Nabi Muhammad Manusia Paling Sempurna di Dunia

Infaq Dakwah

PayPal: agusnizami@yahoo.com.sg Rekening BCA 0061947069 a/n Agus Nizami

Twitter

Inilah Ciri-ciri Muslim Sejati : Ummat Islam berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir: mediaislamraya.blogspot.com/2…

Tips dan Nasihat untuk Menikah Menurut Islam

Umumnya setiap orang yang dewasa pasti ingin menikah untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah war rahmah atau keluarga yang bahagia di dunia dan akhirat. Apalagi nikah adalah satu perintah agama:

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [An Nuur:32]

Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)

Hadis riwayat Anas ra.:

Bahwa beberapa orang sahabat Nabi saw. bertanya secara diam-diam kepada istri-istri Nabi saw. tentang amal ibadah beliau. Lalu di antara mereka ada yang mengatakan: Aku tidak akan menikah dengan wanita. Yang lain berkata: Aku tidak akan memakan daging. Dan yang lain lagi mengatakan: Aku tidak akan tidur dengan alas. Mendengar itu, Nabi saw. memuji Allah dan bersabda: Apa yang diinginkan orang-orang yang berkata begini, begini! Padahal aku sendiri salat dan tidur, berpuasa dan berbuka serta menikahi wanita! Barang siapa yang tidak menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku. (Shahih Muslim No.2487)

Hadis riwayat Sa`ad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:

Rasulullah saw. melarang Usman bin Mazh`un hidup mengurung diri untuk beribadah dan menjauhi wanita (istri) dan seandainya beliau mengizinkan, niscaya kami akan mengebiri diri. (Shahih Muslim No.2488)

Abdullah Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” Muttafaq Alaihi.

Nah bagaimana caranya agar kita bisa memiliki keluarga yang bahagia?

Itu semua tak lepas dari usaha, doa, dan tawakkal kita kepada Allah SWT. Allah dan RasulNya sudah memberi petunjuk di Al Qur’an dan Hadits.

Melihat dan berkenalan

Sebelum memutuskan untuk menikah, kita harus melihat dulu calon pasangan kita. Ini agar tidak seperti membeli kucing dalam karung:

Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang wanita: “Apakah engkau telah melihatnya?” Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda: “Pergi dan lihatlah dia.”

Jangan Berpacaran

Meski kita harus ta’aruf atau mengenal, tapi pacaran dalam Islam adalah hal yang terlarang.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]

Ada orang yang berpacaran sampai bertahun-tahun lebih. Bahkan ada pula yang sampai kumpul kebo dengan alasan agar bisa mengenal calon pasangannya. Itu adalah haram. Toh begitu menikah, banyak juga yang cerai.

Sebab bagaimana pun juga orang pacaran itu selalu menutupi kekurangannya dan hanya menampilkan yang baik-baik saja. Banyak ulama mengatakan, kalau pacaran itu tidak pernah kita mendengar suara kentut dari pasangan kita. Tapi begitu menikah, sering sekali kedengaran. Jadi pacaran itu bukanlah hal yang yang tepat untuk mengenal pasangan.

Untuk mengenal pasangan anda, carilah informasi dari orang dekatnya entah itu saudara, teman, atau tetangganya. Minta juga penilaian dari orang tua dan keluarga anda. Sebab orang yang jatuh cinta itu banyak yang “buta.” Tidak dapat melihat kekurangan orang yang dia cinta.

Dari statistik Ohio University dijelaskan bahwa 1 dari 3 wanita di AS pernah diperkosa. Kemudian dari Ensiklopedi MS Encarta juga dijelaskan 80% pelaku adalah pacar dari si korban.

Hanya 16% kasus perkosaan yang dilaporkan.

Banyak kasus perzinahan mungkin sebetulnya adalah perkosaan di mana si pacar mendesak untuk diberi jatah.

Jadi pacaran itu dampak negatifnya cukup banyak.

Sulit Mencari Jodoh?

