Nabi Muhammad Manusia Paling Sempurna di Dunia

Infaq Dakwah

PayPal: agusnizami@yahoo.com.sg Rekening BCA 0061947069 a/n Agus Nizami

Twitter

Inilah Ciri-ciri Muslim Sejati : Ummat Islam berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir: mediaislamraya.blogspot.com/2…

Cara Mandi Junub

Al Ghuroba. Mandi junub adalah mandi wajib untuk membersihkan diri dari hadats besar dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh. Jika tidak mandi junub sementara kita dalam keadaan junub, maka sholat kita tidak sah.

Sebab mandi junub :

1. Keluarnya mani, apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabda beliau sebagai berikut :

(tulis haditsnya di Syarah Shahih Muslim An Nawawi juz 4 hal. 30 hadits ke 81)

Dari Abi Sa’id Al Khudri dari Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani”. HR. Muslim dalam Shahihnya.

Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi menyatakan : “Dan Ma’nanya ialah : Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani”.

2. Berhubungan seks, baik keluar mani atau tidak keluar mani. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut :

(tulis haditsnya di Fathul Bari Ibni Hajar jilid 1 hal. 395 hadits ke 291)

Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi sallallahu alaihi waalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Apabila seorang pria telah duduk diantara empat bagian tubuh permpuan (yakni berhubungan seks) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan itu), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. HR. Bukhari dalam Shahihnya.

3. Berhentinya haid dan nifas (Masalah ini akan dibahas insyaallah dalam rubrik kewanitaan).

4. Mati dalam keadaan Muslim, maka yang hidup wajib memandikannya. (Masalah ini akan dibahas insyaallah dalam topik pembahasan “cara memandikan jenazah”).

Cara menunaikan mandi junub :

Karena menunaikan mandi junub itu adalah termasuk ibadah kepada Allah Ta’ala, maka disamping harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata, juga harus pula dilaksanakan dengan cara dituntunkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam. Dalam hal ini terdapat beberapa riwayat yang memberitakan beberapa cara mandi junub tersebut. Riwayat-riwayat itu adalah sebagai berikut :

1. (tulis hadisnya dalam Sunan Abi Dawud jilid 1 hal. 63 hadits ke 249)

“Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam telah bersabda : Barangsiapa yang meningggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut untuk tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadadanya demikian dan demikian dari api neraka”. HR. Abu Dawud dalam Sunannya hadits ke 249 dan Ibnu Majah dalam Sunannya hadits ke 599. Dan Ibnu Hajar Al Asqalani menshahihkan hadits ini dalam Talkhishul Habir jilid 1 halaman 249.

Dengan demikian kita harus meratakan air ketika mandi janabat ke seluruh tubuh dengan penuh kehati-hatian sehingga dilakukan penyiraman air ketubuh kita itu berkalai-kali dan rata.

2. (tulis haditsnya di Fathul Bari jilid 1 halaman 429 hadits ke 248)

“Dari A’isyah radhiyallahu anha beliau menyatakan : Kebiasaannya Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam apabila mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian beliau berwudhu’ seperti wudhu’ beliau untuk shalat, kemudian beliau memasukkan jari jemari beliau kedalam air, sehingga beliau menyilang-nyilang dengan jari jemari itu rambut beliau, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuh beliau”. HR. Al Bukhari dalam Shahihnya hadits nomer 248 (Fathul Bari) dan Muslim dalam Shahihnya hadits ke 316. Dalam riwayat Muslim ada tambahan lafadl berbunyi demikian : “Kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuhnya, kemudian mencuci kedua telapak kakinya”.

Jadi dalam mandi junubnya Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, beliau memasukkan air ke sela-sela rambut beliau dengan jari-jemari beliau. Ini adalah untuk memastikan ratanya air mandi junub itu sampai ke kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di atasnya. Sehingga air mandi junub itu benar-benar mengalir ke seluruh kulit tubuh.

