Media Islam, Islam, Allah, Muhammad

Kategori

Nasehat Allah via Al Hujuraat untuk Kasus Indonesia vs Malaysia

peta Indonesia dan Malaysia Bersatu

Pada kasus ketegangan antara Indonesia vs Malaysia di mana kedua penduduk kedua negara saling hina bahkan mengancam saling perang, ada baiknya kita kembali pada petunjuk Allah yang tercantum dalam surat Al Hujuraat.

[49.6] Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Ayat di atas berkaitan dengan seorang fasik yang menyiarkan kabar bohong kepada Nabi bahwa suku X tidak mau bayar zakat dan bahkan ingin membunuhnya. Namun Nabi tidak begitu saja percaya berita itu dan menyerang mereka. Nabi mengirim utusan ke suku X untuk menanyakan kebenarannya.

Celakanya rakyat Indonesia dan Malaysia yang mayoritas Muslim banyak yang mempercayai begitu saja berita-berita yang disiarkan oleh kaum kafir dan sekuler tanpa mau memeriksa kebenarannya atau chek and recheck kepada pihak tertuduh. Tahun 1966 Indonesia dan Malaysia pernah perang. Sekarang juga nyaris perang.

Para ulama juga banyak yang tidak menyadari pentingnya penguasaan Media Massa agar ummat Islam tidak dijejali oleh berita yang disiarkan kaum kafir dan sekuler. Ummat Islam baru menguasai media cetak dan radio yang pemirsanya cuma 500 ribu atau kurang. Belum mampu menguasai TV yang bisa mempengaruhi 100 juta orang lebih sekali siaran.

Tak heran akhirnya pikiran ummat sesuai dengan opini publik yang dibentuk oleh kaum kafir dan sekuler.

[49.7] Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

[49.8] sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Saat Nabi ada, masih begitu mudah mengingatkan ummat dengan firman Allah karena mereka cinta pada keimanan dan benci pada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Sayangnya sekarang tidak ada tokoh sekelas Nabi yang dihormati ummat. Lebih parah lagi, ummat meski sudah diingatkan dengan firman Allah, Al Qur’an, tidak mau mengimaninya dan mengamalkannya. Sebagian tetap saja membangkang seperti Iblis yang sombong mentaati perintah Allah.

[49.9] Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya.  Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kita tahu mayoritas penduduk Indonesia dan Malaysia adalah Muslim. Hanya segelintir yang kafir dan mungkin jadi biang pengadu-domba. Oleh karena itu hendaknya kita berusaha mendamaikan mereka.

Aneh rasanya jika kaum kafir dan sekuler berusaha “mendidik” ummat Islam untuk toleran dan cinta damai terhadap kaum kafir AS, Israel, dan Eropa yang membantai ummat Islam di Iraq, Palestina, dan Afghanistan. Namun di sisi lain mereka menggunakan media massa yang mereka miliki untuk mengadu-domba ummat Islam Indonesia dengan Malaysia.

[49.10] Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

Ayat di atas merupakan firman Allah yang menyatakan mukmin itu bersaudara. Jadi harus berdamai.

[49.11] Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.  Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

[49.12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.  Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Allah memerintahkan ummat Islam untuk tidak saling mengejek atau menghina. Allah juga melarang kita berburuk-sangka, mencari kesalahan orang, dan membicarakan keburukan orang karena itu sama dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati.

Terakhir Allah menegaskan bahwa kita semua adalah saudara karena memiliki nenek moyang yang sama, yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa.

[49.13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Baru setelah itu dijadikan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Kita harus tahu bahwa negara Indonesia itu baru muncul tahun 1945 setelah bebas dari penjajahan Belanda dan Jepang. Itu pun petanya berubah di mana Papua baru masuk tahun 1966 dan Timor Timur masuk di tahun 1976 untuk kemudian keluar lagi dari Indonesia. Malaysia pun baru merdeka tahun 1957 dari penjajahan Inggris.

Tapi di zaman sebelum penjajahan Portugis, Belanda, dan Inggris, baik Indonesia dan Malaysia pernah bersatu beberapa kali yaitu pada Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Kerajaan Malaka. Bahasa Melayu yang merupakan bahasa persatuan wilayah itu pun merupakan sumber dari Bahasa Indonesia.

Bangsa Indonesia dan Malaysia terpisah dalam 2 negara kurang dari 70 tahun. Tapi kita pernah tergabung dalam 1 negara di Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Malaka selama ratusan tahun.

Ummat Islam itu satu. Bersaudara. Jangan biarkan ilusi negara yang berubah-rubah peta dan pemerintahannya seiring perkembangan zaman memecah-belah persatuan ummat Islam!

Dulu negara Islam/Kekhalifahan Islam membentang dari Spanyol hingga Ternate. Tidak ada konflik antar ummat Islam karena beda negara. Jadi solusi agar tidak terjadi perang antara Indonesia dengan Malaysia atau pun antar negara Islam lainnya adalah dengan membentuk 1 negara Islam yang meliputi seluruh ummat Islam di berbagai penjuru dunia.