Ada juga orang yang sulit mencari jodoh. Kemungkinan orang ini terlalu pilih-pilih atau selektif. Yang penting itu sebenarnya akhlak dan agamanya. Tampang itu yang biasa-biasa saja, begitu pula yang lainnya.

Selain itu seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau mengikuti pengajian. Makin luas silaturrahim anda, makin mudah pula anda mencari jodoh. Jangan lupa untuk senantiasa senyum sehingga orang tidak kabur ketika melihat anda…

Jangan Melamar Wanita yang Sedang Dilamar Orang Lain

Ada pepatah Perancis: “Cherchez la Femme” Artinya, (jika ada keributan) carilah wanitanya. Ini karena sering terjadi perkelahian untuk memperebutkan wanita. Tak jarang berakhir dengan maut. Oleh karena itu, Islam melarang seseorang untuk melamar wanita lain yang sedang dilamar pria lain.

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya, hingga pelamar pertama meninggalkan atau mengizinkannya.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.

Memilih Pasangan Hidup

Pertama-tama kita harus mencari pasangan hidup yang baik menurut agama. Mungkin banyak orang mengeluh karena dia sulit mendapat jodoh. Tidak ada pria/wanita yang mendekati dirinya. Nah orang itu harus introspeksi diri.

Pertama apakah penampilannya kucel dan semrawut? Jika ya, jangan heran jika banyak orang tidak menengok dirinya. Kita harus berpenampilan bersih, rapi, dengan wajah yang ceria. Jika wajah murung atau cemberut tentu orang juga enggan mendekat. Itulah sebabnya Nabi berkata “Senyum itu sedekah”

Kemudian lihat pergaulan atau jaringan teman dan keluarga anda. Apakah anda sehari-hari hanya berkurung diri di kamar saja? Tentu saja anda tidak harus melakukan dugem di diskotik yang akhirnya paling hanya dapat pecandu narkoba/alkohol sebagai suami/istri. Tapi anda bisa mengikuti pengajian di lingkungan rumah anda.

Bagaimana pun juga keluarga dan teman bisa jadi mak comblang/perantara yang ampuh untuk mencari jodoh.

Jangan pasang kriteria terlalu tinggi, misalnya harus ganteng/cantik, harus cerdas lulus S3, kaya, dan beriman. Sulit mencari orang yang sempurna. Jika pun anda bisa menemukan orang yang seperti itu, belum tentu dia mau dengan anda.

Pilihlah wanita yang beriman dan saleh untuk jadi pasangan anda:

Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)

Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)

Wanita yang baik akan senantiasa menjaga auratnya. Dia tidak akan menerima tamu pria yang bukan muhrimnya jika anda pergi bekerja.

Sebaliknya, jangan pilih wanita yang mengumbar auratnya/sexy untuk menggoda para pria. Banyak terjadi wanita seperti ini ketika suaminya pergi, maka dia selingkuh dengan pria lain. Bahkan tidak jarang akhirnya membunuh suaminya agar bisa tetap bersama pacarnya. Semoga hal ini tidak menimpa kita semua.

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin” [An Nuur:3]

Pilih wanita yang beriman. Bukan yang musyrik/beda agama:

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” [Al Baqarah:221]

Sebelum anda jatuh cinta dengan seseorang, teliti dulu agamanya. Islam apa bukan? Jika Islam, perhatikan lagi, sholat apa tidak? Jika tidak sholat, sebaiknya tinggalkan karena sholat adalah pembeda antara orang yang beriman dengan orang kafir.

Seganteng atau secantik apa pun orang yang membuat anda jatuh hati, jika dia kafir niscaya akan dibakar dengan api neraka sehingga wujudnya akan jadi mengerikan. Jika anda pernah menyaksikan mayat yang hangus hitam terbakar, ingatlah itu. Seganteng apa pun orang itu misalnya seganteng Primus atau Keanu Reves, tapi jika dia kafir maka wajahnya akan mengerikan bukan hanya di neraka. Tapi juga di kubur. Ingatlah hal ini agar anda tidak tertarik dengan orang kafir yang ganteng atau cantik.