3. (tulis haditsnya di Shahih Muslim Syarh An Nawawi juz 3 hal 556 hadits ke 317)

“Maimunah Ummul Mu’minin menceritakan : Aku dekatkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam air mandi beliau untuk janabat. Maka beliau mencuci kedua telapak tangan beliau dua kali atau tiga kali, kemudian beliau memasukkan kedua tangan beliau ke dalam bejana air itu, kemudian beliau mengambil air dari padanya dengan kedua telapak tangan itu untuk kemaluannya dan beliau mencucinya dengan telapak tangan kiri beliau, kemudian setelah itu beliau memukulkan telapak tangan beliau yang kiri itu ke lantai dan menggosoknya dengan lantai itu dengan sekeras-kerasnya. Kemudian setelah itu beliau berwudlu’ dengan cara wudlu’ yang dilakukan untuk shalat. Setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan dengan sepenuh telapak tangannya. Kemudian beliau membasuh seluruh bagian tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya sehingga beliau mencuci kedua telapak kakinya, kemudian aku bawakan kepada beliau kain handuk, namun beliau menolaknya”. HR. Muslim dalam Shahihnya hadits ke 317 dari Ibnu Abbas.

Dari hadits ini, menunjukkan bahwa setelah membasuh kedua telapak tangan sebagai permulaan amalan mandi junub, maka membasuh kemaluan sampai bersih dengan telapak tangan sebelah kiri dan setelah itu telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai dan baru mulai berwudhu’. Juga dalam riwayat ini ditunjukkan bahwa setelah mandi junub itu, sunnahnya tidak mengeringkan badan dengan kain handuk.

4. (tulis haditsnya di Fathul Bari jilid 1 halaman 372 hadits ke 260)

“Dari Maimun (istri Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam), beliau memberitakan bahwa Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam ketika mandi janabat, beliau mencuci kemaluannya dengan tangannya, kemudian tangannya itu digosokkan ke tembok, kemudian setelah itu beliau mencuci tangannya itu, kemudian beliau berwudlu’ seperti cara wudlu’ beliau untuk shalat. Maka ketika beliau telah selesai dari mandinya, beliau membasuk kedua telapak kakinya”. HR. Bukhari dalam Shahihnya, hadits ke 260.

Dari hadits ini, menunjukkan bahwa menggosokkan telapak tangan kiri setelah mencuci kemaluan dengannya, bisa juga menggosokkannya ke tembok dan tidak harus ke lantai. Juga dalam hadits ini diterangkan bahwa setelah menggosokkan tangan ke tembok itu, tangan tersebut dicuci, baru kemudian berwudlu’.

Penutup Dan Kesimpulan :

Dari berbagai riwayat tersebut di atas kita dapat simpulkan, bahwa cara mandi junub itu adalah sebagai berikut :

1. Mandi junub harus diniatkan ikhlas semata karena Allah Ta’ala dalam rangka menta’atiNya dan beribadah kepadaNya semata.

2. Dalam mandi junub, harus dipastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh sampaipun kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di manapun di seluruh tubuh kita. Karena itu siraman air itu harus pula dibantu dingan jari jemari tangan yang mengantarkan air itu ke bagian tubuh yang paling tersembunyi sekalipun.

3. Mandi junub dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, masing-masing tiga kali dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan itu dengan air yang diambil dengan gayung. Dan bukannya dengan mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.

4. Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.

5. Kemudian telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai atau ke tembok sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dibasuh dengan air.

6. Setelah itu berwudlu’ sebagaimana cara berwudlu’ untuk shalat.

7. Kemudian mengguyurkan air dari kepala ke seluruh tubuh dan menyilang-nyilangkan air dengan jari tangan ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.

8. Kemudian bila diyakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.

9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.

10. Disunnahkan untuk melaksanakan mandi junub itu dengan tertib seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam.

Demikianlah cara mandi junub yang benar sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dan juga telah dicontohkan oleh beliau. Semoga dengan kita menunaikan ilmu ini, amalan ibadah shalat kita akan diterima oleh Allah Ta’aala karena kita telah suci dari junub atau hadats besar. Amin Ya Mujibas sa’ilin.

1. Tentang pengertian orang yang mukalaf , artinya orang yang telah baligh dari sisi usianya dan telah mumayyiz dari sisi kemampuan berfikirnya. Mumayyiz itu sendiri artinya ialah kemampuan membedakan mana yang bermanfaat baginya dan mana pula yang bermudarat.

2. Tentang pengertian hadatas besar , telah diterangkan dalam Salafi ed. 1 th. V hal. ?

3. Ar Raudhatun Nadiyah, Al Allamah Shiddiq Hasan Khan, hal. 35.

4. Al Majmu’ Syarah Muhadzdzab, Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi, jilid 2 hal. 153, Darul Fiker Beirut Libanon, cet. Th. 1417 H / 1996 M.

