Nabi Muhammad Manusia Paling Sempurna di Dunia

Infaq Dakwah

PayPal: agusnizami@yahoo.com.sg Rekening BCA 0061947069 a/n Agus Nizami

Twitter

Inilah Ciri-ciri Muslim Sejati : Ummat Islam berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir: mediaislamraya.blogspot.com/2…

Upin dan Ipin: Film Kartun Anak-anak yang Islami


Alhamdulillah ada juga film kartun anak-anak yang Islami, yaitu Upin dan Ipin. Film ini cukup bagus dengan menggunakan animasi yang didesain dengan komputer.

Topik ceritanya cukup bagus dan Islami. Di antaranya tentang shalat Taraweh, Puasa, Zakat, Salam, dan sebagainya. Dibanding dengan film sejenis dari Barat atau pun Jepang yang sering mengumbar kekerasan dan pamer aurat, jelas film ini sangat baik untuk mendidik akhlak anak kita sehingga bisa hidup sesuai ajaran Islam.

UPINDANIPINFilm ini cukup lucu dan menarik. Anak saya, Hana (7 tahun) dan Irfan (4 tahun) sangat tertarik menonton film yang diputar di TPI pada pukul 9:30 itu. Selain sesuai dengan ajaran Islam juga budaya Melayu terasa kental.

Film ini dibuat oleh Hj. Burhanuddin Bin Md Radzi dkk dari Malaysia.

Berikut cuplikan videonya


Website Upin dan Ipin:

http://www.upindanipin.com.my

Upin dan Ipin

Hari Minggu kemarin saya membawa keluarga untuk menonton film Upin dan Ipin versi layar lebar. Semua keluarga, termasuk bayi berumur 11 bulan juga saya ajak.

Sengaja saya pergi pagi, supaya bisa dapat menonton jadwal paling awal. Bahkan ikut beratur di konter tiket begitu sampai di bioskop. Tapi maklum lah, tempat tinggal agak jauh dari kota. Sudah berangkat pagi pun, sampainya ya sudah siang juga. Akhirnya ketika antri sudah melihat tulisan kalo 3 jadwal pertama film itu sudah penuh penontonnya. Yang masih ada, ya jam 7 malam. Weleh, masa saya mau menunggu 8 jam untuk menonton film anak-anak? Lha, anak-anak ngapain dong selama 8 jam itu? Akhirnya saya paksain juga antri dan nanya kemungkinan nonton di jam 12.30.

Ternyata masih ada tiket. 6 tiket lagi, tapi tempat duduk yang paling depan. He he he, ga papa deh daripada pulang lagi. Udah janji sejak sebulan yang lalu sih sama anak-anak. Tiketnya murah meriah, sekeluarga hanya RM 28. Kalo dirupiahkan, ngga sampe seratus ribu. Bioskopnya sekelas 21.

Film baru akan dimulai satu jam lagi, jadi kami nunggu di tempat bermain anak. Menjelang jam 12.30 sekeluarga pergi lagi ke bioskopnya. Wah ternyata banyak juga anak-anak yang menonton. Dan yang bawa bayi ngga cuma saya sendiri. Bahkan ada yang bawa baby stroller.

Saat menonton, jadi teringat kenangan masa SD dulu. Ada beberapa kali dari SD kami diwajibkan menonton film perjuangan macam kabut sutra ungu, stasiun terakhir, dan lainnya. Kami harus berjalan kaki sejauh 3 km dari SD sampai ke bioskop. Dalam bioskop, jelas suara yang paling dominan berteriak, tertawa, dan berseloroh adalah suara anak-anak. Begitu juga di film Upin dan Ipin ini.

Filmnya cukup menghibur, ada yang lucunya dan juga yang menyeramkannya. Kualitas animasi cukup bagus. Cerita di awal juga lumayan. Tapi terganggu dengan akhir cerita.

Biasanya film Upin dan Ipin versi televisi yang cuma 5 menit itu mengambil cerita seperti kehidupan nyata. Yah, yang menghibur dari kegiatan sehari-hari lah. Ngga ada unsur supranatural atau yang aneh-aneh gitu lah.

Dalam film versi layar lebar ini, akhir cerita yang mengikutsertakan unsur ga jelas, malah mengurangi keasyikan awal cerita. Binatang jejadian yang menyeramkan dan berasal dari dunia lain, sepertinya ngga cocok buat film ini. Padahal, kalo misalnya dibikin binatang jejadian dari orang yang menyamar mungkin akan lebih menarik. Kalo yang seperti film ini, agak susah juga menjaga image film Upin dan Ipin versi layar kaca yang serba nyata.

Btw aniwe, filmnya cukup menghibur dan menyeronokkan kata anak-anak saya. Bahkan mereka minta diajak nonton lagi. Gile kali ye, masih kecil sudah jadi sufi (suka film red.). Ortunya aja jarang ke bioskop, masa anaknya sering. He he he.

Buat yang di Indonesia, tunggu aja DVD nya sebelum bisa nonton filmnya. Atau datang aja deh ke Malaysia, kan sudah murah tuh tiket pesawatnya.

http://www.schoolofuniverse.com/2009/02/upin-dan-ipin/

Upin dan Ipin 2

Sep 21, ’08 12:01 PM

Horreee… filem animasi upin dan ipin 2 telah tayang… kali ini bertajuk “Setahun Kemudian”. Tetap bercerita tentang ibadah puasa, budi pekerti dan kenakalan anak-anak..

Hanya saja untuk seri ke 2 ini, pelajaran puasanya agak lebih serius. Seperti, bagaimana kita tahu akan mulai berpuasa. Seperti biasa si kembar dikerjain oleh Kak Ros, mereka melek hingga tengah malam karena ingin melihat anak bulan sebagai pertanda mulai puasa.

Atau ketika si kembar ipin&upin bertanya, kenapa cekgu (guru) jasmin tidak mau puasa. Untuk menjawab pertanyaan ini, opah menyerahkan jawabannya ke Kak Ros dan dijawab dengan cukup diplomatis. “iyelah, kite perempuan nie istimewa sikit, Tuhan lebih sayang..”

Ada juga dengan kebiasaan dalam menyambut malam lailatul Qadr, yaitu dengan memasang lampu colok. Nah kebiasaan ini yang mulai punah di Rengat. Dulu terasa banget malam bulan Ramadhan dengan adanya lampu-lampu colok ataupun lampu dari bambu di tiap-tiap rumah.

Kalo diceritain semua gak selesai-selesai nih… nonton langsung aja ya…

Oiya, serial Upin dan Ipin 1 ternyata telah tayang di TPI akhir Agustus lalu…

Kali ini filem upin dan ipin bisa ditonton dan didownload di situs resmi mereka www.upindanipin.com.my. Selain filem, kita juga dapat download ringtone dan wallpaper loh…

http://shaputra.multiply.com/journal/item/28/Upin_dan_Ipin_2

Film Barat dan Jepang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam:

http://media-islam.or.id/2009/08/11/mewaspadai-tayangan-kekerasan-dan-seks-pada-film-kartunanak-anak

Bagi yang ingin infaq fi Sabilillah guna terjaganya situs Media Islam dan juga situs-situs lainnya, bisa transfer (berapa saja) ke:

Rekening BCA Wisma GKBI 0061947069 a/n Agus Nizami

Anda juga bisa membantu dalam bentuk lain. Info selengkapnya ada di:

http://media-islam.or.id/kerjasama

101 comments to Upin dan Ipin: Film Kartun Anak-anak yang Islami

Tinggalkan Balasan