Meski mungkin sudah banyak yang tahu, ada baiknya kita baca ayat di bawah tentang siapa yang tidak boleh kita nikahi:

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An Nisaa’:23]

Amati Bagaimana Amarahnya

Setiap orang pasti pernah marah. Cuma ada yang melampiaskan kemarahannya dengan perbuatan yang menyakitkan, ada juga yang sekedar mengeluarkan kata-kata kotor, ada pula yang sekedar diam saja.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi akibat pasangan tidak mampu mengontrol amarahnya. Kadang bukan sekedar melukai, tapi juga bisa membunuh pasangan atau anaknya. Oleh karena itu anda harus bisa mengetahui bagaimana sifat calon pasangan anda jika marah agar tidak menyesal nantinya. Jangan sampai, terutama kaum wanita, jadi sansak hidup yang selalu dipukul oleh suaminya.

Ada wanita yang baru tahu suaminya kasar setelah menikah. Sering memukul hingga membuat dia berdarah. Sebelum menikah, katanya calon suaminya sangat baik. Oleh karena itu tak ada salahnya jika anda sekali dua kali mencoba membuat pasangan anda marah agar hal semacam itu bisa dideteksi secara dini. Jika anda terlanjur menikahi orang seperti ini, sebaiknya segera mencari perlindungan dan bercerai. Memang setelah marah mereka sangat baik dan sangat cepat menjadi baik lagi karena seluruh kemarahannya mereka keluarkan kepada anda. Tapi pasti mereka akan mengulanginya lagi.

Sebaik-baik orang adalah yang diam jika dia marah. Jika pun berkata, dia sekedar mengungkapkan hal yang dia tidak suka tanpa menyebut anda dengan sebutan yang buruk.

Paling dekat dengan aku kedudukannya pada had kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)

Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)

Selama menikah, Nabi belum pernah memukul istri atau pun anak-anaknya.

Pada saat anda sudah menikah, sebaiknya hanya ada 1 pihak saja yang marah. Yang lain sebaiknya mengalah. Ketika marah, jangan sekali-kali mengucapkan kata “Cerai.” Sebab itu bukanlah kata yang bisa diucapkan secara main-main atau untuk mengancam.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tiga hal yang bila dikatakan dengan sungguh akan jadi dan bila dikatakan dengan main-main akan jadi, yaitu: nikah, talak dan rujuk (kembali ke istri lagi).” Riwayat Imam Empat kecuali Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.

Jangan pula anda mengeluarkan kata-kata dari “Kebun Binatang” atau pun sebutan menyakitkan lainnya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri (sesama Muslim) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]

Jangan Mencintai Pasangan Anda Secara Berlebihan

Menurut pepatah Inggris: “Love me little, love me long”. Cintai aku sedikit, tapi abadi. Biasanya pasangan yang cintanya berlebihan, sehingga di depan umum pun tampil sangat mesra, dalam beberapa tahun saja pasti bercerai. Ini karena rasa cintanya terlalu diumbar sehingga dalam waktu singkat sudah “habis.”

Dalam Islam, kita tidak boleh berlebihan. Kita harus mengutamakan cinta kita kepada Allah dan Rasulnya. Jika pun kita mencintai sesama atau pasangan kita, itu karena Allah.

Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)

Jika kita mencintai pasangan kita lebih daripada Allah, niscaya hati kita akan hancur dan putus asa jika pasangan kita meninggalkan kita baik karena cerai atau pun karena mati.

Sebaliknya jika kita mencintai Allah di atas segalanya, niscaya kita akan selalu tegar dan tabah karena kita yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Abadi serta selalu bersama dengan hambanya yang Saleh.

Menikahlah Karena Cinta

Seharusnya kita menikah karena cinta. Bukan karena paksaan. Oleh karena itu, sebetulnya kisah kawin paksa antara Siti Nurbaya dengan Datuk Maringgih itu bertentangan dalam Islam.