Al Ustadz Ja’far Umar Thalib

http://alghuroba.org/junub.php

44 comments to Cara Mandi Junub

  • nnnn

    niatnya kok g ada pak

  • saya pengen tanya, gmana kalau saya tidak yakin kalau saya sudah mengeluarkan mani. saya tetap diperbolehkan shalat atau harus tetap mandi junub dahulu?

  • sukri

    macam maneer kalau mandi x berwuduk? tolong jawab ok

  • Media Islam

    Niat itu harus karena setiap amal tergantung niat. Innamal a’maalu bin niyaat (Muttafaq ‘alaihi).

    Namun para ulama menyatakan niat itu ada di hati. Madzhab Syafi’ie selain di hati juga melafalkannya dengan lisan di antaranya: Nawaitul rof’al hadaatsal akbaru fardlo lillahi ta’ala (Saya berniat mengangkat hadatsb besar wajib untuk Allah ta’ala).

    Jika yakin keluar mani maka harus mandi junub.

  • askum ust
    saya ada kemuyskilan pada hal amik wuduk
    perlukah kita amik sebelum atau selepas selesai mandi junub…jika kita amik sebelum mandi junub bukankah kita dlm keadaan junub yakni dalam keadaan kotorr lahh senang ckp

  • annas

    saya mau nanya
    kalau cuma (maaf) menempelnya kelamin
    suami ke kelamin isti apa wajib mandi junub
    apa batasan antara yang wajib mandi junub dengan yang tidak wajib mandi tolong penjelasannya
    trima kasih banyak ….

  • suami patah kaki

    Salam, saya kemalangan dan lutut kaki berbalut simen selama sebulan , syarat mandi wajib adalah meratakan air ke seluruh badan. sekiranya saya bersetubuh dgn istri bagaimana cara untuk mandi wajib.

  • Alhamdulillah nambah ilmu lagi

  • ade

    pak sya mau tnya apkah wudhu yg kta lakukan pd saat mandi junub bsa dteruskan utk melaksnakan solat pardu atau kta hrus mengambil wudhu lg,trims!

  • ibrahim

    seberapa banyak (bak penampung ,ember) air yang di gunakan untuk mandi junub? dan apa pake hand shwoer bisa syah mandinya? tolong di balas ke mail saya tunggu

  • ashraf

    assalamualaikum.
    saya ada sedikit kemusykilan yg ingin ditanya.adakah perlu menunggu utk mandi wajib atau blh terus mandi wajib sesudah keluar air mani/ berjunub? ini kerana ada kawan saya yg menuntut di sekolah aliran agama dahulu memberitahu saya bahwa kita kna tgu lbh kurang 5 jam br blh mandi wajib..harap bantu perjelaskan keraguan saya ini.

  • nizami

    Untuk pak Ashraf:
    Syarat sahnya shalat wajib adalah bebas dari hadats kecil dan besar. Hadatsh kecil disucikan dgn wudlu ada pun hadats besar seperti junub harus dibersihkan dengan mandi junub.
    Oleh karena itu pendapat yang mengatakan bahwa harus menunggu 5 jam baru mandi junub itu selain tidak ada dalil Al Qur’an dan Hadits juga bisa mengakibatkan kita meninggalkan shalat wajib. Ini dosa besar.
    Untuk pak Ibrahim:
    Minimal air itu 2 kullah menurut sebagian ulama 80x80x80 cm3.
    Ada pun pakai shower itu di zaman Nabi belum ada. Tapi kalau air asalnya lebih dari 2 kullah dan sepanjang perjalanan dari pipa zatnya tidak berubah tidak masalah.
    Untuk yang lain:
    Selama tidak batal tidak apa sehabis mandi junub kita shalat.

    Ada pun bagi suami patah kaki, guru saya berpendapat bahwa selama sebelum diperban kita sudah wudlu, maka yang ada dibalutan itu suci. Jadi kalau memang perban tidak boleh kena air sama sekali, maka bagian lain saja yg dibasahi. Seharusnya seluruh tubuh termasuk rambut tidak boleh ada yang tidak kena air.

