melukai hati pembaca non muslim sekalian,,,heuheuheuheuheu,,,piiiiisssss

    Kesimpulan: Al-Quran, Al-Hadis dan ijma’ ulama Islam tidak pernah bersetuju bahawa Nabi Isa yang diceritakan dalam al-Quran merupakan Yesus Kristus, tuhan orang Kristian. Perlakuan orang Kristian memalsukan ayat Al-Quran untuk tujuan menghalalkan ajaran agama mereka ini tidak ubah seperti meletakkan tanda halal pada makanan yang tidak halal bagi umat Islam. Contohnya kejadian penggunaan enzim lemak khinzir di dalam produk Ajinomoto keluaran Indonesia. Di luar kulit mereka gunakan simbol Islam iaitu halal tetapi hakikatnya produk itu telah tercemar!

    Firman Allah :

    “Segolongan di antara orang-orang Ahli Kitab bercita-cita hendak menyesatkan kamu, dan tiadalah mereka menyesatkan (orang lain), hanya diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyedarinya.” (Surah Ali-Imran: 69)

    Waallahu ‘Alam bishowab

    http://www.facebook.com/photo.php?fbid=283628058381061&set=a.280988651978335.64919.100002016080524&type=1&theater

  • Redzuan Tumin

    “Wahai Ahli al-Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Maseh, Isa putra Maryam itu adalah Utusan Allah dan [yang dijadikan] dengan kalimat-Nya, yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan dengan tiupan roh [daripada Malaikat dengan perintah Allah kepada diri Maryam]. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “[Tuhan itu] tiga,” berhentilah daripada mengucapkan [kalimah]itu. [Itu] lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah itu Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya. Cukupklah Allah untuk menjadi Pemelihara.”
    [Maksud al-Quran surah An-Nisaa’ :71 ]

Tinggalkan Balasan