Dari Zakwan ia berkata: Aku mendengar Aisyah berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang seorang gadis perawan yang dinikahkan oleh keluarganya, apakah ia harus dimintai persetujuan ataukah tidak? Beliau menjawab: Ya, harus dimintai persetujuan! Lalu Aisyah berkata: Aku katakan kepada beliau, perempuan itu merasa malu. Rasulullah saw. bersabda: Itulah tanda setujunya bila ia diam. (Shahih Muslim No.2544)

Syiarkanlah Pernikahan

Dalam Islam, pernikahan itu meski itu adalah pernikahan kedua, ketiga, atau keempat (poligami) harus disiarkan ke masyarakat luas agar nanti tidak terjadi fitnah.

Dari Amir Ibnu Abdullah Ibnu al-Zubair, dari ayahnya Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sebarkanlah berita pernikahan.” Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Hakim.

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:

Bahwa Nabi saw. melihat warna bekas wangian pengantin di tubuh Abdurrahman bin Auf, lalu beliau bertanya: Apakah ini? Abdurrahman menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang wanita dengan mahar seharga lima dirham emas. Rasulullah saw. lalu bersabda: Semoga Allah memberkahimu dan rayakanlah walaupun dengan seekor kambing. (Shahih Muslim No.2556)

Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa Nabi SAW pernah melihat bekas kekuningan pada Abdurrahman Ibnu Auf. Lalu beliau bersabda: “Apa ini?”. Ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menikahi seorang perempuan dengan maskawin senilai satu biji emas. Beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahimu, selenggarakanlah walimah (resepsi) walaupun hanya dengan seekor kambing.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.

Sering orang melakukan pernikahan secara diam-diam atau nikah siri sehingga orang banyak tidak tahu apakah mereka berdua menikah atau tidak. Itu jelas tidak sesuai dengan sunnah Nabi. Jika yang dilakukan pernikahan siri adalah istri kedua sementara istri pertama dirayakan, maka itu adalah ketidak-adilan yang tidak bisa ditolerir.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda: “Barang siapa memiliki dua orang istri dan ia condong kepada salah satunya (tidak adil), ia akan datang pada hari kiamat dengan tubuh miring.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat, dan sanadnya shahih.

Jangan Bercerai

Perceraian adalah hal yang halal tapi dibenci Allah:

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Perbuatan halal yang paling dibenci Allah ialah cerai.” Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah

Kenapa begitu?

Karena perceraian bukan hanya menyakitkan pihak yang bercerai, tapi juga anak-anaknya.

Agar tidak bercerai, maka suami harus bertanggung-jawab memberi nafkah lahir dan batin pada istrinya dan keluarganya serta memperlakukan mereka dengan baik.

Istri juga harus paham bahwa suami adalah pemimpin keluarga dan menghormatinya.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)..” [An Nisaa’:34]

Sediakanlah makan dan minuman bagi suami dan keluarganya. Karena wanita bertanggung-jawab mengatur hal itu. Masing-masing punya tugas dan tanggung–jawab.

Jika marah, sebaiknya diam. Jangan melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Apalagi sampai main tangan. Jika ada satu yang marah, yang lain hendaknya mengalah. Sebab kalau keduanya sama-sama marah bisa berakibat “fatal.”

Istri juga harus menghargai orang tua suami, begitu pula sebaliknya karena kedua orang tua tersebut seolah-olah sudah jadi orang tua mereka semua.

Sering perceraian terjadi karena faktor ekonomi, misalnya suami penghasilannya kurang atau bahkan diPHK. Istri hendaknya tidak diam atau justru merongrong suaminya. Sebaliknya coba bantu suaminya mencari nafkah.

Meski wanita tidak wajib mencari nafkah, toh Khadijah yang merupakan wanita yang paling utama, membantu Nabi dengan harta kekayaannya.

Saya lihat juga para istri yang langgeng menikah dengan suaminya, aktif membantu suaminya mencari uang dengan membuka katering atau berdagang di rumah sehingga mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga kuliah.

Rajinlah berolahraga agar anda bisa memberi nafkah lahir dan batin. Bagaimana pun juga menurut Nabi Kesehatan adalah nikmat terbaik setelah iman. Karena itu peliharalah dengan berolahraga.

Seringlah berdoa: “Robbana hablana min azwaajina wa dzurriyatina qurrota a’yuun. Waj’alna lil muttaqiina imaama” (Ya Allah, jadikanlah istri-istri dan anak-anak kami sebagai penghibur hati. Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin orang-orang yang takwa).

Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an dan Hadits

www.media-islam.or.id

Referensi:

http://oak.cats.ohiou.edu/~ad361896/anne/cease/rapestatisticspage.html

Statistik dari Ohio University

  • In the United States, 1.3 women are raped every minute. That results in 78 rapes each hour, 1872 rapes each day, 56160 rapes ech month and 683,280 rapes each year.
  • 1 out of every 3 American women will be sexually assulted in her lifetime.
  • The United States has the world’s highest rape rate of the countries that publish such statistics. It’s 4 times higher than Germany, 13 times higher than England, and 20 times higher than Japan.
  • 1 in 7 women will be raped by her husband.
  • 83% of rape cases are ages 24 or under.
  • 1 in 4 college women have either been raped or suffered attempted rape.
  • 1 in 12 males students surveyed had commited acts that met the legal definition of rape. Furthermore, 84% of the men who had commited such acts said what they had done was definitely not rape.
  • 75% of male students and 55% of female students involved in acquintance rape had been drinking or using drugs.
  • Only 16% of rapes are ever reported to the police.

38 comments to Tips dan Nasihat untuk Menikah Menurut Islam

  • ku mohon izin ku copy file nya..

  • IHWAN IBNU MAI AS SIOMPUNI AL BUTUNI

    Ass. Syukran, ini benar-benar membantu bagi para Ikhwan yang ingin walimah..

  • iwan setiawan

    Ass.ku kutip ada inti dalam membina rumah tangga kebersamaan itu paling utama.

  • az Zahro

    syukron katsir.. mg membawa banyak faedah.

  • nadhif

    emmmmm
    astikelnya bagus….
    tapi saya mau bertanya,apakah menikah itu tujuan hidup kita di dunia????

  • nizami

    Tujuan hidup kita di dunia adalah beribadah kepada Allah sehingga Allah ridho/senang kepada kita.

    Salah satu di antaranya adalah menjalankan perintah Allah seperti menikah. Bukan ummatku orang yang tidak mau menikah, begitu kata Nabi kita.

  • andrie

    saya mau tanya..
    saya baca2 trus ketemu di kaskus..
    katanya klo ada sepasang laki dan perempuan berbuat zina trus hamil diluar nikah..
    mereka b2 dilarang menikah dengan orang yg menzinahinya..
    apa benar.??

    • nizami

      “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
      Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin” [An Nuur 2-3]

      Dari ayat di atas hukuman pezina adalah cambuk 100x bagi bujangan dan perawan. Ada pun jika mereka tobat, ada ulama yang mengharamkan, tapi ada pula yang membolehkan mereka menikah sebagaimana ayat2 di atas.

      Sahabat Ibnu Abbas berkata: “Pertama zina dan akhirnya nikah, pertama haram dan akhirnya halal.”

      Sahabat Ibnu Mas’ud berkata: ” Mereka berdua sama-sama pezina” dan dalam riwayat lain : ” Apabila mereka berdua sudah bertaubat maka ia boleh menikah.”

      Sahabat Abu Bakar berkata: “Tidak diharamkan menikahinya” dan beliau berkata: “Apabila ia sudah bertaubat maka lebih utama menikahinya.”