Nabi berkata, jika 2 muslim berperang atau saling bunuh, maka keduanya masuk neraka, tak peduli dia dari suku, bangsa, atau negara yang berbeda:

Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)

Nabi juga berkata bahwa orang yang marah karena fanatisme golongan/kebangsaan, maka jika dia mati dia mati dalam keadaan jahiliyah/kafir:

Barangsiapa membangkang dan meninggalkan jama’ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah bendera nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau marah karena mempertahankan fanatisme golongan lalu terbunuh maka mati dalam keadaan jahiliyah. (HR. An-Nasaa’i)

Hendaknya kita ummat Islam setelah mempelajari ayat Al Qur’an dan Hadits di atas segera taat dan tunduk. Sami’na wa atho’na. Tidak membangkang seperti Iblis.

http://berita.liputan6.com/sosbud/200910/247117/Malaysia.Bantu.Korban.Gempa.Sumbar

Malaysia Bantu Korban Gempa Sumbar

Rinaldo

11/10/2009 15:06

Liputan6.com, Padang: Pemerintah Malaysia memberikan bantuan sebesar US$ 1 juta untuk perbaikan infrastruktur dan bangunan publik yang rusak di Sumatra Barat akibat gempa bumi pada 30 September lalu. Bantuan tersebut secara resmi diserahkan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi kepada Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi di Padang, Ahad (11/10).

Menurut Ahmad Zahid, bantuan itu akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, gedung pemerintahan serta fasilitas umum seperti rumah ibadah dan sekolah yang rusak akibat gempa. Sebelumnya, pemerintah Malaysia telah mengirimkan bantuan yang diangkut dengan 15 pesawat terbang khusus yang juga membawa 15 tim relawan. Mereka langsung bergerak ke lokasi bencana pascagempa.

Advertisements

3 comments to Nasehat Allah via Al Hujuraat untuk Kasus Indonesia vs Malaysia

  • sarah

    Salam sejahtera saudara seislamku di indonesia,

    Beberapa perisiwa yang berlaku ketegangan di antara malaysia dan Indonesia sangatlah menyedihkan. Banyak perkara yang lebih berfaedah antara kita sesama islam perlu dibincangkan dan dipertingkatkan seperti ilmu pengetahuan dan teknologi disamping akidah islam yang kuat agar kita dipandang tinggi oleh masyarakat bukan islam. Majunya indonesia dan mundurnya malaysia atau sebaliknya tidak memberi faedah tetapi akan mendatangkan masalah. Marilah kita sama2 berganding bahu menuju kejayaan di dunia dan akhirat. Sesungguhnya majoriti kita adalah serumpun dan seagama dan bersaudara. Pemerintah haruslah faham hakikat ini dan jangan biarkan anasir2 jahat memperbodohkan rakyat indonesia dan malaysia supaya bersengketa. Inilah pentingnya ilmu pengetahuan yang tinggi kepada sesuatu bangsa supaya tidak mudah diperbodohkan. Islam itu cantik. Hentikanlah sengketa ini kerana orang lain akan tersenyum bahagia melihat runtuhya ikatan antara sesama muslim. Jadilah kita muslim yang sebenar dan bukannya muslim keturunan yang tak tahu apa itu islam. Bersatulah wahai islam kepulauan melayu agar kita dipandang tinggi.

    Salam kasih,
    Nursarah..
    Malaysia

  • Ahmad Fan

    Makanya hati hati dengan fitnah yang dipopulerkan oleh kaum munafik. Kaum munafik itu ancamannya adalah neraka bagian bawah, pertanda bahwa munafik itu musuh Alloh. Munafik itu bukan teman bagi orang Islam, bukan teman kita. Makanya hati hati, mereka itu, yakni yang membiuskan perseteruan antara sesama Islam, adalah musuh kita, musuh Alloh, dan mereka itu tentaranya setan. Coba lihatlah, bermusuhan sesama muslim yang dibahas kan rebutan harta dunia, wilayah kekuasaan, jadi pimpinan, bukan rebutan jadi hamba Alloh yang sholih, atau jadi hamba yang taqwa. Lihatlah lagi, saudara kita sesama muslim yang diinjak injak Amerika, disiksa dan dibunuh Israel Amerika, di…., di…., di…. di……, wah sampai kewalahan saya menuturkan. Lalu mana yang bergeming, mana, mana, mana, mana,ada MerC dan Kispa, tapi dicela sana sini. Heran aku, astaghfirullooh. Ya Alloh, segeralah kami ini diberi petunjuk. Wahai MerC dan Kispa, jalan terus, surga berada dibawah bayangan pedang. Jama’ah hati, bisa dimulai dengan jama’ah bersama dengan sholat di masjid. Kalau mereka yang koar koar begitu, coba carilah di masjid, adakah dia. ?

  • M Risnan Ramelan

    Akibat jatuhnya system Kekhilafahan Islam th 1924 yg sdh berumur puluhan abad oleh konspirasi negara-negara barat dengan para kompradornya di dalam negeri-negeri Muslim, maka terpecahlah menjadi puluhan negara kecil yang sama sekali tidak mampu melindungi harkat dan martabat ummat Islam, sebagaimana kedholiman demi kedholiman yang dilakukan dan dipertontonkan oleh Amerika Serikat beserta sekutu dan kompradornya di dalam negeri kaum Muslim termasuk di Indonesia.Ribuan bahkan jutaan kaum Muslim di Iraq, Afganistan,Pakistan, Palestin,Sudan, Somalia dll. dibunuh,dikejar-kejar bagaikan binatang,pada waktu yang sama negara-negara OKI tak berbuat apapun, bahkan bersekutu dengan mereka orang-orang kafir laknatullah.Mungkinkah persatuan Islam terjadi tanpa tegaknya system Khilafah sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat serta penerusnya dalam melindungi harkat dan martabat kaum Muslim.Solusinya adalah mari kita tegakkan Syariah Islam secara Kaffah dengan system Khilafahnya.Semoga Allah SWT segera mengirimkan seorang Kholifah Rasyidah untuk kita semua seluruh Ummat manusia dan khususnya Ummat Islam.Amin…..!

Tinggalkan Balasan