Ahmadiyah menganggap ada rasul setelah Nabi Muhammad SAW, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Ini bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits serta jumhur ‘ulama yang berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul terakhir dan tidak ada Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad SAW.
Dalilnya di antaranya:
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…” [Al Ahzab:40]
Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).
Nabi Muhammad SAW: “Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku” [HR Abu Daud]
Dalil selengkapnya bisa dilihat di:
http://syiarislam.wordpress.com/2007/09/27/dalil-nabi-muhammad-nabi-terakhir
Oleh karena itu bukan hanya Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang merupakan perwakilan ormas Islam di Indonesia, tapi juga para ulama di seluruh dunia yang tergabung dalam Rabithah ‘Alam Islami (Liga Dunia Muslim) berfatwa Ahmadiyah itu sesat.
http://media-islam.or.id/2007/09/26/fatwa-liga-muslim-dunia-ahmadiyah-sesat/
Kelompok Ahmadiyah, Islam Liberal, dan Non Muslim membela Ahmadiyah. Sementara ummat Islam lainnya (MUI, NU, Muhammadiyah, DDII) menganggap Ahmadiyah sesat. Melihat pro kontra tentang Ahmadiyah di Indonesia, menurut saya ada 3 alternatif solusi untuk itu:
1. Jika anggota Ahmadiyah ingin tetap di dalam Islam, maka dia harus mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul terakhir. Dia harus mengingkari bahwa siapa pun setelah Nabi Muhammad SAW, termasuk Mirza Ghulam Ahmad, bukanlah Nabi atau Rasul.
Ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, DDII, siap membantu anggota Ahmadiyah yang ingin kembali dalam ajaran Islam yang benar sesuai Al Qur’an dan Hadits.
2. Jika anggota Ahmadiyah tetap ingin mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai rasul, dia harus menyatakan diri keluar dari Islam. Membentuk agama baru yang ajarannya berbeda dengan Islam yaitu agama Ahmadiyah. Di Pakistan Ahmadiyah di anggap sebagai Non Muslim. Jika sudah jadi agama tersendiri, maka Ahmadiyah bukan lagi aliran sesat dalam Islam karena dalam Islam ada ajaran „Untukmu agamamu dan untukku agamaku“
3. Jika Ahmadiyah tetap ngotot mengaku sebagai Islam, tapi juga tetap berkeras menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi maka Ahmadiyah adalah aliran sesat. Ini masuk dalam penistaan agama dan harus ditindak oleh negara sesuai dengan pasal penistaan agama. Saat ini banyak orang-orang Ahmadiyah yang menyusup ke milis-milis Islam tapi menyiarkan paham bahwa ada Rasul setelah Nabi Muhammad SAW. Ini akhirnya menimbulkan perdebatan yang tidak ada akhir dan membuat ummat Islam jadi terganggu kegiatannya dalam mempelajari ajaran Islam yang benar sesuai Al Qur’an dan Hadits.
Menurut saya 3 alternatif tersebut cukup luwes dan memberi kebebasan bagi anggota Ahmadiyah untuk memilih mana yang mereka mau selama tidak melakukan penistaan terhadap agama Islam.
Kebebasan beragama dihargai dalam Islam selama dia beragama Islam dengan benar (bukan aliran sesat) atau beragama lain seperti Hindu, Budha, Kristen, dan sebagainya. Tapi jika dia mengaku Islam, maka dia harus menjalankan agama Islam dengan konsekwen. Bukan merusak atau menista ajaran Islam dengan aliran sesat.
Kebebasan beragama dihormati.
Tapi aliran sesat harus ditindak.








Saya sangat setuju dengan 3 alternatif tersebut, memang tepat. Kalo mau Islam ya Islam lah yang kaafah, klo ga mau ya ga usah ngaku Islam. Para pengikut tingkat bawah mungkin hanya ikut2an, tidak memahami dasar ajarannya. Jadi mereka sebaiknya dirangkul untuk diberi pencerahan tentang aqidah yang benar, jangan langsung dihakimi(dikeroyok), mereka ga ngerti…tapi untuk para pemimpinnya, wah… hampir dapat dipastikan sebenarnya mereka mengetahui dimana kesesatan yang mereka buat, hanya saja memang mereka sengaja untuk mengacaukan umat Islam. Merekalah para pendusta yang harus diperangi, mereka antek2 iblis Yahudi laknatullah.
Saya sangat setuju sekali dengan 3 alternatif tersebut, semoga dapat terealisasi secepatnya….
supaya ketenangan bisa didapat, apaligi sebentar lagi kita akan memasuki bulan ramadhan…..Amiiinn….