      Imam an-Nawawi berpendapat: “Apabila ada seseorang berzina dengan perempuan maka tidak diharamkan menikahinnya.”

      http://elfujuky.blogspot.com/2008/04/hukum-menikah-dengan-pezina.html

  • Amrizal

    Terimakasih …atas nasehat dan petunjuk mengenai pernikahan..yang halal, baik dan sesuai dengan perintah Allah dan Rosulullah…tapi bagaimana dengan cara mengatasi kegundahan hati seseorang…yang dalam waktu yang cukup lama …belum mendapatkan jodoh..atau belum dipertemukan…..dalam hatinya…sering timbul keragua-raguan….hingga sampai umurnya genap berusia 40 tahun….belum juga mendapatkan wanita sholihah yang dia impikan dan di ridhoi Allah…..kira-kira apa….cara dan strategi yang dipakai (sesuai dan dengan ridho Allah tentunya) agar mendapatkan yang sesuai dengan harapan….kadang saya juga ada keraguan mungkinkah ada wanita yang manu menikah dengan saya ..yang kondisi perekonomian atau usahanya hanya pas-pasan saja sekedar menyambung hidup….mudahmudahan Allah memberikan jalan terang bagi saya…terimaksih atas nasehat, saran dan doa dari ustadz..saya ucapkan terimakasih. Semoga Allah membalas kebaikan ustadz.

    • Jangan putus asa.
      Teruslah berusaha, berdoa, dan tawakkal kepada Allah agar anda sejahtera.
      Banyak orang yang miskin, namun mereka tetap bisa menikah dan berkeluarga.
      Yang penting perbanyak silaturrahim. Rajinlah mengikuti pengajian.
      Dari situ anda bisa mendapat wanita yang shalihah.
      Tetaplah BERUSAHA, BERDOA, dan BERTAWAKKAL kepada Allah baik dalam mencari jodoh atau pun berusaha.

  • rens

    assalamualaikum.tad mau nanya.saya sukadengan seoragn akwatkaarena agamanya.namun saya belum siap untuk menikahinya.saya siap masih 4 tahun lagi.tindakan apa yang sebaiknya saya lakukan.?

    • Wa’alaikum salam,
      Kalau umur sudah di atas 20 tahun dan sudah punya pekerjaan/usaha sebetulnya sudah siap menikah.
      Anda bisa menunggu selama 4 tahun dengan resiko akhwat tersebut ternyata dilamar dan menikah sebelum 4 tahun berlalu.
      Jika memang ingin menikah dengannya, ta’aruf dan lamarlah.
      Wassalam

  • ass.wr.wb
    apakah menikah itu wajib

    • Dalil di bawah menunjukkan perintah untuk menikah SANGAT KUAT:
      “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [An Nuur:32]

      Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)

      Hadis riwayat Anas ra.:

      Bahwa beberapa orang sahabat Nabi saw. bertanya secara diam-diam kepada istri-istri Nabi saw. tentang amal ibadah beliau. Lalu di antara mereka ada yang mengatakan: Aku tidak akan menikah dengan wanita. Yang lain berkata: Aku tidak akan memakan daging. Dan yang lain lagi mengatakan: Aku tidak akan tidur dengan alas. Mendengar itu, Nabi saw. memuji Allah dan bersabda: Apa yang diinginkan orang-orang yang berkata begini, begini! Padahal aku sendiri salat dan tidur, berpuasa dan berbuka serta menikahi wanita! Barang siapa yang tidak menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku. (Shahih Muslim No.2487)

      Hadis riwayat Sa`ad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:

      Rasulullah saw. melarang Usman bin Mazh`un hidup mengurung diri untuk beribadah dan menjauhi wanita (istri) dan seandainya beliau mengizinkan, niscaya kami akan mengebiri diri. (Shahih Muslim No.2488)

  • n0uP4

    Assalamualaikum. . .
    Akh mau tanYa,dalam agama isLam siapa saja yang tidak boleH dinikahi oleH seOraNg peReMpuaN ??????
    BeserTa dalil n ayat al quran nya . .
    syukroN . .

  • boleh di save & share ??

