Advertisements
  • Uncategorized
  • 3

Afghanistan: Muslim Tidak Boleh Memerangi Sesama Muslim

Fenomena yang terjadi pada perang Afghanistan saat ini sangat memprihatinkan. AS dan sekutunya bukan hanya menyerang dan menduduki Afghanistan serta membantai penduduknya, namun juga menggunakan “Muslim” untuk memerangi sesama Muslim di Afghanistan.

Ada tentara AS (meski segelintir) yang beragama Islam yang disuruh oleh pemimpinnya  yang kafir untuk membantai saudara Muslim mereka di Afghanistan. Pemerintah AS pun meminta Pakistan dan juga Turki yang merupakan negara Muslim untuk memerangi sesama Muslim di Afghanistan.

Orang-orang Islam entah itu tentara AS yang Muslim, pemerintah dan tentara Pakistan dan Turki yang Muslim itu jelas membangkang perintah Allah dalam Al Qur’an.

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, kepada mereka malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri Mekah.” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali” [An Nisaa’ 97]

Pada zaman Nabi, saat perang Badar ada orang-orang Islam di Mekkah yang tidak hijrah ke Madinah bersama Nabi meski mereka sanggup. Akhirnya mereka dipaksa oleh pemerintah Mekkah yang kafir untuk turut berperang memerangi Nabi pada perang Badar dan terbunuh. Allah menjelaskan bahwa orang-orang Islam yang memerangi Nabi tersebut tempatnya adalah neraka Jahannam.

Itulah yang akan terjadi pada ummat Islam yang memerangi sesama Muslim entah itu di Afghanistan, Iraq, dan tempat-tempat lainnya.

Petinju terbesar sepanjang zaman, Muhammad Ali, dengan berani menolak perintah pemerintah AS untuk memerangi rakyat Vietnam saat menjalani wajib militer ketika perang Vietnam. Ali tidak mau membunuh rakyat sipil yang tidak berdosa.

Akibat perbuatannya itu, Muhammad Ali dipenjarakan oleh pemerintah AS dan gelar juaranya dicopot. Tapi Ali menjalani hal itu dengan tabah dan sabar.

Nah jika terhadap rakyat Vietnam yang bukan Muslim saja seorang Muslim tidak mau membunuh karena mereka tidak berdosa, harusnya ummat Islam tidak mau menuruti perintah pemerintah Kuffar AS untuk membunuh rakyat Afghanistan yang Muslim yang tengah dizhalimi oleh pemerintah AS dan sekutunya.

Harusnya mereka semua justru membantu Muslim Afghanistan untuk bersama-sama memerangi pasukan AS dan sekutunya sehingga pergi dari Afghanistan.

“…Perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” [9 AT Taubah 36]

Hanya dengan tipu daya dan pecah-belah lah AS dan sekutunya bisa mengalahkan ummat Islam seperti di Iraq dan Afghanistan. Mereka memanfaatkan pemerintah Arab, Pakistan, dan Turki untuk membantunya.

Sekiranya ummat Islam bersatu dan tidak mau dipecah-belah, tentu pasukan kafir itu tidak akan bertahan lama dan segera dapat dikalahkan.

Pasukan Khalid bin Walid yang berjumlah 3.000 orang mampu menahan 200 ribu pasukan Romawi pada perang Mu’tah. Pasukan Nabi yang berjumlah 30 ribu orang mampu menggentarkan 200 ribu pasukan Romawi sehingga mereka sama sekali tidak berani menampakkan diri pada perang Tabuk. Sultan Salahuddin Al Ayyubi dari Turki Usmani mampu mengalahkan seluruh pasukan kerajaan Eropa pada perang Salib.

Pada perang Kemerdekaan RI, meski Inggris dan AS membantu penjajah Belanda, tetap saja mereka tidak dapat mengalahkan rakyat Indonesia yang bersatu meski senjatanya apa adanya.

Sejarah menunjukkan bahwa ummat Islam yang bersatu, meski jumlahnya sedikit akan mampu mengalahkan tentara kafir meski mereka berjumlah banyak.  Itu sudah merupakan Sunnatullah/Hukum Allah.

Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong.

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.” [48 Al Fath 22-23]

Semoga ummat Islam di seluruh dunia berhenti dari memerangi sesama Muslim dan saling bantu untuk mengalahkan kaum kafir.

Berita:

Bahkan tentara Inggris yang masih punya hati nurani saja, Glenton, menolak membunuh orang yang tidak berdosa. Apalagi kita sebagai sesama muslim.

Tolak Perang Afghanistan, Tentara Inggris Terancam Penjara 10 Tahun
Seorang tentara Inggris terang-terangan menyampaikan penolakannya atas perang di Afghanistan. Akibatnya, prajurit tersebut terancam hukuman penjara maksimum 10 tahun.
Glenton mengklaim, para prajurit di medan tempur bingung mengenai tujuan keberadaan mereka di Afghanistan. Glenton bahkan menyerukan penarikan seluruhnya pasukan Inggris dari Afghanistan.
http://www.detiknews.com/read/2009/11/17/112428/1243135/10/tolak-perang-afghanistan-tentara-inggris-terancam-penjara-10-tahun?991102605

Joe and Clare Glenton refuse to kill the people of Afghanistan
– Now this British soldier faces two years in jail for desertion.
http://info-wars.org/2009/11/06/joseph-and-clare-glenton-refuse-to-kill-the-people-of-afghanistan/

Ribuan Penduduk Sipil Tewas di Afghanistan

http://en.wikipedia.org/wiki/Civilian_casualties_of_the_War_in_Afghanistan_%282001%E2%80%93present%29

Civilian casualties of the War in Afghanistan (2001–present)

The War in Afghanistan (2001–present) has caused the deaths of thousands of Afghan civilians directly from insurgent and foreign military action, as well as the deaths of possibly tens of thousands of Afghan civilians indirectly as a consequence of displacement, starvation, disease, exposure, lack of medical treatment, crime and lawlessness resulting from the war.

Separuh anak di Iraq (5 juta anak) jadi Yatim Akibat Serangan AS

http://en.wikipedia.org/wiki/Casualties_of_the_Iraq_War

Casualties of the Iraq War


White and red flags, representing Iraqi and American deaths, sit in the grass quad of The Valley Library on the Corvallis, Oregon campus of Oregon State University. As part of the traveling Iraq Body Count exhibit (not related to Iraq Body Count project) the flags aim to “raise awareness of the human cost of the Iraq War.”

Casualties of the conflict in Iraq since 2003 (beginning with the 2003 invasion of Iraq, and continuing with the ensuing occupation of Iraq coalition presence, as well as the activities of the various armed groups operating in the country) have come in many forms, and the accuracy of the information available on different types of Iraq War casualties varies greatly. In December 2007, the Iraqi government reported that there were 5 million orphans in Iraq – almost half of the country’s children.[1][2]

Wanita dan Anak-anak Tewas Diserang NATO

http://news.sky.com/skynews/Home/World-News/Afghanistan-Officials-Say-At-Least-27-Civilians-Killed-In-Nato-Airstrike/Article/201002415556604?f=rss

Afghan Civilians Killed In Nato Airstrike

9:13am UK, Monday February 22, 2010

Graham Fitzgerald, Sky News Online

At least 27 civilians including four women and one child have been killed by a Nato airstrike in southern Afghanistan, officials have said.

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: