Media Islam, Islam, Allah, Muhammad
“JualJual Nasi Kebuli Jakarta
Munatour - Haji dan Umrah Sesuai SunnahiMunatour - Haji dan Umrah Sesuai Sunnah

Tulisan Terkini

Twitter

Bahaya Minuman Soda (Coca Cola, Pepsi, Fanta dsb) Bagi Kesehatan infoindonesiakita.com/2014/01… pic.twitter.com/dKHDKhS0g3

Bukti Tuhan itu Ada

Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.

Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.

Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”

Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.

“Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.” Begitu orang alim itu berkata.

Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, “Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh.

Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”

Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.

“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,” kata si Atheist. “Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.

Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.

“Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” Begitu si Atheist mengaduh.

Si Alim bertanya, “Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?”

“Ini sakitnya di sini,” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.

“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.

Orang banyak berkata, “Tidak!”

“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Demikian si Alim berkata.

Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.

Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?

Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?

Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).

Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.

Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.

Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!

Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.

Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.

Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.

Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.

Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]

Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]

Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]

Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:

“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah:58-59]

Pohon

“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?”[Al Waaqi’ah:63-64]

“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah:72]

Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah:

“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]

Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta.

Video Bukti Tuhan itu Ada:

Video Bukti Kebesaran Allah:

Silahkan baca juga:

Tuhan itu Satu!

Siapa Tuhan Kita?

Sumber:

http://media-islam.or.id/2007/09/06/bukti-tuhan-itu-ada

Ayo Infaq Dakwah

Rekening BCA 0061947069 a/n Agus Nizami

Buku “Membangun IMAN Di Zaman Modern

Buku “Membangun IMAN Di Zaman Modern” oleh Agus Nizami

Advertisements

133 comments to Bukti Tuhan itu Ada

  • sagitarius

    Subhanallah …

  • Din

    Betapa kecilnya kita, Maha Besar Allah, Maha Suci Allah……..

  • Sampan yang sederhana di ciptakan apa lagi alam semesta yang lebih rumit?
    Alam semesta yang lebih rumit diciptakan apa lagi tuhan yang lebih rumit lagi?
    Jadi Tuhan diciptakan.

  • AIF

    p aparan yang sangat sederhana, tapi sangat menyentuh. terima kasih
    Alangkah akan lebih berguna bagi saya jika saudara bisa membuat paparan di atas dalam bentuk Power Point, untuk saya sampaikan ke anak didik saya. dan mohon dikirim ke email saya.
    terima kasih

  • arf

    sungguh luar biasa paparan yang di paparkan semoga bisa mengubah hidupku menuju ke arah yang lebih istiqamah dalam menjalankan ibadah

  • Hatiku trenyuh….
    Subhanallah…. inikah Tuhanku Allah
    Maha benar Allah, dengan segala firman-Nya

  • umma

    subhanallah……maha benar ALLAH dengan segala firman-Nya

  • totok

    Banyak kok bukti bahwa Tuhan itu ada, yg jadi masalah memang manusianya, mampu tidak dia menangkap bukti-2 ke wujudan Tuhan di alam semesta ini … subhanallah …

  • ucup

    aku bersumpah bahwa tiada tuhan selain Allah…

    Allah lah yg menciptakan bumi dan segala isinya,

    dan tiada keraguan bagiku akan kekuasaan Allah SWT..,,..

  • Artikel ini sangat bagus sekali….menambah wawasan saya. terima kasih

  • Subhanallah.
    Terima kasih telah berbagi ilmunya

  • odenk lombok

    luarbiasa! hanya dengan sentuhan hati dan pikir yang nyata untuk dapat mengenal Allah yang Agung. terimakasih atas pengalaman yang diberikan

  • albeny zarrahman

    SUBHANALLAH, melihat-membaca-meresapi dihadapan Sang Pencipta ALLAH SWT Bumi ibarat setitik debu dihamparan padang pasir,. Bisa dibayangkan jika bumi saja yg kita lihat sejauh mata memandang ini hanyalah Ibarat Debu Bagaimana sesosok Kita Manusia dihadapan ALLAH SWT. tidak akan pernah Akal kita sampai utk menjawabnya ….T kasih saudaraku dengan Artikel yg begitu “Dalam” ALLAHUAKBAR

  • luke_joins@yahoo.co.id

    Terima kasih , akhirnya saya mendapatkan jawabannya yang bilamana ada pertanyaan serupa, khususnya dari putra – putri kami.
    Subhanallah.

  • erik

    Subhanallah.
    Terima kasih telah berbagi ilmunya, terima kasih
    Alangkah akan lebih berguna bagi saya jika saudara bisa membuat paparan di atas dalam bentuk Power Point, untuk saya sampaikan ke anak didik saya. dan mohon dikirim ke email saya.
    terima kasih

  • semprul

    yah memang susah meyakini bahwa Tuhan itu ada karena kita mahluk berwujud/jasad. Inginnya sesuatu itu yg real seperti para kaum kafir yang membuat patung serupa dengan Tuhannya. makanya kalo ingin melihat Tuhan dengan mata telanjang sampai lebaran monyetpun Tidak akan pernah bisa sebab kalo ALLAH meperlihatkan dirinya pasti semua mahluk masuk ISLAM saat itu jg.Rasakan aja kekuasaan ALLAH dgn melihat dunia ini, alam, bencana, bayi yang lahir, org yg meninggal. banyak hikmah yg menjelaskan bahwa semua ada yg ngatur. yaitu ALLAH

  • samsul pathony

    subhanallah terimakasih atas artikel ini,saya jadi punya alasan sederhana bila ada pertanyaandari rekan non muslim , lagi dong kalo ada artikel 2 ringan kayak gini ya ,thanks.

  • TYO

    Hanya orang bodohlah yang mengatakan Tuhan itu tidak ada.
    “Kepunyaan Allah apa yang ada dilangit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampunan kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki; dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imron:129)

  • Subhanallah……..
    Simple but meaningful
    Thanx so much

  • Assalamu’alaikum Warahmatullah…,
    Syukron atas artikelnya, Insya Allah sangat bermanfaat buat menjawab pertanyaan rekan-rekan non muslim.

  • Subhanallah …
    tulisan yang sangat bagus … thanks udah share …

  • leoyo

    Assalamu’alaikum Warahmatullah…,
    Terima kasih saudaraku atas artikelnya yang sangat bagus ,Insya Allah menambah keimanan kita.

  • sawal aja

    Allahu akbar , maha pencipta alam….

  • agung ardyanto

    subhanallah…..3x,,

    inna fii dzalika laibrotallimayyakhsya,,

    minta izin mengkopi tulisan ini ya,,

  • kosasih

    aslmkm..smogha membuka matA HATI PARA ATHEISME..

    izin mengkopy..buat nambah wacana da’wah dan wawasan..syukron sebelumnya..

  • evolusionis berteori bahwa alam semesta tidak diciptakan, tapi terjadi secara acak dan kebetulan bermilyar tahun lamanya.

    Asumsi ada random number generator yang menghasilkan bit 1 dan 0 secara acak, sebut saja RBG(random bit generator). Mungkinkah RBG tersebut menghasilkan rangkaian bit yang menjadi sistem operasi MS-DOS? (software adalah rangkaian bit 1 dan 0). Jelas tidak mungkin, sistem operasi bahkan se-primitif MSDOS diciptakan oleh programmer/engineer Microsoft, bukan dihasilkan secara random/acak oleh RBG.

    Lalu mungkinkah RBG tersebut mengubah susunan bit MSDOS secara acak sehingga ber-evolusi menjadi Windows 3.1? Setelah itu, mungkinkah RBG itu meng-evolusi Windows 3.1 menjadi Windows 98 lalu menjadi windows XP lalu menjadi windows vista lalu menjadi windows seven secara acak?

    Jawabannya jelas tidak mungkin, walaupun memakan waktu hingga milyaran tahun tidak akan bisa tercipta software MSDOS dari RBG, apalagi windows seven.

  • fahmi

    ashadualaa ila haillallah
    allahu akbar

  • hamba ALLAH

    ALLAHUAKBAR…..

  • m. heri praianto

    Subhanalloh yag maha agung dan maha raja. jika manusia masih belum yakin akan keberadaan Allah, maka coba mereka tutup mata, hidung, telinga, dan ikat organ lain mereka apakah masih kuasa untuk tidak menerima kenikmatan dari Allah.