  • nandar

    aslkm..rncana sy mau menikah dlm wktu dekat ini, mohon doanya moga dimudahkan..
    calon istri masih kuliah,permasalahnnya mungkin dengan gaji sy per bulan blum bs menutup biaya kuliahnya, apakah setelah menikah biaya kuliah istri mnjadi tanggung jwab suami? adakah dalil/hadis/dasarnya?tmksh sblmnya

  • nizami

    Suami hanya wajib memberi nafkah (sandang, pangan, dan papan) kepada istrinya. Ada pun biaya kuliah, di luar itu. Suami bisa memberi, bisa pula tidak tergantung perjanjian.

  • Singa padang pasir

    Alhamdulillah,Sangat bermanfaat…
    izin Copy..

  • y0u121

    ass pak ustadz,,saya insyaAllah beberapa bulan lagi mau menikah,,
    yang saya ingin tanyakan,,apa saja yang menjadi kewajiban dan tugas seorang suami..selain memberi nafkah lahir dan bathin kepada istrinya,,?

  • Azies Doank

    Alhamdulillah…bertambah satu lg ilmuku hari ini, semoga semua membacanya. Amien….
    Trz bagaimana caranya untuk meluruskan niat supaya niat kita untuk menikahi seorang wanita adalah ktn Allah (imannya) bukan yg lain???karena ini sangat sulit.

  • ari.84

    assalam

    bila qt hendak menikah,,masih ragu dengn pasangan,lalu sholat istikharah,,tetapi belum ada isyarat apa2,,sebaiknya meyakini bahwa dialah pasangan qt ato gmn???

  • rherhey...

    assalamualaikum…..
    rhey mw tnya neh…bagaimana cara nya s’orang wanita memilih laki-laki yang baik?? N bagaimana mnghadapi orang2 Yg tidak seuju dgn pilihan kita(bkn dr orang tua)
    mhon saran nya….d tunggu….
    terima kasih…

  • Abu Kuat

    ustadz..
    saya Ikhwan usia 24th, saya ingin menikahi wanita mukminah,dia seorang yg solehah ayahnya taat beribadah tapi ibu dan kakaknya kurang beribadah dan disekeli2ng lingkungannya kurang baik, baikah akhwat tersebut apabila nanti dijadikan istri?

  • nizami

    Jika istri anda benar2 wanita yang shalihah, beriman, shalatnya rajin, serta berakhlaq mulia, anda bisa menikahinya.
    Banyak orang2 yang saleh meski orang tuanya kafir, contohnya Nabi Ibrahim. Demikian pula sebaliknya.
    Yang penting saat berkeluarga, jauhkan keluarga anda dari lingkungan/orang2 yg buruk. Meski begitu, silaturrahim dgn orang tua dan saudaranya jangan diputus.

  • Abu Kuat

    terimaksih ya ustadz!
    ustadz bila umur nya(wanita) itu kira 6 thn dibawah saya!dan dia ingin kuliah apakah saya wajib membiayai biaya kuliah nya?
    mohon jwabannya!
    dan 1 lg apabila ada calon istri lain yg mungkin lebih baik karena sekarang yg menjadi problem adalah keluarga saya ingin menjodohkan saya,memang kelg dijamin baik karena Kelg sudah meneliti sedetilenya,dan Alhmdulillah dari pengalaman yg sebelumnya kakak-kakak saya menjadi kelg yg sakinah,mawadah,warahmah!

  • nizami

    Kalau belum jadi istri, tidak ada kewajiban bagi anda untuk membiayai biaya kuliah. Bahkan bisa jadi mengarah dosa jika calon istri anda kuliah 4 tahun. Ini bisa dosa karena pacaran bisa 4 tahun dan disaat itu, bisa jadi hati calon istri anda berubah misalnya tertarik pada teman kuliahnya.

    Jika keluarga menjodohkan anda dan menurut anda wanita itu baik terutama dari sisi agama, terimalah. Sebab pandangan mereka biasanya lebih obyektif atau bersih ketimbang calon pengantin yang kadang buta karena cinta/(maaf) nafsu.