    Rukun Mandi Junub itu adalah: Niat, membersihkan kotoran/najis, dan membasuh seluruh tubuh.
    Ada pun yang lainnya seperti membaca bismillah, wudlu, dsb adalah sunnat.

  • nizami

    Untuk pak Ashraf:
    Syarat sahnya shalat wajib adalah bebas dari hadats kecil dan besar. Hadatsh kecil disucikan dgn wudlu ada pun hadats besar seperti junub harus dibersihkan dengan mandi junub.
    Oleh karena itu pendapat yang mengatakan bahwa harus menunggu 5 jam baru mandi junub itu selain tidak ada dalil Al Qur’an dan Hadits juga bisa mengakibatkan kita meninggalkan shalat wajib. Ini dosa besar.
    Untuk pak Ibrahim:
    Minimal air itu 2 kullah menurut sebagian ulama 80×80×80 cm3.
    Ada pun pakai shower itu di zaman Nabi belum ada. Tapi kalau air asalnya lebih dari 2 kullah dan sepanjang perjalanan dari pipa zatnya tidak berubah tidak masalah.
    Untuk yang lain:
    Selama tidak batal tidak apa sehabis mandi junub kita shalat.

    Ada pun bagi suami patah kaki, jika memang tidak boleh kena air sama sekali bisa tayammum (dengan debu):

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” [Al Maa-idah:6]

    Rukun Mandi Junub itu adalah: Niat, membersihkan kotoran/najis, dan membasuh seluruh tubuh.
    Ada pun yang lainnya seperti membaca bismillah, wudlu, dsb adalah sunnat.

  • m.yunus nur soleh

    assalamualaikum,

    pak, apakah mandi wajib itu diperbolehkan untuk keramas pakai sampo

  • hns

    bejana yang dipakai Rosulullah SAW untuk mandi sebesar apa ya pak?

  • nizami

    Boleh saja keramas pakai Sampo. Kalau masalah pakai bejana/bak itu terserah.
    Yang jelas rukun mandi junub itu adalah niat dan membasahi seluruh tubuh. Rukun inilah yang tidak boleh ditinggalkan.

  • faisal

    Mau nanyak p’…
    gimana hukumnya… orang suami istri yang berhubungan dimalam ramadhan,, terus mandi junub setelah sahur..
    Pertanyaan :
    1. Diperbolehkan kah hal yang tersebut??
    2. Sahkah puasa orang yang bersangkutan??
    3. Kalupun tdk diperbolehkan gmn caranya orang yang bersangkutan menggantikan puasa yang telah dilaluinya????
    Mohon Balasannya Ditembuskan Ke Email Kami..
    Thanks….B 4…..

  • nizami

    Selama berhubungannya sebelum habis waktu sahur, tidak apa junub setelah itu. Meski demikian, anda harus mandi junub secepatnya agar shalat Subuh tidak terlambat.

    Silahkan baca “Panduan Puasa Ramadhan” tentang dalilnya.

  • asa

    ass
    1. tanya apakah keluar cairan karena syahwat juga dikatakan keluar mani, shg qt harus mandi junub

  • ardh

    bolehkan mengganti mandi dengan wudhu, dengan alasan takut sakit (bila mandi di waktu subuh) namun sesungguhnya sanggup untuk berwudhu…

  • iman

    asslkm ust.
    blh saya thu sedikit sebanyak mcm mne cara mandi junub yang betul..buat pengetahuan ustaz saya tak berapa paham berkaitan denga cara mandi junub yang diterangkan diatas.
    kedua pula:
    saya bekerja dlm keadaan yang berhawa dingin,disini saya ingin mengetahui adakah saya perlu mandi wajib sekiranya keluar cecair (air mazie) dalam keadaan tanpa sedar.adakah saya perlu mandi wajib..

  • ZUL

    Bagaimana caranya mandi wajib dengan menggunakan air pancut,dan perkara wajib mandi wajib.

  • shidee

    Assalamualaikum,

    Saya menjalani pembedahan kecil di ibu jari kaki dan dibalut untuk jangkamasa agak lama. Saya cuma meratakan air di kawasan kulit kaki yang terdedah sahaja ketika berwudhuk dan juga mandi wajib. Adakah sah wudhuk dan mandi wajib saya?

    Sekian, Wassalam.