  • yulia sinta

    SUBHANALLLAH………
    bagaimana bisa kita membandingkan ciptaan allah yang begitu besar
    ya Allah jadikan kami hamba-Mu yang selalu bersyukur kepada-Mu

  • Saya sangat percaya dengan adanya allah.
    dengan akal logika saya, saya berangan-angan untuk mengembalikan jati diri islam dari bangsa lain yang menganggap islam itu teroris,miskin,keterbelakangan.
    sekarang sadarilah ilmu” yang didapat dari teori” ilmuan non muslim dahulu itu merupakan rangkaian kecil dari Al-QUran, kita sendiri juga bisa menemukan teori baru dengan berfikir dan pertanggungjawaban.
    Marilah kita semua berfikir dan rubahlah pandangan islam dari bangsa non muslim.!!

  • sapto nurcahyono

    Hanya Jiwa yang di rahmati Allah yang mampu melihat kekuasaanNya

  • ino sutrisno

    Allahuakbar

  • Anto

    makasih. . .

    pikiran gw mulai

    terbuka . . .

    mudahan2

    aq . . .

    TOBAT . . . .

  • ahmad suaini

    Masya ALLAH,Subhanallah….Maha Suci ALLAH atas segala sesuatu.segala apa yang diciptakannya adalah bukti dan tanda Kebesaran ALLAH bagi orang-orang yang mau berfikir.Sungguh Tiada yang dapat menyerupainya.LAA ILAA HA ILLALLAAH.Lahau laa walaa Quata Illa Billahil ‘aliyil ‘azdiiim…

  • Zeinrosadi

    Subhanalloh Maha Suci Alloh…

  • hadi

    SUBHANALLAH, THANKS….

  • Umniyyah 'Urfa

    Subhanallah…
    Laa Hawla Wa Laa Quwwata illa Billah..

  • Umniyyah 'Urfa

    izin mengkopi tulisan ini y..

  • oky

    terimakasih ini artikel ini menambah wawasan saya,, ada keraguan dalam diri saya mengenai tuhan, dan artikel ini sedikit bnyak menjawabnya, adakah bukti lainnya..? terimakasih

  • Rifa'i

    Untuk Mr Oky , bukti lain ??? ..
    Rasanya tidak perlu dibuktikan lagi memang Allah-lah yang menciptakan semua yang hidup & mati , wujud & ghaib

    Gampang saja buktinya Mr Oky. itu tuh sunami, gempa , gunung meletus , kenapa tak satu manusia dan peralatan canggih yang mampu menghalau ???? bahkan berlarian , berhamburan kayak semut, minta-2 tolong ama Tuhan (Allah SWT).
    itu lah bukti Kekuasaaan Tuhan (Allah SWT)

    Jadi Yakinlah Allah SWT adalah Tuhan kita.., yang menciptakan Jagad Raya termasuk isinya.

    Oce – oce …

    Wassalam

  • abdullah

    ALLAHHU AKBAR…

  • Is-One

    Subhanallah,mdh2an iman kita smakin tebal dgn hdirnya artikel ini. Amien.

  • Mustika Aji

    Ijin share ya…boleh ?

  • Terima kasih, artikel yang luar biasa.

  • @Mustika Aji: Silahkan dishare, tapi mohon alamat situs (www.media-islam.or.id) ini dicantumkan agar pembaca bisa mengetahui perbaikan atau penyempurnaan jika tulisan ini masih ada kekurangannya. Anggap ini sebagai sanad.

  • imam

    berilah pencerahan bagi mereka yang masih Ragu!

  • Satrio Junianto

    artikel ini menambah wawasan saya,mdh2an iman kita smakin tebal dgn hdirnya artikel ini.,Maha BESAR ALLOH atas semua yg diciptakannya

  • albab

    artikel ini telah membuktikan bahwa tuhan ada. kalo disimpulkan:”adanya makhluk disebabkan adanya kholik”. pertanyaan selanjutnya adalah:”ada berapakah tuhan itu? satu kah? tiga kah? seribu kah?”. saya yakin diantara yang di sini akan berusaha membuktikan bahwa tuhan satu. taruh terbukti demikian lantas “bagaimana membuktikan bahwa tuhan yang satu itu adalah tuhan yang dimaksud rosulullah saw???”. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Akhlaq

Iman

Ekonomi

Download