Sebagai seorang muslim saya menjunjung tinggi apa yang terbaik untuk agama saya,,,, segala sesuatu yang dapat merusak aqidah agama,, haruslah diluruskan menurut Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW,, tidak berlaku untuk Ahmadyah saja,,, tetapi segala sesuatu yang menamai dirinya islam,, tapi berlawanan dengan apa yang diajarkan oleh Al Qur’an dan Hadist,,, sama aja itu namanya dusta/sesat,,,,,
Kita sbg orang Islam hrs senantiasa menambah ilmu,agar kita tidak gampang diputar balik oleh orang-orang yg ngaku-ngaku islam,namun hanya ingin Islama hancur.Yukk para ulama bersatu padu tegakkan Islam.udah jelas dan nyata adanya bahwa musuh-musuh Islam tidak akan rela sebelum kita hancur atau mengikuti mereka.Ahmadiyah sesat dan menyesatkan….
saya sangat setuju karna saya jg kebetulan sdng mencari solusinya !
sangat setuju dengan 3 solusi tersebut
Sudah Jelas tersirat dalam Al-Quran dalam surat [Al Ahzab:40]
Muhammad SAW(shalawat serta salam semoga tercurah pada beliau, para kluarganya,para sahabatnya dan mudah2an pada kita selaku ummat nya yang selalu taat dan meyakini kebenaran2 nya) adalah nabi dan rasul sampai akhir zaman.
Nice share tentang ilmunya, insyaAlloh bermanfaat. Amiin
Saya setuju dengan 3 point tersebut diatas. Kalau memang menganggap dirinya beragama Islam yang harus mengakui Al Qur’an dan Hadist yang didalamya merujuk bahwa “Tidak akan ada Nabi dan Rasul setelah Nabi Besar Muhammad SAW”. Dan memang para petinggi ahmadiyah yang lebih tahu, makanya petinggi ahmadiyah itulah yang harus di perangi, kalau yang tingkat bawah mungkin cuma ikut – ikutan saja. Tetapi kita juga harus menyadarkan mereka….janganlah mereka terjerumus terlalu dalam.. Semoga Allah memberi Rahmat Nya kepada kita semua. Amien……
Assalamualaikum wr.wb.
Musuh Islam (Agama ALLAH) terbesar adalah musuh dalam selimut, jadi yang menggeroti Islam itu adalah manusia islam itu sendiri. Kayak bilangan 3 akan 1 jika dibagi bilanagn itu sendiri jadi kata Rasulullah Mhammad SAW bahwa Musuh umatku akhir zaman itu adalah saudaranya sendiri, maksudnya, yahudi masih saudaranya, karena Isa Nabinya, Taurat masih saudaranya Muhammad karena Musa masih saudarnya, yang repot yang bukan saudara seperti ahmad gulam ini apakah ada silsilah para nabi? karena nabi kalau gulam itu nabi mestinya dari zabur taurat injil sudah mencatat, apakah tercatat atau hanya tercacat?, maksudnya bkin fitnah, saya sempat mengikuti klaim dari ahmadiah, bahwa kita besok mati bisa menjadi nabi, padahal alquran mencatat besok berkumpul dengan para nabi dan melihat Allah dengan Ainul Yaqin(nyata)
dari sii aja mereka itu tidak bia mencrna makna yang tersirat dalam alquran dan makna yang tersurat, ayat saya untuk mereka adalah:
ayat singkat padat dan tepat untuk ahmadiah.
7. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
Islam itu hanya hancur dengan Islam itu sendiri, emangnya bunuh diri? hehehheh bukan begitu, Ngaku islam Tapi Setan, ini yang perlu diwaspadai bag islam cerita “ngakunya Tuhan Padahal Setan”, itulah orang yang sok pinter, sok tahu, sok beriman, padahal ahmad gulam dapat ilmunya dari sholat, sholat itu milik Muhammad, guam itu cuma nyontek, Islam tidak nyontek di nasrani karena Sholat bukan Doa, maksudnya tata cara ibadah beda degan islam nasrani,sedang ahmad gulam nyontek mau sok pinter say mengatakan bahwa mereka itu terkena ayat alquran 3:7
gulam itu setan ngakunya tuhan.kalau dia bawa ajaran baru yang bukan nyontek dari alquran say juga mau ikut tapi kalau sama memaai alquran saya juga bisa setingkat ahmad gulam kalau saya taat tapi dia bukan nabi, karena kitabnya nyontek, islam tidak nontek dari Alkitab karena banyak penambahan ayat-alquran dan perintah sholat kalau gulam perintah kangkung satu ekakngkang satu mekukung akhirnya istrinya jamaahnya bisa digilir dibuat arisan.
dunia semakin edan dazal(hasud,hasad,fitnah)semakin dekat,awalu wa akhiru, awal muhammad akhir muhammad.Nur Muhammad, nggak ada Nur Gulam ah orang cocok, enaknya “nur gulali” manis asam kecut hehehhehh banyak manusia ngaku nabi tanda-tanda kiamat
2. Apabila muncul nabi-nabi palsu,
1. Apabila anak-anak prempuan yang mati dibuang ditempat sampah ditanya mengapa kau mati karena dibuang orang karena SEX BEBAS
3, APabila Hakim polisi, jaksa tidak bisa lagi engetakan perkataan yang benar
4. APabila manusia naikhaji hanya dijadikan pelesiran, Hura-hura karena safsu belaka supaya suluan masuk surga
5. Apabila anak-anak lebih cenderung dunia barat dan melupakan sholat dan ngaji akhirnya anak islam kelakukan yahudi, karena sama-sama nggak sholat dan ngaji
ini adalah sebagian tanda-tanda datagnya kiamat