  • yus

    salam mintak punjelasan(email saya) yang saya kurang jelas… tangan saya berbalut kerana jatuh.. dalam masa tu saya berjimak dgn isteri saya… mcm mana cara untuk saya mandi wajib??. jika saya mandi tetapi iar tidak mengenai pada tangan yg berbalut.. sah atau tidah??

  • syukron untuk informasinya, ,

  • nik

    aswrb,
    saya mau tanya, kalau berwudhu sebelum mandi lalu saat meratakan air ke seluruh tubuh tanpa menyentuh farji ya pak/bu? krn kan kalau menyentuh wudhunya jadi batal.
    lalu tentang menggosok tangan ke lantai atau tembok ini pertama kalinya saya baca hadits ini. apa tidak kotor? malah justru kamar mandi kan banyak kumannya… apa tidak bisa diqiyas, misalnya dengan mencuci tangan itu pakai sabun (supaya tangannya bersih dari mani)? kalau memang tidak bisa diqiyas, di haditsnya tidak ada bacaan harus menggosok tiga kali. tapi dalam kesimpulan bapak/ibu ada tulisan digosok ke lantai/dinding tiga kali.
    jazakumullah atas jawabannya.

  • rudiansyah

    assalamu’alaikum ustadz,bertanya,jika saya mandi junub,kemudian dirasa cukup,dan sayapun berwudhu seperti biasa untuk shalat,setelah wudhu saya selesai,ternyata ada kotoran d kaki saya,apakah saya harus mengulang mandi junub saya seluruh badan? Ataukah hanya membasuh kaki yang kotor itu saja,terima kasih

    Wassalamu’alaikum

  • xitrol

    assalamu’alaikum ustadz, saya mau bertanya, apabila yang keluar dari kemaluan bukan air mani, tetapi hanya cairan pelumas, apakah harus mandi junub juga ?, dan apakah cairan pelumas ini termasuk najis juga ? mohon penjelasannya,… terima kasih

  • lulu

    asalam mualaikum wr wbr ada pertanyaan tolong ustaz menjawabnya suami saya bersetubuh dibulan romadan lantas mandinya sekitar jam 8 siang apa hukumnya

  • nizami

    Kalau setubuh sebelum subuh dan mandi jam 8 siang, puasa tidak batal.

    Namun itu sudah melalaikan shalat subuh karena waktu Subuh itu sebelum terbit matahari dan tidak sah shalat sebelum kita bebas dari hadats besar dengan mandi junub.

  • Rein

    AssaLamu’aLaikum wr wb . .
    Bagaimana jika kita ber junub tapi kita daLam keadaan tidak boleh terkena air . Adakah cara lain seLain mandi junub ?

  • TERIMAKASIH ATAS SEMIA INFONYA…

  • rudi

    saya mau bertanya pak,,
    ada y menatakan bahwa utk menghindari kanker prostat, salah satu caranya adalah dn masturbasi, tetapi apakah masturbasi itu diperbolehkan dalam islam?
    apa hukum melakukan masturbasi??
    bagaimana sebaiknya cara menghindari masturbasi?

  • ichal

    asmul ust.
    kalao mandi wajib menggunakan sabun bagaimana hukumnya….? dan kalao saya bermimpi(sampai kluar mani) pada kira2 jam 8 pagi puasa saya batal ga pak ustad…..?

    • nizami

      Kalau mimpi itu tidak sengaja. Di luar kuasa kita. Oleh karena itu puasa tidak batal. Namun harus mandi junub secepatnya agar bisa beribadah seperti membaca Al Qur’an/shalat.
      Mandi sabun itu hukumnya mubah. Namun sebaiknya selesaikan dulu rukun mandi junub.

  • fadly

    apa niatnya ? saya gk tau diatas juga gk dijelasin
    tolong di cantumkan pake bahasa indonesia aja yah tapi bukan artinya
    tapi kalu mau ngasih artinya juga gpp
    thank’s

  • nizami

    Sebetulnya niat itu dalam hati/rukun qalbu. Nabi tidak menjelaskan lebih jauh lafazhnya di dalam hadits. Niat bisa dalam bahasa Indonesia. Yang penting kita paham dan tergetar hati kita.