  • Abu Kuat

    Ya Ustadz terimakasih….benar juga lebih baik cari aman sajah jd insyaAlloh jauh dari Dosa….Amiiin

  • in

    ustadzah..aku hampir menikah tapi seminggu sebelumnya aku dapat kabar bahwa ternyata dah punya istri. Berkali-kali aku tanya tapi gk mw dijawab..sampai akhirnya aku memutuskan hubungan kami.Aku tidak ingin membina pernikahan diatas sebuah kebohongan…aku hanya ingin kejujuraan darinya..Apa aku salah, meski perasaan masih ada cinta. Aku tidak ingin menyakiti siapa2…keluaraganya menyalahkan aku demikian juga keluargaku…rasa malu dan juga cemooh selalu aku dengar. Entah knapa aku ingin pergi…dia mengajarkan aku bagaimana mencintai, dari sana aku ingin jadi yang selalu baik untuknya..tapi kenyatan berkata lain..perih, menangis, banyak hal yang tak bisa aku jelaskan kepada. Apa aku salah jika aku pergi…, mencintai adalah pilihan, aku bingung cinta seperti apa yang aku rasakan mencintai tapi tak bisa memiliki, mencintai tapi ingin pergi, mencintai dan ingin jadi yang halal, mencintai tapi tak ingin menyakiti,…tak ingin ada yang dikorbankan….,
    Kudekatkan langkahku, mencari jalan_Nya..aku tak kuasa menghilangkannya dalam ingatanku… Rasa cinta itu….aku takut rasa cinta itu membuatku lupa segalanya..Aku takut rasa cinta itu melebihi rasa cintaku kepada Allah SWT. Aku terlalu takut…

  • nizami

    Kalau memang mengaku bujangan tapi ternyata sudah menikah, anda bisa memutuskannya.
    Jika keluarganya dan keluarga anda menyalahkan anda, coba introspeksi diri. Sudahkah anda mengatakan kepada mereka bahwa calon suami anda mengaku bujangan padahal sudah beristri (bohong)?
    Jika itu sudah anda katakan, bisa jadi mereka memaklumi anda.
    Tetap tabah, bisa jadi Allah ingin memberi anda yg lebih baik daripada dia.

  • Davi Mashudy

    Subhannallah,… smoga membawa faedah utk kita semua,. amien y robbal alamin,..

  • ijin copas, pak.. jazakallahu khairan…

  • isti

    pa ustadz saya mau tanya ada lelaki yang ingin menikahi saya tapi umur ya masih 19th dan dia katanya udah siap untuk menikahi saya. yang ingin saya tanyakan apakah masih diumur yang muda itu boleh untuk menikah.
    tolong jawabannya pa ustadz.

    • nizami

      Yang terpenting adalah apakah dia sudah bisa memberi nafkah untuk istrinya?
      Apakah sikapnya sudah dewasa dan punya akhlak yang baik?
      Kemudian sholat juga jangan bolong.

  • isti

    satu lagi ini pa ustadz apakah saya berhak ngatur2 hidup ya seperti menjalankan solat meskipun saya belum menjadi istrinya yang sah untuk dia. pa ustadz apakah saya boleh untuk mengamati untuk mengenal dia lebih jauh sebelum saya menikah dengannya. saya takut ya dia ngomong menikah dengan saya hanya maen2 saja.
    sebelumnya terimakasih pa ustadz sudah menjawab pertanyaan saya.

  • nizami

    Lelaki itu adalah pemimpin rumah tangga.
    Jadi harusnya tanpa disuruh, dia rajin sholat 5 waktu karena Allah. Justru seharusnya dia yang mengingatkan anda untuk sholat jika anda lupa.
    Sholat itu tiang agama dan pembeda antara orang2 kafir dgn Muslim itu adalah sholat, begitu kata Nabi.

Tinggalkan Balasan