Nabi Muhammad Manusia Paling Sempurna di Dunia

Infaq Dakwah

PayPal: agusnizami@yahoo.com.sg Rekening BCA 0061947069 a/n Agus Nizami

Twitter

Inilah Ciri-ciri Muslim Sejati : Ummat Islam berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir: mediaislamraya.blogspot.com/2…

Pornografi/Seks dan Kekerasan pada Film Kartun/Anak-anak di TV

Maaf, mengingat besarnya bahaya tayangan seksual pada anak-anak, maka contoh-contoh adegan yang tidak terlalu vulgar dan sudah sedikit dikaburkan ditampilkan di sini. Bayangkan jika anak anda yang menontonnya!

Pada film-film orang dewasa, tayangan seks seperti ciuman atau pun adegan ranjang merupakan hal yang biasa. Adegan seks dijadikan “bumbu” untuk menarik orang agar mau menonton film tersebut. Begitu pula adegan kekerasan.

Namun ternyata tayangan seks atau pun kekerasan tidak hanya ada pada film-film orang dewasa. Namun juga pada film kartun atau pun film anak-anak. Terutama pada film-film yang berasal dari Jepang atau Amerika. Film tersebut tentu saja akan mengganggu akhlak dan moral anak kita.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]

“Jangan DEKATI zina.” Begitu firman Allah. Artinya jangankan melakukannya, mendekati saja tidak boleh.

Sering pada film anak-anak seperti Dora Emon, Sinchan, Sailor Moon, Naruto, One Piece, Dragon Ball, Tom and Jerry, Donald Duck, dan sebagainya ada tayangan wanita yang mengumbar aurat. Meski pun berupa gambar “kartun” tetap saja memberi efek buruk kepada si anak.

Dalam Islam, aurat tidak boleh diperlihatkan. Rasulullah SAW bersabda: “Aurat mukmin terhadap mukmin yang lain haram” (HR. Ath-Thahawi)

Pada film Dora Emon disebutkan ketertarikan Nobita kepada Shizuka. Kemudian pada film Sinchan, meski Sinchan ceritanya hanya berumur 5 tahun, tapi menunjukkan ketertarikan pada wanita-wanita cantik dan seksi. Film Sailor Moon, Naruto, One Pice, Dragon Ball, dsb sering menampilkan wanita-wanita seksi yang terbuka auratnya. Memang film-film tersebut sangat lucu dan menghibur. Tapi itulah efek buruknya.

Bahkan film “Avatar” yang disajikan untuk anak-anak pun memuat kisah percintaan antara Aang dan Katara serta Zuko dengan pacarnya. Bahkan adegan ciuman pun ditampilkan.

Film “Bed Time Stories” yang diproduksi Walt Disney yang katanya film tontonan untuk seluruh keluarga pun dibumbui dengan adegan ciuman panjang (long kiss) antara Adam Sandler dengan pasangannya. Begitu pula film “anak-anak” versi Holywood lainnya seperti Moonacre, Narnia, dan sebagainya.

Bagi orang-orang kafir tersebut, ciuman dianggap sebagai sesuatu yang manis (cute). Bukan dianggap sebagai pendekatan zina yang diharamkan oleh Islam. Tak heran jika bukan hanya perzinahan yang merajalela, tapi juga perkosaan. Di AS, 1 dari 3 wanita pernah diperkosa selama hidupnya (Ohio University). Setiap menit, lebih dari 1 wanita diperkosa di sana. Itulah akibat berbagai tayangan yang membangkitkan birahi ditayangkan dari mulai usia dini.

Jadi waspadailah tontonan film untuk anak-anak anda. Meski pun itu katanya hanya film “Anak-anak” atau pun film “Kartun.” Karena bagaimana pun juga standar etika/kesopanan mereka yang membuat film tersebut beda dengan kita.

Bahkan film-film kartun seperti “Barney” pun yang tidak ada adegan seksnya, bukan berarti tidak merusak anak-anak kita. Meski sebagian besar tayangannya cukup bagus, ada pula film “Barney” yang bisa merusak aqidah anak-anak kita. Terutama film dengan tema/judul Hari Natal atau Christmas.

Mungkin kita menganggap remeh hal itu, tapi bagi Allah, syirik itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni:

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” [An Nisaa’:171]

Jadi tontonlah dahulu film yang akan ditonton oleh anak-anak anda. Dampingilah mereka ketika sedang menonton film agar jangan sampai ada adegan yang merusak akhlaq dan aqidah mereka dilihat oleh anak anda. Bagaimana pun juga film dan TV adalah satu media yang sangat luar biasa pengaruhnya bagi pertumbuhan anak-anak anda.

Sebagai contoh, ketika dulu film “Ghost” yang dibintangi Demi Moore ramai diputar di bioskop-bioskop, banyak para gadis yang segera memotong rambut mereka mengikuti potongan rambut Demi Moore yang pendek di film itu. Istilah “KDM” (Korban Demi Moore) pun ramai disebut untuk para gadis yang latah mengikuti gaya Demi Moore. Begitu pula para pemuda yang meniru gaya aktor-aktor idola mereka.

Waspadai juga tayangan kekerasan. Sebagai contoh, beberapa anak tewas karena dia dan teman-temannya mempraktekkan adegan laga “Smack Down”. Belum lagi anak-anak yang meninggal karena meniru jagoannya “Batman” atau “Superman” yang terbang melompat dari tingkat rumahnya.

Jadi sebaiknya taruhlah TV di ruang tamu. Jangan sampai ada TV/Video yang bercokol di kamar pribadi anak anda karena anda akan kehilangan kontrol untuk “menyensornya.” Dengan adanya TV di ruang keluarga selain hemat listrik juga membuat keluarga anda lebih kompak dan tidak egoistis. Ada juga teman-teman yang menyingkirkan TV dari rumah mereka sehingga keluarganya betul-betul steril dari tayangan TV/Video yang merusak.

Ikutkan anak anda pada pengajian di masjid sekitar rumah sehingga mereka sadar bahwa yang harus jadi panutan/teladan mereka adalah Nabi Muhammad SAW. Bukan Aktor/Aktris Holywood yang cuma akting (bohongan) di dalam film.

Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an dan Hadits

www.media-islam.or.id

Referensi:

http://oak.cats.ohiou.edu/~ad361896/anne/cease/rapestatisticspage.html

Statistik dari Ohio University

  • In the United States, 1.3 women are raped every minute. That results in 78 rapes each hour, 1872 rapes each day, 56160 rapes ech month and 683,280 rapes each year.
  • 1 out of every 3 American women will be sexually assulted in her lifetime.
  • The United States has the world’s highest rape rate of the countries that publish such statistics. It’s 4 times higher than Germany, 13 times higher than England, and 20 times higher than Japan.
  • 1 in 7 women will be raped by her husband.
  • 83% of rape cases are ages 24 or under.
  • 1 in 4 college women have either been raped or suffered attempted rape.
  • 1 in 12 males students surveyed had commited acts that met the legal definition of rape. Furthermore, 84% of the men who had commited such acts said what they had done was definitely not rape.
  • 75% of male students and 55% of female students involved in acquintance rape had been drinking or using drugs.
  • Only 16% of rapes are ever reported to the police.

3 comments to Pornografi/Seks dan Kekerasan pada Film Kartun/Anak-anak di TV

Tinggalkan Balasan