    Namun ulama terdahulu ada yang mengajarkan niat sbb:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأكْبَرِ فَرْضًا لِلّهِ تَعَالَى

    Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardlu karena Allah Ta’ala.

    http://konsultasi.nu.or.id/page.php?area=front_page&mod=detil&id=1&od=227

  • rahman

    pak saya mau tanya, bagaimana kalau saya mimpi dalam keadaan sakit, tetapi saya tidak sanggup untuk mandi karena belum sembuh betul dan saya khawatirkan bertambah sakit kalau mandi,namun saya masih sanggup untuk berwudhu..

  • nizami

    Jika sakit, bertayamumlah sebagai pengganti mandi junub:

    Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan lalu kamu tidak memperoleh air maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tangan mu dengan tanah itu .(Qs : 5 ayat 6).

    Imran bin Hushoin r.a. berkata:
    “Rasulullah s.a.w. melihat seorang lelaki tidak solat bersama. Lalu baginda bertanya: apakah yang menghalangimu daripada solat bersamaku? Jawabnya: Aku sedang berjunub dan tidak menemui air. Baginda bersabda: Gunalah debu tanah, iaitu bertayammum. Ia sudah memadai bagimu.” (Hadis Riwayat Bukhari Dan Muslim)

  • Ai

    assalamu’alaikum pak ust. saya memiliki keraguan di antara 2 versi yaitu cara mandi wajib, satu versi yang mengatakan tidak boleh mandi wajib tanpa menggunakan (minimal) sehelai kain sebagai pelindung tubuh, ada versi lain mengatakan boleh mandi wajib walau pun tanpa menggunakan pelindung tubuh (bugil). dalam konteks mandi di dalam kamar mandi.

    thanks before…..

  • Eko

    Ass ustzd… saya mau tanya apakah air yg dipakai untuk wudhu sama dgn yg dipakai untuk mandi junub yaitu tidak boleh air musta’mal… mhn penjelasnnya. trmksh. wslmkm.

  • Aji

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Ustad, dari tata cara mandi junub diatas, ada hal yang sedikit salah dari mandi junub yang saya terapkan.. Seperti membersihkan tangan, saya dengan mencelupkan lalu membersihkannya tiga kali.. sedangkan saya baru tau kalau harus di siram dari gayung.. dan membersihkan kemaluan yang seharusnya dengan tangan kiri saya dengan tangan kanan..
    dan itu semua baru saya ketahui sekarang.. apakah mandi junub nya sah ? Karena saya benar benar tidak thu ustadz.. dan saat bulan puasa, dan ingin mandi junub setelah imsak, apakah kita harus sikat gigi ? Masalahnya saya takut ada sisa pasta gigi yang tertelan.. Mohon sekali penjelsannya ustadz.. Dan harus kah membersihkan lubang di tubuh (seperti hidung, telinga, mulut, dll) ? Apabila harus dibersihkan dan bersikat gigi, apakah puasanya sah ? Terima kasiih..

  • Wicaksono

    Assalamu’alaikum Pak Ustadz, mohon jawabannya..

    Apabila suatu malam saya mimpi basah, namun keadaan lingkungan saya tidak memungkinkan untuk mandi kecuali saat sore hari, sehingga saya tidak dapat mandi dari semenjak bangun tidur hingga sore hari. Padahal, saya juga wajib melaksanakan sholat shubuh, zhuhur, dan ashar. Bagaimanakah sebaiknya yang saya lakukan?
    Apabila saya tidak mandi dan hanya berwudhu saja dan kemudian sholat, kalau tidak salah sholat tidak diperbolehkan dalam keadaan junub. Sementara apabila saya menunggu hingga sore hari, berarti saya meninggalkan sholat shubuh, zhuhur, dan ashar.

    Saya mohon sekali pemberitahuannya.

    Terima kasih.

  • ROI

    assalamu’alaikum wr. wb

    ada beberapa buku serta artikel yang saya bacaan niat mandi wajib sedikit berbeda… karna hal tersebut menimbulkan sedikit keraguan di hati.. apakah benar niat serta cara mandi wajib yang telah saya laksanakan… pertanyaan saya; niat yang shahih itu seperti apa niatnya???? kmudian apakah berdosa jika niat kita tidak shahih (tdk sesuai niat dlm arab) cuman kita tetap meniatkan untuk mandi wajib…

Tinggalkan Balasan